MANAGED BY:
SABTU
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 13 Januari 2021 13:18
Dua Provinsi Masih Kesulitan Cold Chain, WNI di Luar Negeri Tetap Dipantau untuk Menerima Vaksin
Presiden Joko Widodo (Jokowi) disuntikan vaksin Covid-19 pertama kali pada Rabu (13/1). Penyuntikan vaksin Covid-19 ini dilakukan di Istana Merdeka. (Agus Suparto/istana kepresidenan)

PROKAL.CO,

JAKARTA – Hari ini (13/1) Presiden Joko Widodo dijadwalkan untuk menerima vaksin Covid-19 dari Sinovac. Dorongan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di seluruh daerah terus dilakukan oleh berbagai pihak. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa tak hanya vaksinasi saja yang menjadi fokusnya.

”Saya ditugasi Bapak Presiden untuk mengatasi vaksinasi dan pandemi ini,” kata Budi kemarin (12/1) saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI kemarin (12/1). Dia menyatakan bahwa vaksin menjadi rebutan bagi seluruh negara. Sebab ada 7,8 miliar dan ditargetkan 70 persen divaksinasi. Jika harus divaksin dengan dua dosis, maka dibutuhkan 11 miliar vaksin. Padahal produksi vaksin di dunia hanya 6,2 juta dosis vaksin. Itupun bukan hanya vaksin Covid-19 namun juga vaksin lainnya.

Pemerintah Indonesia berhasil mengamankan 270 juta dosis. Sementara kebutuhannya adalah 426 juta dosis. ”Kami tengah finalisasi dengan Pfizer,” bebernya. Sementara penjadwalan vaksinasi menurut Budi akan dinamis. Dikarenakan ada beberapa negara lockdown.

Yang menjadi persoalan saat ini adalah cold chain atau rantai dingin. Budi mengatakan saat ini baru 1,2 juta vaksin yang didistribusikan. Dari jumlah itu ada delapan propinsi yang masih kualahan dalam menyimpan dan mendistribusikn ke kabupaten atau kota. ”Ini merupakan hambatan. Baru 1,2 juta saja tidak mampu,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Hingga kemarin tinggal dua daerah yang belum selesai distribusi vaksinnya. Kapasitas penyimpanan rantai dingin mereka belum cukup.

Dalam vaksinasi ini, pemerintah mempersiapkan infrastruktur satu data penerima vaksinasi. Tujuannya agar menghasilkan data yang akurat. Untuk mendukung kerja tersebut, pemerintah menunjuk dua BUMN yakni PT Telekomunisasi Indonesia dan PT Bio Farma. Sistem integrasi data ini akan menghasilkan data dalam bentuk by name by address dari berbagai sumber guna menghindari data sasaran ganda. Dari data tersebut, selanjutnya pemerintah memetakan dan mendistribusikan vaksin berdasarkan kebutuhan vaksin per kabupaten atau kota.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 27 Februari 2021 10:58

DPR Dikritik karena Vaksinasi Tertutup

JAKARTA- Anggota DPR dan pegawai di kompleks DPR Senayan menerima…

Jumat, 26 Februari 2021 11:14

Rentetan Kasus yang Libatkan Oknum Polisi, Integritas Turun karena Minim Panutan

RENTETAN kasus yang melibatkan oknum polisi, mulai kasus narkotika, penjualan…

Jumat, 26 Februari 2021 11:13

Tolak Bayar Minuman, Buser Polsek Kalideres Tembak Tiga Orang hingga Tewas

JAKARTA- Aksi brutal dilakukan oleh polisi berpangkat Brigadir Cornelius Siahaan.…

Jumat, 26 Februari 2021 11:09

Politisi PDIP Diperiksa 6 Jam

Setelah sempat tertunda, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya bisa…

Jumat, 26 Februari 2021 10:57

Tambang Emas Runtuh, Tiga Orang Tewas, Belasan Pekerja Diduga Masih Terperangkap

PALU– Tambang emas di Desa Buranga, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo),…

Kamis, 25 Februari 2021 10:27

Aktor Lain Tidak Muncul di Dakwaan Bansos

Surat dakwaan terhadap dua terdakwa kasus bantuan sosial (bansos) Covid-19,…

Rabu, 24 Februari 2021 13:16

Dikritik, Komisi I Batal Kunker ke Qatar

JAKARTA– Komisi I DPR sempat dikabarkan akan berangkat ke Qatar…

Rabu, 24 Februari 2021 13:12

Jawa-Bali Waspada Cuaca Ekstrem

JAKARTA– Daerah-daerah terdampak cuaca ekstrem harus tetap waspada. Sebab, hujan…

Rabu, 24 Februari 2021 12:10

Wacana Vaksin Gotong Royong Bergulir, Bentuk Tanggung Jawab Pengusaha kepada Karyawan

Wacana vaksin gotong royong menimbulkan pertanyaan di dalam masyarakat. Kendati…

Selasa, 23 Februari 2021 14:17
Dapat Penangguhan Penahanan, tapi Proses Hukum Jalan Terus

Gubernur NTB Jadi Penjamin Empat Ibu yang Ditahan

LOMBOK TENGAH– Tujuh hari terakhir ini adalah tujuh hari paling…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers