MANAGED BY:
SABTU
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 18 Februari 2021 12:54
Perlu Perluas Sasaran Pajak Mobil Baru, Potential Loss Bisa Mencapai Rp 2,3 T
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA– Mulai bulan depan, pemerintah akan memberlakukan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap mobil baru. Kebijakan itu berupa insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan kapasitas mesin di bawah 1500 cc. Yakni, untuk kategori sedan dan 4x2.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso berharap, kebijakan itu bisa mendongkrak daya beli masyarakat kelas menengah terhadap kendaraan bermotor. Industri otomotif yang sempat terpukul pandemi juga diharapkan membaik. Target pemerintah dengan kebijakan itu adalah local purchase kendaraan bermotor hingga di atas 70 persen.

Kebijakan tersebut, menurut Susi, akan menimbulkan potential loss yang cukup besar. Dia menaksir, pendapatan negara akan susut hingga Rp 2,3 triliun. ”Dengan pengurangan PPnBM potential penurunan revenue-nya barang kali Rp 1 triliun hingga Rp 2,3 triliun,’’ ujarnya dalam diskusi virtual (16/2).

Namun, dia yakin ada banyak dampak positif dari kebijakan tersebut. Susi menambahkan, relaksasi PPnBM lebih menyasar masyarakat menengah ke bawah. Tepatnya, konsumen kendaraan yang kapasitas mesinnya di bawah 1.500 cc. Sepanjang tahun lalu, share kendaraan tersebut mencapai 40,8 persen.

Insentif tersebut, menurut Susi, sengaja digulirkan sekarang untuk mengejar momen pertumbuhan ekonomi awal tahun. Juga, agar pas dengan momen Ramadan dan Idul Fitri. ”Saat permintaan naik, produksi akan terdorong untuk tumbuh. Ketika industri ini tumbuh, penerimaan pajak sektor lain juga akan naik,’’ urainya.

Pemulihan industri otomotif tentu akan berdampak bagi industri turunannya. Sebab, industri otomotif memiliki keterkaitan dengan industri lainnya. Industri tersebut menyerap sekitar 59 persen industri bahan baku. Industri pendukung otomotif menyumbangkan angkatan kerja sebesar lebih dari 1,5 juta orang. Kontribusinya untuk PDB mencapai Rp 700 triliun.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 22:52

Kondisi Ekonomi Membaik, Inflasi Kaltim Terkendali 0,37% November

SAMARINDA - Provinsi Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi 0,37%…

Selasa, 01 Desember 2020 12:27

Sempat Dihantam Pandemi, Kontribusi UMKM Perlahan Alami Perbaikan

Sempat mengalami penurunan penjualan hingga 90,10 persen pada April lalu,…

Selasa, 01 Desember 2020 12:26

Lirik Potensi Kaltim, Biznet Investasi Rp 30 Miliar

BALIKPAPAN- Perusahaan infrastruktur digital, Biznet berencana memperluas jaringannya ke Kaltim.…

Selasa, 01 Desember 2020 12:25

Aktivitas Bisnis Bergeliat, Kinerja Perhotelan Pulih

BALIKPAPAN- Kondisi perhotelan di Kota Minyak mulai bergairah. Berbeda dengan…

Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Saat Ini, Momen Tepat Beli Rumah

SAMARINDA- Meski turut mendapat tekanan dari virus corona, para pengembang…

Selasa, 01 Desember 2020 12:20

Pengangguran Melonjak, Kritisi Dampak Politik Upah Murah

JAKARTA- Angka pengangguran yang terus bertambah berkorelasi pada banyak faktor.…

Selasa, 01 Desember 2020 09:32

Yamaha Gear 125, Skutik Multifungsi buat Anak Muda

BALIKPAPAN – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja…

Minggu, 29 November 2020 12:47

Tiongkok Sepakat Beli 200 Juta Ton Batubara RI Tahun Depan

JAKARTA - Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor…

Sabtu, 28 November 2020 13:03

Genjot Ekspor Ikan Tuna ke Korsel

JAKARTA–Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan…

Sabtu, 28 November 2020 13:01

Eni Jadi Tumpuan Proyek IDD

Perusahaan minyak asal Italia, Eni, diharapkan bisa menjadi suksesor proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers