MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 13 Januari 2021 10:30
Kasus Suap Rekanan di Kutim, PPK Tahu Beres, Kerjaan Diurus Honorer

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Menyepelekan hingga menegasikan pekerjaan selaku abdi negara kepada pegawai honorer benar-benar serupa sampar di Pemkab Kutai Timur (Kutim). Supratman dan Muhammad Munzir misalnya, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim itu nyatanya hanya tahu beres untuk urusan administrasi, finansial, hingga teknis kegiatan yang dihandelnya.

“Proyek pengadaan langsung di Disdik (Dinas Pendidikan Kutai Kutim) 2020 itu (dokumen) disodor dari staf (Abhie Erfil Habibie, honorer Disdik Kutim) saya tinggal tanda tangan,” aku Supratman dalam persidangan virtual perkara suap dan gratifikasi yang menyeret Ismunandar (mantan bupati Kutim) dan Encek Unguria Firgasih (mantan ketua DPRD Kutim) di Pengadilan Tipikor Samarinda, (11/1). Dokumen yang diberikan honorer itu merupakan kontrak kerja sama proyek pengadaan bersama rekanan yang mendapat kegiatan tersebut.

Jauh sebelum kontrak tersebut ditandatanganinya, Abhie memang pernah berkoordinasi dengan dirinya tentang adanya daftar kegiatan pengadaan langsung. Supratman kemudian meminta staf tersebut menyusun sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Memang, sambung dia, dirinya tak terlibat penyusunan atau perencanaan kegiatan apa saja yang bakal dilakukan. Termasuk penyusunan kerangka acuan kerja (KAK) hingga harga penawaran sementara (HPS). Semua itu dipercayakannya ke honorer tersebut. Begitu pun dengan mengkroscek hasil kerja rekanan yang mendapat kegiatan tersebut.

“Sebagian saya yang kroscek ke lapangan, sisanya tim salah satunya, ya Abhie itu,” tuturnya. Disinggung JPU KPK Ariawan dan Riniyanti ihwal begitu mudahnya dia menegasikan tanggung jawabnya selaku PPK ke pegawai honorer, saksi menjawab “Saya percaya Pak sama tim”. Keterangan nyaris senada dituturkan Munzir yang juga menjadi saksi untuk lima terdakwa yang diduga menerima suap dan gratifikasi dari Aditya Maharani Yuono dan Deky Aryanto, selaku rekanan pada 2019–2020. Selain Ismunandar dan Encek Unguria Firgasih, para penerima itu Aswandini Eka Tirta (mantan kepala Dinas PU Kutim), Musyaffa (mantan kepala Badan Pendapatan Daerah Kutim), dan Suriansyah alias Anto (mantan kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah Kutim).

Munzir mengaku, ketika honorer tersebut menemuinya di awal 2020 dan menjelaskan ada paket pengadaan yang harus ditanganinya, dia mengarahkan staf tersebut untuk menyusun semua dokumen. Lalu memantau kualifikasi perusahaan harus memenuhi standar peraturan yang berlaku. JPU KPK pun mencecarnya, dalam kasus suap dan gratifikasi ini, terdapat 407 proyek penunjukan langsung yang dihandel langsung Deky Aryanto di Disdik Kutim. Sementara itu, regulasi membatasi sebuah perusahaan hanya boleh menangani proyek penunjukan langsung maksimal lima. “Terus bagaimana jika ternyata ada pinjam meminjam bendera?” tanya JPU Ariawan dan diakui tak memantau sejauh itu padahal hal tersebut merupakan salah satu wewenang PPK.

Dari dua saksi ini, hanya Munzir yang menjadi PPK untuk proyek milik Deky Aryanto. Namun, dia tak ingat berapa jumlah proyek penunjukan langsung tersebut. “Sepanjang 2020 ada 88 paket yang sudah rampung sama saya tapi enggak tahu yang mana punya Deky,” sambungnya. Sementara itu, Abhie Erfil Habibie yang juga menjadi saksi dalam persidangan itu mengaku medio Januari 2020, Deky Aryanto memang pernah menemui dirinya dan menyerahkan daftar paket kegiatan yang diklaim miliknya. List tersebut disodornya ke kedua PPK dan menerima jawaban seperti yang dijelaskan dua ASN Disdik Kutim tersebut. Dari menyusun KAK hingga HPS.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 04 Maret 2021 21:00

Lelang Hotel Bahtera Diklaim Memenuhi Syarat

BALIKPAPAN-Kabar pailit yang berujung dilelangnya Hotel Menara Bahtera dan Hotel…

Kamis, 04 Maret 2021 20:00

Isran Noor Dicatut Ikut Bursa Ketum Demokrat

BALIKPAPAN–Kisruh di tubuh Partai Demokrat kian memanas. Wacana kongres luar…

Kamis, 04 Maret 2021 11:23

Kemenkes Sayangkan RS Bandrol Vaksin Covid-19

JAKARTA –  Pemerintah telah mengumumkan adanya vaksin Gotong Royong lewat…

Kamis, 04 Maret 2021 11:22
Belum Ada Jaminan Menerima Jamaah dari Luar Saudi

Saudi Wajibkan Jamaah Haji Vaksinasi Covid-19

JAKARTA– Sedikit demi sedikit pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan dalam…

Kamis, 04 Maret 2021 11:15
Dayang Suriani, Guru Terbaik Dunia Berbagi Motivasi via YouTube (2-Habis)

PJJ Harus Inovatif dan Memberi Motivasi

Membangun jembatan komunikasi, setiap guru menceritakan pengalaman belajar-mengajar selama pandemi.…

Kamis, 04 Maret 2021 11:06

Pandemi, 168 Juta Anak Terpaksa Tak Sekolah

NEW YORK– Lockdown akibat pandemi berdampak luar biasa bagi anak…

Kamis, 04 Maret 2021 10:23

Hendak Tes PCR, Speedboat 20 WNA Terbalik di Teluk Balikpapan, Dihantam Badai sebelum Tenggelam

BALIKPAPAN–Kecelakaan speedboat yang melibatkan 20 warga negara Ukraina di perairan…

Rabu, 03 Maret 2021 21:00
Pemilik Merasa Dirugikan, Berawal dari Tunggakan

Hotel Jaringan Bahtera Dilelang Rp 227,6 Miliar

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Merugi karena pandemi, kini aset dilelang…

Rabu, 03 Maret 2021 20:19

BUAYA NGAMUK LAGI..!! Bocah Laki-laki 8 Tahun Diterkam di Sungai Tempakul Bengalon

SAMARINDA - Bocah laki-laki usia 8 tahun atas nama Dimas,…

Rabu, 03 Maret 2021 20:00
RSI yang Akhirnya Lahir Kembali setelah Empat Tahun Vakum

Kamar Operasi Belum Siap, Baru Tiga Dokter Spesialis

Hampir lima tahun vakum membuat pengelola RSI Samarinda bekerja ekstra.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers