MANAGED BY:
SENIN
12 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 03 Maret 2021 14:00
Saatnya Berburu Rumah Impian, Harga Disebut Turun hingga 10 Persen
Hingga Agustus mendatang pemerintah memberikan stimulus pada sektor properti berupa penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian rumah tapak atau susun di bawah Rp 2 miliar.

PROKAL.CO,

Masyarakat yang sudah menabung untuk mendapatkan hunian impian bisa merealisasikannya tahun ini. Sebab hingga Agustus mendatang pemerintah memberikan stimulus pada sektor properti berupa penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian rumah tapak atau susun di bawah Rp 2 miliar.

 

BALIKPAPAN - Wakil Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan Andi Arief Mulya Dwi Hartono mengatakan, relaksasi perpajakan termasuk dalam bentuk insentif PPN ini merupakan salah satu usulan pihaknya untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Sebab, permintaan disebutnya sempat mati suri. Bukan hanya pada masa pandemi, tapi sejak industri batu bara anjlok pada 2015-2016 lalu.

Dia pun mengapresiasi pemerintah yang menampung usulan itu. Dengan sejumlah insentif yang ada, ia yakin sektor properti bisa tumbuh positif tahun ini. "Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah. Setelah sebelumnya ada kebijakan untuk DP boleh 0 persen, sekarang ada relaksasi perpajakan," ujarnya, Selasa (2/3).

Menurutnya, insentif ini bisa mendongkrak penjualan stok rumah yang siap huni. Namun secara keseluruhan, insentif ini tidak akan signifikan mendongkrak pertumbuhan sektor properti tahun ini. "Kalau untuk penjualan stok rumah mungkin berhasil. Namun, kalau untuk secara keseluruhan (pertumbuhan sektor properti) tidak kena sasaran," ungkapnya.

Kata dia, insentif PPN di sektor properti berbeda dengan insentif PPnBM pada mobil yang produknya sudah ada dan siap untuk dijual. Sedangkan pada rumah, pembangunan untuk segmen harga tersebut bisa memakan waktu 5-6 bulan. "Kalau rumah sampai Rp 2 miliar enggak mungkin 3 bulan jadi. Memang membantu untuk menjual stok, tapi enggak untuk sektor properti secara keseluruhan," tegasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 11 April 2021 20:58

Abu Batu Bara Berpotensi Jadi Primadona Baru dalam Pengembangan Industri

JAKARTA--FABA, yang lebih populer dengan sebutan limbah atau abu batu…

Minggu, 11 April 2021 12:05

Kelola Rp 140 T, BPKH Diminta Lebih Produktif Berinvestasi

JAKARTA– Data sampai akhir Desember 2020, dana haji yang dikelola…

Minggu, 11 April 2021 11:51

Dibayangi Ketidakpastian Global, IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan RI

JAKARTA– International Monetary Fund (IMF) telah merilis proyeksi ekonomi global,…

Minggu, 11 April 2021 11:48

Pemerintah Usulkan Kenaikan Tarif Listrik

Sejak 2017, tidak ada penyesuaian tarif listrik nonsubsidi. Padahal, berbagai…

Minggu, 11 April 2021 09:51

Indika Energy Kembangkan Proyek PLTS di Paser 

SAMARINDA – PT Indika Energy Tbk. (Indika Energy) membangun proyek…

Sabtu, 10 April 2021 10:47

IKN Akan Dapat Jaringan 5G

JAKARTA–Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membeberkan daftar 13 wilayah akan…

Jumat, 09 April 2021 12:04

Larangan Mudik Diklaim Tak Berpengaruh pada Kondisi Ekonomi

JAKARTA– Kebijakan larangan mudik dinilai tidak banyak berpengaruh terhadap perlambatan…

Jumat, 09 April 2021 12:00

Refinance Properti Belum Menjadi Pilihan

SURABAYA– Salah satu tujuan pemerintah lewat stimulus properti ialah mendorong…

Rabu, 07 April 2021 11:20

Ramadan Nanti, Harga Cabai Segera Normal

SAMARINDA- Harga cabai diprediksi normal pada momen Ramadan dan Idulfitri.…

Rabu, 07 April 2021 10:26

Reli Positif Kelapa Sawit, Harga TBS Tembus Rp 2.038 Per Kilogram

Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu sektor usaha yang tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers