Adu Skema Tiga Defender

- Selasa, 23 Februari 2021 | 09:47 WIB
Koke akui betapa susahnya menang lawan Chelsea.
Koke akui betapa susahnya menang lawan Chelsea.

BUKARES– Ada yang berubah dari strategi entrenador Atletico Madrid Diego Simeone musim ini. Kerap absennya dua bek kanan, Kieran Trippier dan Sime Vrsaljko, membuat Simeone mengubah skema favoritnya, 4-4-2, menjadi tiga bek (3-4-2-1, 3-1-4-2, 3-5-2).

Skema yang kebetulan cocok saat ATM menghadapi Chelsea dalam babak 16 besar Liga Champions 2020–2021. First leg dimainkan di kandang ATM. Bukan Wanda Metropolitano, melainkan Arena Nationala di Bukares dini hari nanti karena kebijakan pandemi Covid-19 dari pemerintah Spanyol (siaran langsung SCTV/Champions TV 1 pukul 03.00 WIB).

Dari 18 laga mengusung skema tres atras (tiga bek), Simeone 13 kali mempersembahkan kemenangan untuk Los Rojiblancos dan hanya 2 kali menelan kekalahan. Tapi, kekalahan justru diderita dalam pertandingan terakhir sebelum menghadapi Chelsea. Yaitu, saat dipermalukan Levante 0-2 di Wanda Metropolitano (21/2).

Selain Levante, skema tres atras ATM tak berdaya kala menghadapi Real Madrid (kalah 0-2). Hal itulah yang memunculkan keraguan terhadap strategi tres atras Cholo (julukan Simeone) bakal sukses kontra Chelsea.

Apalagi, The Blues sedang menjalani bulan madu bersama tactician pengusung skema back three, Thomas Tuchel. Tujuh laga awal Tuchel belum tersentuh kekalahan. ”Pelatih baru Chelsea (Tuchel, Red) membawa permainan yang lebih dinamis dan hasil bagus (di level domestik),’’ sebut Koke, gelandang sekaligus kapten ATM, seperti dilansir Mundo Deportivo.

”Sistem permainan kami sesungguhnya baik-baik saja. Tetapi, saat ini kami dituntut untuk memainkan sepak bola pada level terbaik kami,” sambung pemain dengan jumlah laga Liga Champions terbanyak (71 laga) di skuad ATM tersebut.

Koke pernah merasakan betapa susahnya mengalahkan Chelsea ketika The Blues memainkan skema back three di ajang Eropa. Yaitu, dalam dua kali pertemuan di fase grup Liga Champions 2017–2018. Kala itu, ATM sulit membekuk Chelsea yang mengaplikasikan formasi tiga bek dari Antonio Conte.

Bermain di kandang sendiri, ATM takluk 1-2. Lalu, dalam lawatan ke London, Los Rojiblancos bermain seri 1-1.

Di sisi lain, tampil di Arena Nationala diharapkan Koke membawa magis tersendiri bagi ATM. Di sanalah ATM pernah mengangkat trofi juara Liga Europa 2011–2012. Trofi Eropa pertama ATM bersama Cholo. ”Kami ingin lapangan ini (Arena Nationala) jadi milik kami lagi,’’ tutur gelandang 29 tahun tersebut.

Di sisi lain, menghadapi ATM bakal jadi lembaran baru bagi pengalaman Tuchel di Eropa setelah bersama Borussia Dortmund (mencapai perempat final 2016–2017) dan Paris Saint-Germain (hingga final musim lalu). ”Saya tidak berpikir terlalu jauh (capaian bersama Chelsea, Red) karena saya sudah merasa senang bisa kembali ke ajang bergengsi ini,” ucap pelatih 47 tahun itu di laman resmi klub. (ren/c17/dns)

Editor: izak-Indra Zakaria

Tags

Rekomendasi

Terkini

Nur Anisa Hasrat Berikan yang Terbaik

Senin, 22 April 2024 | 13:45 WIB

Layar Kaltim Pantang Terlena

Senin, 22 April 2024 | 12:45 WIB

Menang di Shanghai, Ini Kata Max Verstappen

Senin, 22 April 2024 | 10:10 WIB

Tinjau Langsung Perkembangan Atlet

Sabtu, 20 April 2024 | 17:10 WIB

Serasa Membalap di Atas Es

Sabtu, 20 April 2024 | 14:35 WIB

“Bukan Saya yang Indisipliner”

Jumat, 19 April 2024 | 16:00 WIB

KBL Kembali Digulirkan Akhir Pekan Ini

Jumat, 19 April 2024 | 15:00 WIB

Ingin Gelar Kejuaraan Paralayang Dunia di Kotabaru

Jumat, 19 April 2024 | 14:30 WIB

Karate Fokus Mengasah Psikis

Selasa, 16 April 2024 | 11:30 WIB

Duka Olahraga Kaltim, Polo Berpulang

Selasa, 16 April 2024 | 10:50 WIB
X