MANAGED BY:
MINGGU
11 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 02 Maret 2021 11:04
AYO MUMPUNG..!! Harga Mobil Turun Hingga Rp 65 Juta
Masyarakat yang ingin mewujudkan impian memiliki mobil baru tidak boleh melewatkan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang diberikan pemerintah di masa pandemi. Sebab, berkat aturan tersebut, harga mobil baru turun puluhan juta rupiah.

PROKAL.CO,

Masyarakat yang ingin mewujudkan impian memiliki mobil baru tidak boleh melewatkan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang diberikan pemerintah di masa pandemi. Sebab, berkat aturan tersebut, harga mobil baru turun puluhan juta rupiah.

 

BALIKPAPAN - Sales Supervisor Auto2000 Balikpapan Sudirman Herry Seftiyanto mengatakan, beberapa produk Toyota bakal mengalami penurunan harga seiring penerapan insentif PPnBM 0 persen. “Mobil yang turun harga untuk Toyota ada Avanza, Rush, Yaris, Vios, dan Sienta. Penurunannya bervariasi, dari Rp 12 juta hingga paling tinggi Rp 65 juta,” katanya, Senin (1/3).

Sebagai contoh, sambung Herry, Avanza E MT yang biasa dibanderol Rp 231,27 juta, setelah diberlakukan aturan tersebut menjadi Rp 218,7 juta. Kemudian, yang paling tinggi Toyota Vios dari harga Rp 378,2 juta menjadi Rp 313,02 juta. Penurunan harga ini diharapkan bisa mendongkrak daya beli masyarakat, khususnya untuk mobil penumpang. Karena selama pandemi Covid-19 penjualannya tergerus cukup dalam.

Senada, Branch Manager PT Mandau Berlian Sejati MT Haryono Wibowo Wonanto menyebut, untuk Mitsubishi ada produk Xpander yang harganya akan turun. “Harga turun sekitar Rp 13 jutaan. Contohnya untuk Xpander diskon dari kantor Rp 12 juta ditambah potongan PPnBM Rp 13 juta jadi total potongan total Rp 25 juta,” jelasnya.

Ia menyampaikan, upaya ini bisa menjadi salah satu solusi mendongkrak penjualan. Terlebih sejauh ini belum ada bantuan untuk industri otomotif. “Utamanya kepada konsumen end user. Belum ada bantuan. Uang muka 0 persen itu sulit dijalankan. Pembebasan pajak bisa jadi solusi,” bebernya.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 11 April 2021 20:58

Abu Batu Bara Berpotensi Jadi Primadona Baru dalam Pengembangan Industri

JAKARTA--FABA, yang lebih populer dengan sebutan limbah atau abu batu…

Minggu, 11 April 2021 12:05

Kelola Rp 140 T, BPKH Diminta Lebih Produktif Berinvestasi

JAKARTA– Data sampai akhir Desember 2020, dana haji yang dikelola…

Minggu, 11 April 2021 11:51

Dibayangi Ketidakpastian Global, IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan RI

JAKARTA– International Monetary Fund (IMF) telah merilis proyeksi ekonomi global,…

Minggu, 11 April 2021 11:48

Pemerintah Usulkan Kenaikan Tarif Listrik

Sejak 2017, tidak ada penyesuaian tarif listrik nonsubsidi. Padahal, berbagai…

Minggu, 11 April 2021 09:51

Indika Energy Kembangkan Proyek PLTS di Paser 

SAMARINDA – PT Indika Energy Tbk. (Indika Energy) membangun proyek…

Sabtu, 10 April 2021 10:47

IKN Akan Dapat Jaringan 5G

JAKARTA–Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membeberkan daftar 13 wilayah akan…

Jumat, 09 April 2021 12:04

Larangan Mudik Diklaim Tak Berpengaruh pada Kondisi Ekonomi

JAKARTA– Kebijakan larangan mudik dinilai tidak banyak berpengaruh terhadap perlambatan…

Jumat, 09 April 2021 12:00

Refinance Properti Belum Menjadi Pilihan

SURABAYA– Salah satu tujuan pemerintah lewat stimulus properti ialah mendorong…

Rabu, 07 April 2021 11:20

Ramadan Nanti, Harga Cabai Segera Normal

SAMARINDA- Harga cabai diprediksi normal pada momen Ramadan dan Idulfitri.…

Rabu, 07 April 2021 10:26

Reli Positif Kelapa Sawit, Harga TBS Tembus Rp 2.038 Per Kilogram

Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu sektor usaha yang tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers