MANAGED BY:
SENIN
08 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 13 Januari 2021 13:24
KNKT Sebut Paling Cepat Dua Hari Unduh Data Dari Black Box

Yakin CVR di Sekitar Lokasi Penemuan FDR

Petugas memeriksa kantung jenazah berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). Temuan tersebut kemudian dibawa ke RS Polri untuk di identifikasi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Melalui laporan itu, Yudo memberi tahu kepada Hadi bahwa penyelam sudah menemukan pecahan underwater locator beacon yang berfungsi mengirim sinyal ping dari FDR. Berselang dua setengah jam, KSAL kembali mengabari Hadi. Kali ini dengan laporan yang langsung membuat mantan kepala staf Angkatan udara (KSAU) itu tersenyum lega. ”KSAL melaporkan kembali bahwa FDR sudah ditemukan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Yudo turut memberitahu bahwa penyelam juga menemukan satu underwater locator beacon lainnya. Itu menandakan satu black box lainnya yakni cockpit voice recorder (CVR) berdekatan dengan FDR. Namun demikian, dengan temuan tersebut, pencarian CVR oleh penyelam akan sedikit lebih berat. Sebab, mereka harus mencari kotak hitam itu tanpa panduan pengirim sinyal ping. Namun demikian, dia tetap optimistis CVR segera ditemukan.

Keyakinan itu muncul lantaran underwater locator beacon dari CVR ada di lokasi yang berdekatan dengan FDR. Hadi menegaskan, seluruh jajarannya akan mencari alat tersebut sampai ditemukan. ”Operasi belum selesai karena terus akan kami lakukan evakuasi korban. Termasuk dengan seluruh potongan bodi pesawat juga akan kami upayakan diangkat,” tegasnya. Pencarian hari kelima hari ini (13/1) kembali fokus pada jenazah korban dan satu kotak hitam yang belum ditemukan.

Dari penyelam, FDR diserahkan kepada panglima TNI kemudian diberikan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) dan diteruskan kepada KNKT. ”Kami mohon doanya agar pengunduhan data (dari FDR) bisa berjalan lancar. Sekali lagi, kami membutuhkan waktu dua sampai lima hari,” terang Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono. Dia memastikan bakal segera menginformasikan bila ada perkembangan dari proses investigasi yang dilakukan instansinya.

Kemarin KNKT telah merilis temuan awal dalam penyelidikan penyebab kecelakaan penerbangan Sriwijaya Air SJ-182 kemarin. Berdasarkan analisis awal data radar (ADS-B) dari Perum LPPNPI (Airnav Indonesia) ditemukan bahwa sistem dalam pesawat masih bekerja pada ketinggian kritis 250 kaki (76,2) meter.

Terekamnya data sampai dengan 250 kaki, mengindikasikan bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data. ”Dari data ini kami menduga bahwa mesin masih dalam kondisi hidup sebelum pesawat membentur air,” kata Soerjanto di kantornya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 06 Maret 2021 21:00
Tol Balikpapan-Samarinda dan Penantian Empat Dekade Jasa Marga

Sebelas Tahun Kemudian, Tak Disangka Akan Terhubung Ibu Kota Negara

Jika pembangunan tol tidak dilakukan, infrastruktur di Pulau Kalimantan semakin…

Sabtu, 06 Maret 2021 21:00

Lonjakan Penduduk di Samarinda dan Balikpapan, Layanan KTP Berpotensi Malaadministrasi

SAMARINDA-Risiko lonjakan penduduk di Kota Samarinda dan Balikpapan jadi perhatian…

Sabtu, 06 Maret 2021 11:03

Perbaikan Ekonomi Kaltim Bisa Cepat, Terpacu Perbaikan Ekonomi Global

Perbaikan ekonomi Kaltim tahun ini diprediksi bisa semakin cepat. Selain…

Sabtu, 06 Maret 2021 11:01

Produksi Padi di Kaltim Makin Besar

SAMARINDA–Produksi padi di Kaltim makin besar. Pada 2020, petani di…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:54

Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, AHY Sebut KLB Ilegal, Polri Tak Keluarkan Izin Kongres

Tsunami politik menghantam Partai Demokrat (PD). Sejumlah kader dan mantan…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:51

Skandal Suap Pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Celah Sempit Korupsi Masih Ada

BALIKPAPAN–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut suap puluhan miliar yang…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:51

Kerusakan Jembatan Dondang Diklaim Lebih Parah

SAMARINDA–Jembatan Dondang di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, bukan pertama…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:50

Ilmuwan Kembangkan Drone Lebah

PARA peneliti di Harvard, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:33

Relaksasi setelah Tiga Pekan PPKM Mikro, Objek Wisata Boleh Buka

Zona oranye sudah turun menjadi zona kuning. Karena itu, pemkot…

Jumat, 05 Maret 2021 21:00

Pengawas Lalai, Aktivitas Kapal Seenaknya, Jembatan Dondang Kembali Dihantam Ponton Batu Bara

Perlu tindakan tegas dan konkret. Tak sekadar menerima ganti rugi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers