MANAGED BY:
RABU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 21 Januari 2021 11:31
Banjir Jadi PR Besar di Hari Jadi Samarinda
Banjir di Samarinda yang tak kunjung terselesaikan tuntas.

PROKAL.CO,

Banjir masih menjadi masalah klasik yang ajek terjadi di Samarinda ketika musim hujan tiba. Berbagai solusi dijabarkan dengan seabrek tata teknis, namun realitasnya sekadar pepesan kosong belaka. Hari jadi ke-353 Kota Samarinda dan HUT ke-21 Pemkot Samarinda yang jatuh hari ini (21/1), harusnya menjadi titik balik merefleksikan sudah puaskah warga atas pembangunan daerah yang berjalan sejauh ini.

Pemerataan pembangunan membuat suplai dana dari tubuh APBD harus terbagi-bagi, tak hanya untuk pengendalian banjir. Pemugaran fasilitas umum dan publik hingga perbaikan jalan berbarengan mendapat jatah pembiayaan. Setidaknya, dalam catatan Kaltim Post, proyek-proyek yang sudah rampung, seperti pembangunan akses menuju SMP 38, Gedung Kejari Samarinda, Gedung Mal Pelayanan Publik, Gedung Perpustakaan, hingga penyediaan fasilitas perawatan Covid-19. “Ada pula pembongkaran kawasan kumuh di Pasar Segiri. Masih ada proses tali asih dan dianggarkan tahun ini. Selepas beres dibongkar baru bisa masuk penurapan SKM (Sungai Karang Mumus) dari BWS (Balai Wilayah Sungai) Wilayah IV Kaltim,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda Ananta Fathurrozi, (20/1).

Sesaknya kebutuhan pembangunan tak mampu tertampung APBD disiasati lewat program pemerintah pusat atau provinsi. Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Kaltim misalnya. Dari program ini, Samarinda mendapat hibah pembangunan Taman Odah Bekesah di kawasan Jembatan Perniagaan, Dadi Mulya, Samarinda Kota sebagai ruang terbuka publik anyar. “Mengandalkan APBD saja pasti tak cukup, makanya beberapa kebutuhan diselaraskan dengan program pusat dan provinsi,” sambungnya. Khusus masalah banjir di Ibu Kota Kaltim ini, Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin menuturkan, penanganannya terbagi tiga segmen. Menormalisasi Bendungan Benanga dan pengendalian bantaran sungai di sisi hulu, pembersihan kawasan kumuh dan pengerukan sedimen sungai, dan pembangunan pintu air di sisi hilir yang masih berupa gagasan.

“Untuk drainase yang ada seantero Samarinda tetap diperhatikan, bisa dinormalisasi atau ditingkatkan bergantung kebutuhan kawasannya,” terang dia. Dalam APBD Murni 2021 senilai Rp 2,5 triliun, pemkot sudah memplot beberapa kegiatan yang sempat tertunda lantaran terpangkas realokasi dan refoccusing anggaran selama pandemi pada 2020. Pembangunan Kompleks Religi Center salah satunya. “Sektor pendidikan sudah diplot 26 persen dari total APBD merata dari pendidik hingga fasilitasnya. Peningkatannya tentu bertahap tak bisa langsung,” tutupnya. Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda Angkasa Jaya Djoerani menilai, pengendalian banjir yang ditempuh hingga kini menjadi isu prioritas yang perlu direfleksikan di hari jadi Samarinda.

Pengendalian banjir yang tersegmen, sebut dia, menjadi pisau bermata dua. Mengharapkan pembangunan terdistribusi merata dengan memecah program pengendalian banjir, nyatanya berakhir mubazir. Banjir tak jua tertangani dan malah bertambah parah dari tahun ke tahun. Ini, kata dia, bisa dilihat dari banjir yang melanda Samarinda sejak 2019 hingga banjir teranyar pekan lalu. Padahal, kocek daerah terus mengalir untuk program yang nyatanya tak berdampak sama sekali di lapangan. “Mengapa tak dikonsentrasikan saja seluruh pembiayaan untuk banjir. Biar jelas,” kritiknya. Terfokusnya APBD untuk menangani banjir memang bakal membuat pemkot dan dewan harus mengencangkan ikat pinggang erat-erat. Bahkan, bisa membuat beberapa pembangunan lain terkebiri. “Mengapa takut, kalau mau seperti itu dewan siap mendukung lewat tugas penganggarannya,” sambung dia.

Sepanjang 2020, peran dewan sendiri kian terbatas. Pemkot, menurut dia, kian semena-mena dalam mengatur anggaran dan berlindung di balik keputusan pusat dalam merealokasi dan me-refoccussing anggaran karena pandemi Covid-19. Program pengendalian banjir, seperti menyodet SKM hingga menurap bantaran agar mengurangi penumpukan sedimen sudah tersusun sejak era pemkot dipimpin almarhum Achmad Amiens hingga dua periode Sjaharie Jaang. Termasuk urusan pembiayaan dari pusat atau provinsi. Dengan begitu, mestinya program yang ada menjadi obat untuk menghilangkan penyakit, bukannya pereda nyeri sesaat. “Efek banjir beberapa tahun terakhir, warga enggak lagi menjemur baju, sekarang yang diemur TV dan perabotan lain imbas kebanjiran. Masa mau seperti ini terus. Pemerintah dan dewan bakal dicap kerja setengah hati, bekerja sesuai anggaran,” ketusnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 24 Februari 2021 13:23

Sidang Pembuktian Sengketa Pilkada 2020, Papar Kejanggalan Formulir hingga NIK Siluman

JAKARTA– Mahkamah Konstitusi (MK) melanjutkan rangkaian sidang perselisihan hasil pilkada…

Rabu, 24 Februari 2021 13:08

Jangan Macam-Macam..!! Lelang Proyek IKN dalam Pengawasan KPK

BALIKPAPAN – Pandemi Covid-19 membuat tahapan pemindahan ibu kota negara…

Rabu, 24 Februari 2021 13:02

Setelah Kapolri Terbitkan Surat Edaran tentang UU ITE, Jika Tersangka Minta Maaf Tidak Boleh Ditahan

Pasal-pasal karet dalam UU ITE kerap disalahgunakan untuk memidanakan aktivis…

Selasa, 23 Februari 2021 14:21

Buntut Mesin Rontok, Ratusan Pesawat Boeing 777 Dikandangkan

WASHINGTON DC, – Buntut insiden meledaknya mesin pesawat Boeing 777/200…

Selasa, 23 Februari 2021 14:14

Wilayah Pantura Jawa Terendam Banjir

JAKARTA- Banjir merendam beberapa Kabupaten di wilayah Pantai Utara Jawa…

Selasa, 23 Februari 2021 13:45

Potensi Penerimaan Rp 73,7 Miliar Hilang

Pemkab Kukar bisa menerima penuh dividen PI 10 persen pada…

Selasa, 23 Februari 2021 13:39

38.400 Orang Lanjut Usia Akan Divaksin, Difokuskan di Samarinda, Kasus Positif Mulai Menurun

BALIKPAPAN–Program tahap dua vaksinasi Covid-19 di Kaltim segera dilaksanakan. Selain…

Selasa, 23 Februari 2021 13:36

Mantan Bupati Kutai Timur Dituntut 7 Tahun Pidana Penjara

SAMARINDA–Jaksa KPK membebankan uang pengganti sebesar Rp 27 miliar ke…

Selasa, 23 Februari 2021 11:10

Tantangan Sosial Ekonomi Kaltim Kian Berat

JUMLAH penduduk miskin di Kaltim pada September 2020 bertambah 13,73…

Selasa, 23 Februari 2021 11:06
Ketika Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango Bernostalgia di Uniba

Selektif Pilih Kampus, Buka Peluang Kerja Sama Berantas Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut sangat selektif memilih kampus. Bekerja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers