MANAGED BY:
SENIN
19 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 05 Maret 2021 11:18
JPU Tuntut Djoko Tjandra Empat Tahun Penjara

JPU Minta Majelis Hakim Tolak Pengajuan Sebagai Justice Collaborator

Djoko Chandra (kanan)

PROKAL.CO,

JAKARTA– Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung (JPU Kejagung) sudah menyampaikan tuntutan untuk terdakwa Djoko Soegiarto Tjandra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (4/3). Terpidana kasus cessie Bank Bali itu dituntut empat tahun penjara dalam perkara suap terhadap penyelenggara negara untuk pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Penyelenggara negara yang dimaksud JPU tidak lain adalah Pinangki Sirna Malasari yang juga mantan jaksa. ”Menyatakan terdakwa Djoko Soegiarto Tjandra secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” ungkap Jaksa Zulkifli. ”Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun,” lanjutnya. Selain itu, jaksa juga memberikan hukuman tambahan berupa denda Rp 100 juta subsider enam bulan penjara.

Dalam persidangan tersebut, JPU tegas menyatakan bahwa pria yang dikenal dengan sebutan Djoko Tjandra itu tidak mendukung program pemerintah dalam penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi. Hal itu pula yang menjadi alasan pemberat bagi Djoko Tjandra dituntut hukuman empat tahun penjara. ”Tidak ada alasan pemaaf maupun alasan pembenar bagi perbuatan atas diri terdakwa,” terang Zulkifli.

Meski berulang menyangkal perbuatannya, JPU menilai Djoko Tjandra sopan selam menjalani sidang. Selain menyampaikan tuntutan, kemarin JPU juga menyampaikan tanggapan atas permohonan Djoko Tjandra untuk menjadi justice collaborator dalam kasus yang menyeretnya. JPU menilai permohonan itu tidak dapat diterima lantaran Djoko Tjandra adalah pelaku utama dalam kasus itu. ”Sehingga permohonan terdakwa untuk jadi justice collaborator selayaknya tidak diterima,” kata Jaksa.

Peran Djoko Tjandra sebagai pelaku utama, lanjutnya, sudah terungkap dalam fakta persidangan. Di antaranya Djoko Tjandra sebagai pelaku utama yang melakukan tindak pidana korupsi dengan memberi suap USD 500 ribu kepada Pinangki. ”Yang diberikan melalui Heriyadi Anggakusuma dan Andi Irfan Jaya kepada Pinangki Sirna Malasari yang merupakan pegawai negeri dan jaksa pada Kejagung,” bebernya.

Tidak hanya itu, jaka membeber juga peran Djoko Tjandra yang sudah dibuka dalam persidangan lain. Yakni sebagai pemberi suap kepada penyelenggara negara di institusi Polri. Yakni Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo. Total kata jaksa, SGD 200 ribu dan USD 370 ribu diberikan Djoko Tjandra kepada Napoleon melalui Tommy Sumardi. ”Dan sebesar seratus ribu dollar Amerika Serikat yang diserahkan melalui Tommy Sumardi kepada Prasetijo,” jelas dia.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 17 April 2021 12:04

Kasus Orient Bahan Evaluasi Mendasar, Meski Menang, jika Tidak Jujur, Hasilnya Sia-Sia

JAKARTA– Kasus dibatalkannya kemenangan bupati terpilih Sabu Raijua Orient Riwu…

Sabtu, 17 April 2021 11:57

Kans Reshuffle Meluas Dinilai Terbuka

JAKARTA– Isu reshuffle di tubuh Kabinet Indonesia Maju terus menguat.…

Sabtu, 17 April 2021 11:33

Pancasila dan Bahasa Indonesia Hilang, Kemendikbud Ajukan Revisi PP Nomor 57 tahun 2021

JAKARTA-- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya mengajukan revisi Peraturan…

Jumat, 16 April 2021 15:19

Dua Anggota KKB Puron Wenda Serahkan Diri

JAYAPURA-Saat Kabupaten Puncak memanas dengan aksi penembakan yang dilakukan oleh…

Jumat, 16 April 2021 15:18

Pancasila dan Bahasa Indonesia Hilang dari PP SNP

JAKARTA– Lahirnya peraturan pemerintah (PP) No. 57 Tahun 2021 tentang…

Jumat, 16 April 2021 14:59

Beberapa Titik di Beoga Dikuasai TNI-Polri

JAYAPURA-Ratusan pasukan TNI-Polri berhasil memasuki wilayah Beoga untuk memberikan perlindungan…

Jumat, 16 April 2021 10:25

Ada Kontak Tembak, 40 Warga Sudah Dievakuasi dari Beoga

JAYAPURA– Evakuasi warga pendatang keluar dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak,…

Rabu, 14 April 2021 09:56
Dinilai Mulai Ada Resistansi dari Pemilih

Mayoritas Calon Dinasti Politik Tumbang

JAKARTA– Dinasti politik kini bukan jaminan bahwa calon kepala daerah…

Minggu, 11 April 2021 12:20
Harus Adaftif dan Terus Tingkatkan Kemampuan

Roll Out Ceremony, Bendera Indonesia Menempel di Bodi KF-X

JAKARTA- Peringatan HUT TNI AU ke-75 diselenggarakan secara sederhana. Namun,…

Sabtu, 10 April 2021 11:11

Suntikan Rp 8,2 Triliun Bangun Perbatasan, 222 Kecamatan Jadi Superprioritas

JAKARTA– Pembangunan kawasan perbatasan bakal terus digenjot. Hingga 2024, pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers