MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 23 Februari 2021 10:35
Menggenjot Peran Jasa Keuangan
OJK Minta LJK Percepat Program PEN
Made Yoga Sudharma

Lembaga jasa keuangan (LJK) di Kaltim diminta mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN) lewat pemberian subsidi bunga pinjaman bagi debitur perbankan maupun lembaga pembiayaan yang terdampak corona. Serta bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dalam hal penempatan dana pemerintah di perbankan nasional.

 

SAMARINDA- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Made Yoga Sudharma mengatakan, pihaknya terus menjalin kerja sama dengan stakeholder yang lain seperti Kemenkeu, lembaga penjamin simpanan (LPS) dan Bank Indonesia untuk bersama-sama merumuskan formula yang tepat dalam mempercepat program PEN.

Saat ini, OJK menetapkan kebijakan sebagai tindak lanjut stimulus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan sektor jasa keuangan. Berbagai relaksasi kebijakan prudensial sektor jasa keuangan secara temporer dilahirkan untuk mendorong pertumbuhan kredit yang lebih cepat. “Kami juga meminta LJK mempercepat program PEN lewat keringanan yang sudah ditetapkan OJK,” katanya, Minggu (21/2).

Made menjelaskan, untuk meminimalisasi dampak Covid-19 pihaknya juga berperan aktif mendukung program PEN. Setelah sukses pada restrukturisasi kredit, tahun ini diterapkan kebijakan perbankan seperti kredit kendaraan bermotor dengan menurunkan bobot risiko kredit (ATMR) menjadi 50 persen bagi kredit kendaraan bermotor (KKB) dari sebelumnya 100 persen.

Perbankan yang memenuhi kriteria profil risiko 1 dan 2 dimungkinkan untuk memberikan uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar 0 persen. Untuk kebijakan perbankan selanjutnya, yaitu kebijakan kredit beragun rumah tinggal.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas penerapan relaksasi prudensial yang telah dikeluarkan pada 2018 dan belum secara optimal diterapkan untuk mendukung program sejuta rumah, yaitu kebijakan terkait bobot risiko ATMR kredit beragun rumah tinggal yang granular dan ringan tergantung pada rasio loan to value (LTV).

Selain itu kebijakan kredit sektor kesehatan. Sebagai upaya dukungan langsung di sektor kesehatan untuk mengatasi pandemi, OJK menetapkan bahwa kredit untuk sektor kesehatan dikenakan bobot risiko sebesar 50 persen dari sebelumnya 100 persen.

Sementara untuk kebijakan perusahaan pembiayaan, ada kebijakan pembiayaan kendaraan bermotor. Yaitu dengan menurunkan bobot risiko pembiayaan (ATMR) menjadi 25-50 persen dari sebelumnya 37,5-75 persen untuk pembiayaan multiguna.

Kemudian ATMR 0 persen untuk program kepemilikan kendaraan bermotor bagi perusahaan yang memiliki car ownership program (COP), dan perusahaan pembiayaan yang memenuhi kriteria tingkat kesehatan tertentu dimungkinkan untuk memberikan uang muka pembiayaan kendaraan bermotor sebesar 0 persen. “Kami optimistis program lanjutan PEN tahun ini akan membuat kinerja LJK semakin baik,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menuturkan, insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor diharapkan menjadi pengungkit daya saing industri otomotif nasional akibat dampak pandemi. Pemberian insentif PPnBM tersebut akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan, dengan masing-masing tahapan akan berlangsung selama tiga bulan.

Insentif PPnBM sebesar 100 persen dari tarif akan diberikan pada tahap pertama, lalu diikuti PPnBM sebesar 50 persen dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua, dan insentif PPnBM 25 persen dari tarif akan diberikan pada tahap ketiga. "Besaran insentif ini akan dilakukan evaluasi setiap tiga bulan. Kebijakan ini diyakini akan mendorong demand side dari industri otomotif," bebernya.

Agus menjelaskan bahwa industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Saat ini, terdapat 22 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia. "Sektor ini telah menyumbangkan nilai investasi sebesar Rp 99,16 triliun dengan total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38,39 ribu orang," urainya. (ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 20 Oktober 2021 22:48

Arsjad Rasjid Lantik Pengurus KADIN Indonesia Periode 2021 - 2026

JAKARTA --- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia,…

Rabu, 20 Oktober 2021 00:22

SKK Migas dan Seluruh KKKS, Ciptakan Multiplier Effect Hulu Migas Bagi Daerah

SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:55

Vaksinasi Bantu UMKM Bangkit

BALIKPAPAN - Pelaksanaan vaksinasi di Bumi Etam yang semakin masif…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:54

Penjualan Alat Berat Meroket

BALIKPAPAN - Industri alat berat menunjukkan tren kenaikan penjualan pada…

Senin, 18 Oktober 2021 11:55

Buka Opsi Pailit, Kementerian BUMN Siapkan Pelita Air Gantikan Garuda

Kementerian Negara BUMN membuka opsi memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) yang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:33

FIFGROUP FEST Beri Kejuatan Promo Untuk Warga Samarinda

SAMARINDA –FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:58
Tingkatkan Literasi Pasar Modal dengan CMSE 2021

Investor Kaltim Tumbuh 65 Persen

Literasi serta edukasi pasar modal terus digencarkan oleh Self-Regulatory Organization…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:56

Bankaltimtara Dekati Milenial dengan Layanan Digital

SAMARINDA- Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) dalam…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:52

Bankaltimtara Himpun DPK Rp 1,7 Triliun

BALIKPAPAN - Alunan musik lembut bergema di lantai tiga kantor…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:03

Sudah Dilonggarkan tapi Tetap Protokol Kesehatan Ketat, Hunian Hotel Belum Naik Signifikan, Penerbangan Menggeliat

Pelonggaran yang diberikan pemerintah seiring dengan perubahan status pemberlakuan pembatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers