MANAGED BY:
JUMAT
16 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Selasa, 02 Maret 2021 10:41
Turnamen Pramusim Wajib Terealisasi
WAJIB JALAN: Erol FX Iba mendukung penuh langkah PSSI dan PT Liga Indonesia Baru menggelar turnamen pramusim, baik untuk Liga 1 maupun Liga 2. ANGGI PRADITHA/KP

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN-Wacana bergulirnya turnamen pramusim untuk tim kontestan Liga 2 disambut hangat seluruh elemen yang terlibat di kompetisi kasta kedua di Tanah Air itu. Bahkan mereka berharap agenda itu tidak sebatas wacana. Sebisanya diupayakan agar bisa terlaksana.

Hal tersebut disampaikan Erol FX Iba. Pria yang hingga musim lalu menjadi bagian dari tim pelatih Persiba Balikpapan itu menilai rencana gelaran turnamen pramusim khusus Liga 2 wajib terealisasi. Dia menilai, klub-klub Liga 2 mesti beradaptasi dengan protokol kesehatan (prokes).

Pasalnya, prokes akan menjadi elemen prioritas dalam segala kegiatan saat ini. Sekaligus menjadi pilot project yang tepat sebelum menggulirkan kompetisi musim ini. “Tentu klub-klub antusias, makanya turnamen ini harus bisa berjalan. Apalagi kami juga mesti mulai beradaptasi dengan prokes,” kata Erol.

Soal pernyataan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mengomentari keputusan kepolisian dalam pemberian izin pengguliran turnamen, Erol menanggapi santai. Ia menilai, adalah hal wajar IDI berkomentar. Namun, bagi Erol, yang paling penting adalah semua komponen kompetisi konsisten menerapkan prokes. “Selama kita taati semua protokol, mestinya tak perlu takut berlebihan. Ini juga jadi kesempatan sepak bola Indonesia buat bangkit,” terangnya.

Belum lama ini, IDI memang mengkritik rencana pagelaran turnamen pramusim. Mereka menilai turnamen ini tak sejalan dengan kebijakan PPKM Mikro yang saat ini dijalankan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, PSSI melalui Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yunus Nusi menyebut mereka menghargai kekhawatiran IDI. "PSSI menghargai dan menghormati apa yang menjadi kekhawatiran IDI. Akan tetapi, PSSI juga harus menghargai masa depan pemain, pelatih, beserta keluarganya yang sebagian besar menggantungkan hidup dan rezekinya di sepak bola," tutur Yunus Nusi, dilansir laman PSSI. (hul/ndy/k16)


BACA JUGA

Jumat, 16 April 2021 14:57

Miller Sulit Ulang Memori Manis

PORTIMAO– Harapan pembalap Ducati Jack Miller bangkit tahun ini agak…

Jumat, 16 April 2021 14:32

Mencari Mr Flexibility Sejati

JIKA semifinal Liga Champions musim lalu didominasi tiga pelatih asal…

Jumat, 16 April 2021 14:19

Duo Mendy yang Nyaris Pensiun Dini

SEMIFINAL Liga Champions musim ini bakal melibatkan tiga pemain dengan…

Jumat, 16 April 2021 13:09

Mengulang Final Klub Inggris atau Magis Pelatih Paro Musim

NYON– Bayern Muenchen sukses memenangi Liga Champions musim lalu (2019–2020)…

Jumat, 16 April 2021 10:20

Gusur Real Madrid, Barcelona Menjadi Klub Terkaya di Dunia

Real melantik presiden baru tapi lama. Ya, Florentino Perez kembali…

Kamis, 15 April 2021 22:55

Danni Koswara Nakhoda Baru ESI Kaltim

Kolonel Infanteri Danni Koswara resmi memimpin E-sports Indonesia  (ESI) Kaltim.…

Kamis, 15 April 2021 14:31

Ducati Tetap Ingin Enam Motor

MotoGP 2021 baru berjalan dua seri. Namun, utak-atik line-up motor…

Kamis, 15 April 2021 11:10

Manu Masih Sesalkan Hasil di Muenchen

KIPER Bayern Muenchen Manuel Neuer masih menyesalkan hasil kekalahan 2-3 yang…

Kamis, 15 April 2021 10:05
Slavia Praha vs Arsenal

Misi Menyelamatkan Kursi Arteta

PRAHA– Arsenal tidak pernah absen berlaga di kompetisi antarklub Eropa…

Kamis, 15 April 2021 10:03
Manchester United vs Granada

Panggung untuk Rekrutan Rp 1,2 T

JIKA Arsenal membutuhkan kemenangan untuk lolos ke semifinal Liga Europa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers