MANAGED BY:
MINGGU
09 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 24 Februari 2021 14:16
Abu

Dia pernah bergumam, sejak zaman Belanda sampai sekarang orang-orang seperti dirinya selalu didiskriminasi, dianggap warga negara kelas dua, bukan asli Indonesia. Padahal dari buyut sampai ayahnya bekerja keras untuk bangsa ini. Sebelum Indonesia merdeka itu ada. Bahkan, orang-orang Tionghoa lebih dulu datang dan tinggal di Nusantara dibanding orang-orang Eropa yang malah menjadi penjajah kemudian.

Pada 1854, diketok UU Regerings Reglement di mana masyarakat di Hindia Belanda menjadi dibedakan antara golongan Eropa dan Jepang, Timur Jauh, dan bumiputra. Yang akhirnya menjadi diskriminasi antar-etnis.

Dan sisa-sisa warisan penjajah itu masih bertahan sampai generasi sekarang. Menurut Wiguno, guru besar politik dan sejarah dunia seperti Ben Anderson pernah bilang, diskriminasi rasial itu adalah produk konstruksi sosial politik yang terkait dengan sejarah kolonial Belanda.

“Sayangnya, kita tak mau belajar. Padahal aku lahir di Samarinda, minumnya air Mahakam. Tumbuh dengan asupan makanan dari tanah yang sama, tetapi orang-orang tetap menganggap aku seolah pendatang dari negara lain. Aku ini WNI sejak lahir, bahkan sebelum lahir,” gumamnya setengah pias.

Aku jadi bisa memahami orang-orang semacam Mas Wieg jadi tertutup, cenderung introvert. Tak terlalu akrab dengan tetangga, tak terlalu punya banyak teman, sibuk pada bisnisnya sendiri. Tentu itu bukanlah kejahatan. Orang-orang Melayu yang lebih dulu melekatkan streotype kepada mereka. Tionghoa meskipun merupakan nebula kebudayaan yang memberi banyak bagi Nusantara sebagaimana Islam dan India, tetap menjadi entitas yang paling banyak didiskriminasi.

***

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 30 April 2021 10:52

Benda-Benda Sriwijaya Air SJ-182 Disebut Milik Kru Nanggala-402

KABAR palsu yang mengikuti musibah tenggelamnya KRI Nanggala-402 masih terus bermunculan.…

Rabu, 28 April 2021 12:45

Hoax KRI Nanggala-402 Ditembak Kapal Selam Prancis

BERITA palsu tentang penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali banyak…

Selasa, 27 April 2021 11:05

Salah Peruntukan Alat Tes Rapid Antigen

FAKTA Menggunakan alat tes rapid antigen untuk mengetes air keran…

Selasa, 27 April 2021 11:05

Hanya Pingsan, Bukan Meninggal

FAKTA Perempuan bernama Tanja Erichsen, kepala Badan Obat-obatan Denmark, itu…

Jumat, 23 April 2021 12:06

Hoax Siswa SMA di Papua Ditembak Mati TNI/Polri

KEMATIAN seorang siswa di Papua beberapa waktu silam malah dijadikan bahan…

Rabu, 21 April 2021 17:10

Salah Gambar Antrean Kapal di Terusan Suez

FAKTA Video deretan kapal tongkang tak bergerak di lautan itu…

Rabu, 21 April 2021 17:09

Hoaks Rizieq Berteriak Disiksa Densus 88

FAKTA Teriakan Rizieq Syihab itu direkam saat dia dibawa masuk…

Selasa, 13 April 2021 10:22

Bikin Presiden Terkesan Sangar

FAKTA Judul berita unggahan akun Facebook Mulyadi Herlambang itu hasil…

Selasa, 13 April 2021 09:56

Hoaks Pelaku Penyerangan di Mabes Polri Tak Bawa Senjata

AKUN Facebook Ali Assegaf menyebar kabar mengejutkan. Dia menyebut perempuan…

Selasa, 06 April 2021 10:18

Hoax Petugas yang Membawa Rizieq Langsung Sakit

FAKTA: Pria dalam video yang mengaku pusing dan lemas itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers