MANAGED BY:
KAMIS
29 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 11 Januari 2021 10:15
Minum Teh saat Perut Kosong Bisa Memicu Gangguan Pencernaan

“Diketahui, tubuh memerlukan zat besi. Jadi, percuma makan dengan kandungan zat besi jika tidak diserap dengan baik oleh tubuh, sehingga waktu yang baik minum teh itu 2 jam setelah makan,” paparnya.

Yang juga perlu diperhatikan adalah konsumsi teh yang dicampur gula alias teh manis. Pada dasarnya, teh tidak akan memberikan dampak negatif, tapi jika mengandung gula berisiko pada orang dengan penyakit diabetes. Hingga meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes jika berlebihan dan dalam jangka panjang. “Memang lebih nikmat. Namun dengan gula semakin menurunkan aktivitas kandungan polifenol,” terangnya.

Regina menyebut, ada sejumlah kelompok yang disarankan mengonsumsi teh berlebihan. Yakni mereka yang masih anak-anak, yang memiliki anemia, ibu hamil, dan yang mengalami gagal ginjal.

Bahkan khusus remaja perempuan yang baru mengalami menstruasi dianjurkan tidak sering minum teh karena berisiko menyebabkan penyakit anemia. “Makanya kami di rumah sakit tidak memberikan asupan teh pada pasien yang masuk kelompok tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, ahli gizi dari Puskesmas Gunung Sari Ulu, Balikpapan Fransisca Sitorus juga menyebut, meski teh memiliki banyak manfaat kesehatan, namun bukan menjadi asupan utama cairan dalam tubuh. Air putih tetap harus menjadi prioritas untuk diminum.

“Memang ada kasus di mana mengonsumsi teh menjadi kebiasaan hingga kategori ketagihan. Ya karena ada kandungan kafein itu,” ucap perempuan berkacamata yang biasa disapa Sisca itu.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 10:36

RS IA Moeis Menuju Excellent Service

<div style="text-align: justify;"> <strong>LANGKAH</strong> cepat untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers