MANAGED BY:
MINGGU
18 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Senin, 01 Maret 2021 10:57
Merealisasikan Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

PROKAL.CO,

Oleh:

Aldi Pebrian

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kaltim

 

Pemerintah Indonesia membuat kebijakan akan membuka sekolah secara keseluruhan pada Juli 2021. Buntut kebijakan ini telah dilakukannya vaksinasi ke sekitar 5,7 juta guru. Pemerintah memang mempunyai wacana untuk diadakannya sekolah tatap muka pada awal tahun. Namun, kurva angka positif kian meningkat, sehingga pemerintah membatalkan kebijakan tersebut awal tahun. Pemerintah beranggapan salah satunya bahwa sekolah dengan daring membuat siswa tidak efektif dalam proses belajar mengajar. Vaksinasi terhadap tenaga kependidikan menjadi salah satu prioritas di periode kedua vaksinasi Covid-19, sehingga persiapan ini sudah direncanakan matang-matang oleh pemerintah agar segera sekolah tatap muka dilaksanakan.

Ketika mencuat kabar kebijakan ini, muncul beberapa problem. Penulis mencoba memfokuskan problem tersebut kepada perlindungan anak. Menurut UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No 32 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak Pasal 1 angka 1 menyebutkan “anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan” maka dari sekolah dasar hingga jenjang sekolah menengah yang belum berusia 18 tahun masih dianggap anak. Selanjutnya  Pasal 1 angka 2 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak menyebutkan “perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan kekerasan dan diskriminasi.” Daripenjabaran ini, perlindungan anak sangat komprehensif, perlindungan tersebut diberikan agar anak bertumbuh sebagaimana mestinya hingga bersosialisasi terhadap lingkungannya dengan optimal. Berarti dalam kebijakan ini perlindungan anak menjadi prioritas pemerintah dan sekolah agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 12 April 2021 12:02

Potensi Perempuan Membangun Daerah 

Belum lama ini muncul berita tentang kemacetan di Terusan Suez,…

Sabtu, 10 April 2021 09:59

Suara Suami dari Tuhan?

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Selasa, 06 April 2021 10:19

Mind Map untuk Presentasi Daring

Oleh: Tika Andriyani (Guru IPA di SMP Negeri 6 Loa…

Jumat, 02 April 2021 12:39

Bom Jelang Ramadan

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri     INDONESIA…

Sabtu, 27 Maret 2021 10:49

Suntik Hati

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Sabtu, 20 Maret 2021 09:38

Marhaban Ya Ramadan (Dini)

Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda   Mungkin ada yang bertanya,…

Selasa, 16 Maret 2021 09:56

Pesona Warisan Geologi Karst Sangkulirang-Mangkalihat

CATATAN Faried Rahmany Penyelidik Bumi di Dinas ESDM Kaltim  …

Sabtu, 13 Maret 2021 10:38

Perempuan dan Isra Mikraj

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 05 Maret 2021 12:02

Legalisasi Minuman Keras

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Senin, 01 Maret 2021 10:57

Merealisasikan Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

Oleh: Aldi Pebrian Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kaltim  …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers