MANAGED BY:
RABU
28 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Rabu, 24 Februari 2021 12:27
Ketika Orang Tua Terus Membela Anak, Salahkah...?

Bentuk teguran yang diberikan tentunya disesuaikan dengan usia anak, jenis kelamin, dan hukuman yang mungkin akan diberikan pada anak. Dan, orangtua tak bisa langsung main fisik.

“Main fisik untuk menegur kesalahan yang diperbuat anak bukan langkah tepat,” katanya.

Ketika salah satu orangtua menegur, ibu atau ayah tak boleh membela. Pembelaan yang diberikan justru akan membuat anak tak bertanggung jawab. Anak merasa ia akan selalu dilindungi ayah atau ibunya.

“Contohnya, ketika mendapati mainan anak yang baru dibeli rusak. Orangtua harus bisa membuat anak sadar bahwa ia melakukan kesalahan hingga menyebabkan mainan barunya rusak,” papar Dewi.

Orangtua bisa menjelaskan alasan sehingga anak mendapat teguran. Teguran ini bukan bentuk melukai anak. Tapi, membuat anak mempelajari sesuatu dan belajar tanggung jawab.

“Biasakan mulai dari hal kecil. Tentu saja pembiasaan ini akan berlanjut hingga dewasa. Sehingga, ketika nantinya anak melakukan kesalahan, ia bisa bertanggung jawab. Jika anak terus-menerus dibela, tentu ia akan menjadi sosok yang manja,” ungkap Dewi.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 10:36

RS IA Moeis Menuju Excellent Service

<div style="text-align: justify;"> <strong>LANGKAH</strong> cepat untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers