MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 19 Januari 2021 09:47
Suap Ekspor Benur, KPK Periksa Gubernur Bengkulu
Gubernur Bengkulu diperiksa KPK.

PROKAL.CO,

JAKARTA- Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), (18/1). Dia diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan perkara dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster (benur). Rohidin dimintai keterangan seputar pengurusan izin budidaya benur PT Dua Putra Pratama Perkasa (DPPP) yang beroperasi di Kaur, Bengkulu.

Rohidin keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.40. Kepada awak media, mantan wakil gubernur Bengkulu itu mengaku diperiksa terkait kewenangan perizinan dalam kegiatan ekspor benur. Dia membantah tudingan terkait keterlibatannya dalam perkara dugaan suap izin ekspor benur PT DPPP. "Kita (diperiksa) terkait dengan bagaimana kewenangan perizinan prosesnya," kata Rohidin usai menjalani pemeriksaan.

Pemanggilan Rohidin sejatinya diagendakan Selasa (12/1) pekan lalu. Namun, Rohidin tidak hadir dengan alasan belum menerima surat panggilan sebagai saksi dari KPK. Penyidik KPK pun menjadwalkan ulang pemeriksaan tersebut kemarin. Keterangan Rohidin diperlukan untuk kebutuhan penyidikan tersangka Suharjito, bos PT DPPP yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dalam perkara tersebut.

Selain Rohidin, KPK juga memeriksa Bupati Kaur Gusril Pausi sebagai saksi untuk tersangka Suharjito. Sama dengan Rohidin, pemeriksaan Gusril merupakan penjadwalan ulang. Gusril sejatinya diagendakan diperiksa pada Senin (11/1) pekan lalu. Namun karena Gusril mengaku belum menerima surat panggilan, agenda pemeriksaan itu pun kembali dijadwalkan kemarin.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menjelaskan pemeriksaan dua kepala daerah itu dilakukan untuk membuat terang rangkaian penyidikan perkara dugaan suap ekspor benur. Khususnya terkait alur proses perizinan budidaya hingga ekspor benur dari Kaur yang merupakan surga benur.

"Kami memanggil seseorang sebagai saksi tentu karena kebutuhan penyidikan dengan tujuan untuk membuat terang rangkaian perbuatan para tersangka dalam perkara ini," paparnya. (tyo)


BACA JUGA

Kamis, 04 Maret 2021 11:21

KPK Usut Suap Pajak Puluhan Miliar

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut indikasi suap di…

Kamis, 04 Maret 2021 11:05
DKPP Nilai Sikap KPU Tepat

Eks Koruptor Lolos, Tujuh Penyelenggara Dipecat

JAKARTA– Polemik kelayakan eks terpidana kasus korupsi Yusak Yaluwo yang…

Kamis, 04 Maret 2021 10:37

Disergap saat Patroli, Anggota Brimob Gugur

Di Jawa Timur, Densus 88 Antiteror melakukan serangkaian penangkapan terduga…

Rabu, 03 Maret 2021 14:09

KPU Usul Start Pemilu 2024 di Tahun Ini, Ubah Waktu Tahapan Jadi 30 Bulan

JAKARTA- Tahapan pemilihan umum (pemilu) masih terus digodok untuk mendapat…

Rabu, 03 Maret 2021 13:37

DPT Jadi Basis Data Vaksinasi

JAKARTA– Data daftar pemilih tetap (DPT) akan digunakan sebagai salah…

Rabu, 03 Maret 2021 13:09

Tambah 10 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19

Total pemerintah telah mendatangkan 38 juta dosis vaksin dari Sinovac.…

Rabu, 03 Maret 2021 13:08

Setahun Covid-19, Tes Masih Rendah

Setahun Covid-19 masuk ke Indonesia sejak 2 Maret 2020, angka…

Selasa, 02 Maret 2021 11:17
Lanjutan Sidang Pembuktian MK

Saksi Soroti Batalnya Diskualifikasi Petahana

JAKARTA– Tidak dijalankannya rekomendasi Bawaslu Nias Selatan (Nisel) yang mendiskualifikasi…

Selasa, 02 Maret 2021 11:07

Revisi UU ITE, Undang Ahmad Dhani sampai Baiq Nuril

JAKARTA– Tim Kajian Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi…

Selasa, 02 Maret 2021 09:47

Insentif dan Tunjangan Nakes Berpotensi Bemasalah

JAKARTA– Ketua Terpilih PB IDI dr Adib Khumaidi SpOT menuturkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers