MANAGED BY:
MINGGU
01 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 24 Februari 2021 14:16
Abu

PROKAL.CO,

Oleh; Chai Siswandi

(Petani, tinggal di Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara)

 

Gigil dingin menyelimuti jembatan tempat kami berdiri. Tacik memintaku menemaninya ke Jembatan Mahakam. Pagi-pagi sekali aku meluncur dari Kota Bangun naik Supra yang dipinjamkan negara. Atas nama sebuah ikatan persahabatan. Untuk melarung abu Wiguno.

Di simpang tiga Sungai Kunjang, Kartini, kakak perempuan Wiguno yang biasa kupanggil Tacik, sudah menunggu. Setelah menitip sepeda motor di dekat pos polisi, kami berjalan kaki  menuju tengah jembatan di lajur pejalan kaki.

Jembatan bercat kuning terkelupas, bertuliskan Mahakam. Lantai pejalan kaki yang terbuat dari pelat besi berderak-derak. Lalu lintas pagi itu belum terlalu ramai. Hanya kami yang ada di lajur pejalan kaki, tepat di bawah lengkung baja penopang jembatan itu.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 07:40

Curah Hujan Tinggi Ancam Pengadaan Beras

<div> <div> <strong>PENAJAM </strong>- Curah hujan tinggi yang diperkirakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers