MANAGED BY:
MINGGU
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Senin, 11 Januari 2021 10:27
Di Balik Popularitas PNS dan Rencana Gaji Rp 9 Juta

Saking istimewanya, saya selalu mengamini bahwasanya jika sudah menjadi PNS, memilih pasangan hidup itu mudah, terlebih calon mertua akan menganggap kita mantu idamannya. Selain urusan jodoh, yang lebih penting adalah pekerjaannya yang tidak ngoyo, ongkang-ongkang kaki lalu dapat gaji rutinan bulanan.

Nikmat memang, hingga akhirnya membuat haluan impian saya berputar 180 derajat, dari yang awalnya ingin menjadi seorang psikolog sekaligus menekuni penuh dunia menulis saja, akhirnya beralih untuk berjibaku mencoba peruntungan mendaftar menjadi PNS. Saking niatnya menjadi PNS, semua usaha saya lakukan, mulai belajar materi psikotes, sampai meminum segala jenis ramuan herbal agar otak gampang ingat susah lupanya. Mulai cara fisik, salat, dan berdoa saya tempuh dengan kesungguhan.

Segala pengamalan motivasi pun saya lahap, hingga mungkin saya akan percaya diri bila diberikan tantangan menjadi seorang motivator ala Mario Teguh dadakan, saya pun dapat melakukan. Semua demi menjaga kepercayaan diri dan good performance saat tes nantinya. Hingga akhirnya usaha tersebut berbuah manis. Saya pun diterima menjadi PNS di Kementerian Hukum dan HAM dengan penempatan Lapas Kelas IIA Tenggarong.

Saat awal bekerja, rasa-rasanya hal tersebut seperti menjadi kenyataan, manakala lamaran saya diterima, dan pekerjaan yang saya kerjakan bisa dilakukan dengan baik. Namun, setelah beberapa hari, tepatnya setelah masa-masa orientasi, dinamika pekerjaan pun terlihat dengan jelas.

Diawali dengan segala kegiatan kedinasan di luar jam kerja, karena saya bekerja sebagai penjaga tahanan, sehingga sistem kerjanya pun sif, hingga kesiapsiagaan untuk diperbantukan manakala dibutuhkan untuk mengawal kegiatan pembinaan dan pelayanan. Asumsi bekerja jadi PNS yang dulu saya anggap santai dan gampang semakin ambyar, saat saya harus diminta untuk membantu mengurusi hal-hal lain di luar tupoksi saya.

Terlebih lagi saat saya ditugaskan untuk mengisi posisi sebagai staf, realita menjadi PNS itu santai seketika sirna, manakala melihat setumpuk berkas menggunung untuk segera diselesaikan. Makin terasa berat lagi saat momen pengiriman tahanan baru yang harus disertai pengecekan fisik dan registrasi berkas.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 15 Januari 2021 13:14

Mengundang dan Mengusir Banjir

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 15 Januari 2021 09:24

Media, Raffi Ahmad, dan Pengawalan Vaksinasi Covid-19

Oleh: Amir Machmud NS   KASUS indisipliner protokol kesehatan Raffi…

Kamis, 14 Januari 2021 11:06

Integrasikan Nilai-Nilai Agama dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional

Oleh : Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR RI…

Kamis, 14 Januari 2021 11:02

Legal Standing Wartawan dan Advokat Sebagai Pemohon Informasi Publik

Oleh : Hendra J KedeWakil Ketua Komisi Informasi Publik RI /…

Senin, 11 Januari 2021 10:27

Di Balik Popularitas PNS dan Rencana Gaji Rp 9 Juta

Oleh: Muhamad Fadhol Tamimy Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong…

Sabtu, 09 Januari 2021 12:47

Inilah Peraturan Pelaksana bagi Predator Anak

Oleh: Sandi Dwi Cahyono (Ketua Harian Lembaga Bantuan Hukum Mahakam…

Sabtu, 09 Januari 2021 11:30

Gisel dan Vaksin

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Kamis, 07 Januari 2021 10:12

Evaluasi Sirekap Dalam Pilkada 2020

Oleh :Ferry Kurnia Rizkiyansyah *) Sistem informasi rekapitulasi suara elektronik…

Senin, 04 Januari 2021 14:54

Kami Ada di Layar Ponsel Anda

CATATAN Romdani Wakil Pemimpin Redaksi Kaltim Post      …

Senin, 04 Januari 2021 10:30

Menyikapi Persiapan Belajar Tatap Muka 2021

Oleh: Tri Junarto Kepala SMP 1 Tarakan   Pemerintah Republik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers