MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 26 Februari 2021 10:48
Enam Kepala Daerah di Kaltim Dilantik, Banyak PR Menanti, Tak Ada Bulan Madu
Gubernur melantik enam kepala daerah di Kaltim.

Melihat genealogi politik para kepala daerah yang menggantikan petahana, mereka sebenarnya tidak benar-benar baru. Jika diurai visi, misi, dan programnya, relatif masih sama dengan rezim sebelumnya.

 

SAMARINDA–Jumat (26/2), enam kepala daerah di Kaltim hasil Pilkada Serentak 2020 bakal dilantik. Ada wajah lawas, ada pula wajah baru. Tapi mereka sebenarnya politikus lama. Para kepala daerah ini, punya banyak pekerjaan rumah di berbagai bidang. Jika tak bisa buat gebrakan, maka kepercayaan publik bakal terkikis.

Apalagi, pekerjaan rumah besar sudah menanti para kepala daerah yang dipilih dan dilantik di tengah pandemi Covid-19. Akademisi hukum tata negara Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah mengatakan, pekerjaan rumah jangka pendek yang harus segera dikerjakan tentu saja soal penanganan pandemi Covid-19. Bukan sekadar masalah kesehatannya, tapi juga sektor terdampak. Terutama ekonomi, pendidikan, sosial, dan lainnya.

Jadi penanganan aspek kesehatannya, harus linear dengan penanganan di sektor lainnya. “Jadi tidak ada lagi istilah bulan madu bagi pasangan terpilih. Sebab, harus segera bekerja untuk menangani pandemi ini," katanya. Lelaki yang akrab disapa Castro itu menambahkan, masyarakat paham bahwa daerah-daerah di Kaltim ini memiliki problematika lingkungan hidup yang serupa. Untuk itu, pemulihan di sektor lingkungan hidup ini harus dijadikan prioritas berikutnya. Mulai kerusakan lingkungan akibat dampak dari industri ekstraktif, banjir, konflik tenurial (lahan), hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prioritas yang tidak kalah penting dan sama sekali tidak boleh dinafikan adalah pembenahan di sektor hukum dan korupsi. "Masalah penegakan hukum, terutama terhadap kasus korupsi dan lingkungan, harus segera dibenahi. Pemerintah harus punya concern terhadap hal-hal yang berpotensi korupsi, dan belakangan kontroversial di tengah publik. Mulai pembenahan perusda, penataan aset daerah, proyek infrastruktur, pengawasan APBD, hingga konflik kepentingan," jelasnya.

Lelaki berkacamata ini menambahkan, ekonomi menjadi prioritas berikutnya yang harus dikerjakan. Daerah harus berani melepaskan ketergantungan terhadap industri ekstraktif, yang pada saat bersamaan harus serius membangun sektor pangan daerah. Dengan demikian, kemandirian pangan dapat dicapai. "Di sektor sosial politik. Untuk melakukan empat hal di atas, kepala daerah dan wakilnya harus menggairahkan partisipasi publik, untuk mendorong peran serta dalam proses pembangunan daerah. Sebab, daerah ini adalah milik seluruh rakyat, bukan milik kepala daerah dan wakilnya. Harus dibiasakan agar setiap keputusan strategis, harus melibatkan partisipasi publik secara luas," tegasnya.

Wajah-wajah baru, baiknya mampu memberi gebrakan. Apalagi, ada beberapa daerah yang sebelumnya bertahun-tahun dikepalai orang-orang itu saja. Misalnya, Samarinda yang 20 tahun bergantung kepemimpinan Syaharie Jaang. Sementara di Kukar dan Mahakam Ulu, menjadi periode kedua bagi Edi Damansyah dan Bonifasius Belawan Geh sebagai bupati.

Castro mengatakan, melihat genealogi politik para kepala daerah yang menggantikan petahana ini, mereka sebenarnya tidak benar-benar baru. Jika diurai visi, misi, dan programnya, relatif masih sama dengan rezim sebelumnya. Jadi soal progresif atau tidaknya, sangat ditentukan dua hal.

"Pertama, apa program yang mereka tawarkan sebagai anti-tesa kegagalan rezim sebelumnya. Kedua seberapa luas ruang partisipasi publik yang mereka sediakan dalam pengambilan kebijakan," paparnya. Di sisi lain, pelantikan enam kepala daerah ini nantinya melalui virtual.

Pelantikan secara langsung hanya dilakukan untuk bupati Mahakam Ulu. Enam kepala daerah yang bakal dilantik besok adalah Andi Harun-Rusmadi (Samarinda), Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bulang (Kutim), Fahmi Fadly-Syarifah Masitah Assegaf (Paser), Sri Juniarsih-Gamalis (Berau), Edi Damansyah-Rendi Solihin (Kukar), dan Bonifasius Belawan Geh-Yohanes Avun (Mahakam Ulu).

Dijelaskan Kepala Biro Pemerintahan, Perbatasan dan Otonomi Daerah (PPOD) Setprov Kaltim Deni Sutrisno, awalnya pada H-2 jelang pelantikan, baru empat daerah yang sudah turun SK-nya dari Kemendagri. "Dua masih ditunggu sampai malam," kata Deni. Hal itu diamini Kepala Biro Humas Setprov Kaltim Syafranuddin. Dia menjelaskan, info empat SK Mendagri hingga kemarin siang yang sudah terbit yakni Mahakam Ulu, Berau, Paser, dan Samarinda. "Masih ada dua daerah yang ditunggu SK-nya hingga malam, yaitu Kutim dan Kukar," jelasnya.

Dia melanjutkan, dari berbagai kabupaten dan kota yang dilantik, hanya Mahakam Ulu yang melakukan pelantikan langsung. Sisanya melakukan pelantikan secara virtual. Pasalnya, di Mahakam Ulu jaringan internet belum prima. Sehingga, berisiko gangguan jika dilakukan secara virtual. Persiapan Pemprov Kaltim dalam melaksanakan pelantikan enam kepala daerah hasil Pilkada Tahun 2020 sudah disampaikan ke pusat.

“Pemprov Kaltim dipimpin asisten Tata Pemerintahan dan Kesra bersama Karo Pemerintahan serta Karo Umum, secara detail menerangkan persiapan terkait pelantikan termasuk jaringan telekomunikasi yang disiapkan,” bebernya. Lanjut lelaki yang akrab disapa Ivan tersebut, mengutip keterangan Dirjen Otda, pada 26 Februari 2021 ada 178 kepala daerah yang dilantik. Dari sembilan kabupaten/kota di Kaltim yang melaksanakan pelantikan kepala daerah tahun ini, akan terbagi menjadi beberapa gelombang

Sebab, kepala daerah hasil Pilkada 2015 dilantik dalam tiga gelombang. Pada 17 Februari 2016, pasangan Rita Widyasari–Edi Damansyah dilantik sebagai bupati dan wabup Kukar, kemudian Yusriansyah Syarkawi–M Mardikansyah (Paser), Ismunandar–Kasmidi Bulang (Kutim), Bonifasius Belawan Geh–Y Juan Jenau (Mahulu) dan Syaharie Jaang–H Nursyiwan Ismail (Samarinda) dan Muharram–H Agus Tamtomo untuk Berau.

Gelombang kedua pada 23 Maret 2016, giliran Neni Moerniaeni–Basri Rase dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota Bontang, serta FX Yapan–H Edyanto Arkan (Kubar) sebagai bupati dan wabup Kubar. Sementara pasangan Rizal Effendi dan Rahmad Mas’ud dilantik pada 30 Mei 2016.

Terkait hal itu, Biro PPOD sudah menjadwalkan gelombang pelantikan. Setelah gelombang pertama hari ini, tahapan selanjutnya pada 23 Maret 2021. Yakni, pelantikan wali kota dan wakil wali Kota Bontang.

Menyusul kemudian pelantikan bupati dan wakil bupati Kutai Barat pada 19 April 2021, dan pelantikan wali kota dan wakil wali Kota Balikpapan pada 30 Mei 2021. (nyc/riz/k8)


BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 13:51

Draf RUU Kaltim Tak Bahas IKN

BALIKPAPAN–Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kaltim terus dikebut. Ditargetkan…

Jumat, 24 September 2021 13:50

Pesut Mahakam Hidupnya Makin Terancam

Hidup pesut mahakam makin nelangsa. Hanya sungai kecil di ujung…

Jumat, 24 September 2021 13:07

Tak Mudah Mendapatkan Plasma Konvalesen

KETIKA kasus Covid-19 berada di puncaknya, Unit Transfusi Darah Palang…

Kamis, 23 September 2021 15:36

Ironi Tambang di Bukit Tengkorak, Konsep Forest City di IKN Terkesan Retorika

Gerak cepat pengungkapan kasus tambang ilegal di konsesi PT Multi…

Kamis, 23 September 2021 15:11

Sengketa Lahan di Dekat IKN Makin Banyak, Disarankan Bentuk Tim Terpadu

PENAJAM -Sengketa lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus…

Rabu, 22 September 2021 13:25

Gara-Gara Ini, Level PPKM Balikpapan Batal Turun

BALIKPAPAN-Pemerintah mengumumkan Kota Balikpapan masih masuk Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Selasa, 21 September 2021 13:15

Perlu Rp 628 Miliar Tangani Banjir Balikpapan

BALIKPAPAN-Masalah banjir masih menghantui Balikpapan hingga akhir tahun. Pasalnya, Kota…

Senin, 20 September 2021 11:04

Kebun Sawit Rambah Tahura Bukit Soeharto, Program Kemitraan Konservasi Jadi Celah Alasan

TENGGARONG-Selain tambang ilegal, kebun sawit liar juga dituding ikut merusak…

Senin, 20 September 2021 11:01

PI 10 Persen untuk PPU Tunggu Gubernur

PENAJAM-Participating interest (PI) 10 persen pengelolaan blok migas jatah Pemerintah…

Senin, 20 September 2021 11:00

Rosatom Bangun Industri Nuklir, Kerja Sama Batan-Pemprov Kaltim di Buluminung

Perusahaan energi atom Rosatom Rusia bersama Pusat Kajian Sistem Energi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers