MANAGED BY:
MINGGU
09 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 02 Maret 2021 11:25
Insentif KKB dan KPR Sudah Berlaku, Saatnya Beli Mobil dan Rumah
BUKAN BARU: Petugas membersihkan mobil bekas di ruang displai dilernya di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan (1/3). Pemberlakuan insentif PPnBM belum berdampak pada harga maupun kinerja penjualan mobil bekas. Salman Toyibi/Jawa Pos

Perusahaan, tambah dia, juga wajib menyampaikan faktur pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Demikian juga dengan laporan realisasi PPnBM DTP dan kinerja penjualan triwulan. ”Pengawasan dan evaluasi dapat dilakukan lewat kerja sama dengan instansi pemerintah di bidang perpajakan dan/atau melibatkan lembaga verifikasi independen,” ujarnya.

Bagi perusahaan yang tidak melaksanakan pembelian lokal, Kemenperin mengusulkan sanksi administratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perusahaan juga bakal dicoret dari daftar penerima fasilitas PPnBM DTP.

Agus optimistis, stimulus tersebut bakal menurunkan harga kendaraan bermotor produksi dalam negeri. Harga produk akan menjadi lebih terjangkau dan daya saingnya dengan produk impor meningkat. Itu juga bisa memicu kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih menjadi di atas 1 juta unit tahun ini. Itu sama dengan kinerja produksi 2019. ”Hal ini tentunya akan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri bahan baku dan komponen dalam negeri, terutama industri kecil menengah (IKM),” terangnya.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli mobil. Sebab, insentif PPnBM yang ditanggung pemerintah pada periode Maret–Mei 2021 sebesar 100 persen. ”Kalau mau beli mobil, sebaiknya sekarang sampai Mei karena PPnBM-nya 100 persen ditanggung pemerintah,’’ jelas Ani, sapaan Sri Mulyani.

Untuk pembelian pada Juni sampai Agustus 2021, insentif PPnBM menjadi hanya 50 persen. Angkanya berkurang lagi pada September hingga Desember 2021 menjadi hanya 25 persen PPnBM. ”Jadi, dalam hal ini, kami memang sengaja mendesain agar front loading. Tujuannya adalah memacu confidence dan secara simultan meningkatkan pemulihan ekonomi,’’ tandasnya. (agf/dee/tau/c13/hep)

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 07 Mei 2021 17:21

Tidak Latah Turunkan Bunga Kredit

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19-20 April…

Jumat, 07 Mei 2021 17:11

Jumlah Pengangguran Kaltim Menurun

SAMARINDA - Jumlah pengangguran di Kaltim terus mengalami penurunan. Hal…

Kamis, 06 Mei 2021 16:26

PHI Catatkan Kinerja Positif, Produksi Gas dan Minyak Lampaui Target

BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mencatat kinerja positif…

Kamis, 06 Mei 2021 16:25

Kepatuhan Wajib Pajak di Kaltim Ditarget 76 Persen

BALIKPAPAN - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara…

Kamis, 06 Mei 2021 15:18

Stok Cabai Perlu Cold Storage

JAKARTA– Sebagai komoditas yang pasokan dan harganya fluktuatif, cabai perlu…

Kamis, 06 Mei 2021 15:12

Indonesia di Jurang Resesi, Pertumbuhan Kuartal I Minus Lagi

JAKARTA– Meski mulai memasuki tahap pemulihan ekonomi, faktanya Indonesia masih…

Kamis, 06 Mei 2021 10:21

Berharap Tempat Rekreasi Boleh Beroperasi

Liburan Idulfitri menjadi asa bagi bisnis rekreasi. Larangan mudik diprediksi…

Kamis, 06 Mei 2021 10:20

Musim Panen Bikin Daya Beli Petani Kaltim Melejit

SAMARINDA – Daya beli petani Kaltim terus menunjukkan peningkatan. Pada…

Kamis, 06 Mei 2021 10:19

Lifting Migas Kalsul Belum Capai Target, Tunggu Kontribusi Lapangan Merakes

BALIKPAPAN- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan…

Kamis, 06 Mei 2021 08:48

King Koil Luncurkan Koleksi Matras Terbaru Signature Gold Response Series

Pertama di Indonesia matras dilengkapi dengan teknologi Auto Body Zoning…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers