MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 15 Januari 2021 11:03
Pemerintah Janji Laksanakan Seluruh Rekomendasi Komnas HAM

Komnas HAM Harapkan Kekerasan Serupa Tidak Berulang

BEBER TEMUAN: Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (kiri) dan Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Amiruddin dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/12). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

PROKAL.CO,

JAKARTA- Pemerintah menerima laporan penyelidikan peristiwa penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta - Cikampek. Kamis (14/) penyelidik Komnas HAM menyerahkan laporan itu kepada Presiden Joko Widodo. Mereka juga menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD untuk memastikan seluruh rekomendasi dijalankan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. 

Kepada awak media, Mahfud menyatakan bahwa kesimpulan Tim Penyelidik Komnas HAM atas peristiwa itu bakal dibuktikan di pengadilan. Artinya proses hukum dilakukan sesuai rekomendasi yang sudah disampaikan kepada publik. "Nanti diungkap di pengadilan mengapa itu terjadi dan bagaimana terjadinya," terang dia. Tidak hanya pelanggaran HAM terhadap empat anggota Laskar FPI, dia menyatakan rekomendasi lain terkait kepemilikan senjata api juga diusut. 

Harapan Komnas HAM agar tindak lanjut rekomendasi yang mereka berikan dijalankan secara terbuka juga dipastikan oleh Mahfud bakal dipenuhi. "Kami tidak akan menutup-nutupi. Dan saya akan meneruskan itu ke kepolisian," tegasnya. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengapresiasi respons pemerintah. Dia mengungkapkan bahwa laporan timnya berisi ratusan halaman berikut barang bukti sudah diterima oleh presiden. "Komnas HAM tentu berharap nanti ada suatu proses hukum yang akuntabel, transparan, publik bisa menyaksikan," kata dia. 

Damanik menegaskan, yang ditemukan oleh penyelidik Komnas HAM adalah pelanggaran HAM berupa unlawfull killing terhadap empat anggota Laskar FPI. Bukan pelanggaran HAM berat. "Karena untuk disebut pelanggaran HAM berat tentu ada indikator ada kriteria. Misalnya ada suatu desain operasi atau suatu perintah yang terstruktur," bebernya. Dalam penyelidikan yang dilaksanakan sejak 7 Desember tahun lalu, Komnas HAM tidak menemukan ada indikasi atau kriteria pelanggaran HAM berat dalam peristiwa tersebut. 

Untuk itu, Komnas HAM merekomendasikan pelanggaran HAM terhadap empat anggota Laskar FPI diadili melalui peradilan pidana. "Peradilan itulah nanti kemudian yang bisa memutuskan apa yang sungguh-sungguh diyakini sebagai suatu kejadian peristiwa hukum tersebut," beber Damanik. Lewat penyelidikan yang sudah mereka lakukan, Komnas HAM berharap segala persepsi dan spekulasi yang selama ini beredar berhenti. Sebab, kerja yang dilakukan oleh mereka berdasar pada fakta, data, dan informasi yang jelas. 

Damanik menyatakan, pihaknya tidak ingin peristiwa serupa terulang. Menurut dia, yang terjadi dalam peristiwa di Jalan Tol Jakarta - Cikampek itu tidak semestinya terjadi di negara demokrasi seperti Indonesia. Praktik kekerasan seperti itu, lanjutnya, mestinya bisa dihindari sehingga tidak memakan korban. "Mari kita hentikan praktik-praktik kekerasan sehingga kita kemudian bisa membangun bangsa kita dengan lebih maju, lebih berkembang dari semua dimensi," bebernya. 

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 04 Maret 2021 11:23

Kemenkes Sayangkan RS Bandrol Vaksin Covid-19

JAKARTA –  Pemerintah telah mengumumkan adanya vaksin Gotong Royong lewat…

Kamis, 04 Maret 2021 11:22
Belum Ada Jaminan Menerima Jamaah dari Luar Saudi

Saudi Wajibkan Jamaah Haji Vaksinasi Covid-19

JAKARTA– Sedikit demi sedikit pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan dalam…

Kamis, 04 Maret 2021 11:15
Dayang Suriani, Guru Terbaik Dunia Berbagi Motivasi via YouTube (2-Habis)

PJJ Harus Inovatif dan Memberi Motivasi

Membangun jembatan komunikasi, setiap guru menceritakan pengalaman belajar-mengajar selama pandemi.…

Kamis, 04 Maret 2021 11:06

Pandemi, 168 Juta Anak Terpaksa Tak Sekolah

NEW YORK– Lockdown akibat pandemi berdampak luar biasa bagi anak…

Kamis, 04 Maret 2021 10:23

Hendak Tes PCR, Speedboat 20 WNA Terbalik di Teluk Balikpapan, Dihantam Badai sebelum Tenggelam

BALIKPAPAN–Kecelakaan speedboat yang melibatkan 20 warga negara Ukraina di perairan…

Rabu, 03 Maret 2021 21:00
Pemilik Merasa Dirugikan, Berawal dari Tunggakan

Hotel Jaringan Bahtera Dilelang Rp 227,6 Miliar

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Merugi karena pandemi, kini aset dilelang…

Rabu, 03 Maret 2021 20:19

BUAYA NGAMUK LAGI..!! Bocah Laki-laki 8 Tahun Diterkam di Sungai Tempakul Bengalon

SAMARINDA - Bocah laki-laki usia 8 tahun atas nama Dimas,…

Rabu, 03 Maret 2021 20:00
RSI yang Akhirnya Lahir Kembali setelah Empat Tahun Vakum

Kamar Operasi Belum Siap, Baru Tiga Dokter Spesialis

Hampir lima tahun vakum membuat pengelola RSI Samarinda bekerja ekstra.…

Rabu, 03 Maret 2021 14:11

Kemenag Mulai Kumpulkan Paspor Calon Jamaah Haji

Beredar surat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag soal…

Rabu, 03 Maret 2021 14:10

Ditemukan Kasus Mutasi Covid-19 dari Inggris B117 di Indonesia, Perlu Tracing dan Isolasi Lebih Ketat

JAKARTA– Mutasi Covid-19 dari Inggris yang disebut B117 (B.1.1.7) akhirnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers