MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 07 Januari 2021 09:32
Harap Pemerintah Intervensi Polemik Kedelai

Dari Pengawasan Importir hingga Strategi Swasembada

PROKAL.CO,

JAKARTA- Kenaikan harga kedelai di level global ikut mengerek harga tahu dan tempe di pedagang pasar dan konsumen. Sebagai komoditas yang 90 persen bergantung pada impor, pedagang tak punya pilihan selain mengikuti kenaikan harga, agar tak merugi. Pemerintah diharapkan bisa segera melakukan intervensi baik menjaga tren harga sebagai strategi jangka pendek dan mendorong produksi kedelai lokal untuk strategi jangka panjang.

Toni, 39 tahun, salah satu pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, merasakan dilematis akibat kenaikan harga tempe dan tahu dari pemasok. Perempuan asal Purbalingga tersebut biasanya menjual tempe seharga Rp 5.000 per biji dan tahu Rp 2.000 per biji. Namun, karena harga dari pemasok naik sekitar 30 persen, dia terpaksa harus ikut menaikkan harga jualnya ke konsumen menjadi sekitar Rp 7.000 per biji untuk tempe dan Rp 2.500 per biji untuk tahu.

Akibatnya, tak sedikit konsumen yang komplain dengan kenaikan harga tersebut. Sebagian konsumen, khususnya yang biasa membeli dalam jumlah banyak, disebut Toni mengurungkan niatnya untuk membeli. ”Ini tahu dan tempe tiga hari lalu stoknya sempat kosong. Tidak ada barangnya. Katanya pengrajin-nya lagi demo. Mulai Senin lalu (tahu dan tempe, red) sudah ada lagi, tapi datang lebih sedikit dari biasanya dan harga naik,” ujar Toni, pada Jawa Pos.

Tak hanya pedagang di pasar tradisional, pengusaha gorengan yang biasa mengandalkan tempe dan tahu di ”etalase” jualannya juga merasakan dampak. Asep, 26 tahun, salah satu penjual gorengan di sekitar Ciledug, Jakarta Selatan, terpaksa harus menyesuaikan ukuran produk gorengan tempe dan tahunya, agar tetap dapat dijual dengan harga Rp 1.000 per biji. ”Harga (tempe dan tahu, red) di pasar naik, kalau tidak dikurangi porsinya bisa rugi. Tapi syukur peminatnya tetap ada karena tahu tempe paling dicari,” ujarnya.

Ketua Bidang Organisasi DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Muhammad Ainun Najib mengatakan bahwa kenaikan harga kedelai yang berujung pada naiknya harga tahu dan tempe di pasar harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah. ”Kemendag harus mampu mengintervensi importir untuk mengucurkan stok yang dimilikinya dengan harga yang sama,” ujar Ainun.

Pedagang mengaku memahami penjelasan pemerintah bahwa harga kedelai di level global, khususnya per Desember, terpantau meningkat. Sebelumnya, Kemendag membeberkan bahwa pembeli kedelai AS terbesar dengan porsi hingga 60 persen yakni Tiongkok, menaikkan pembelian pada periode 2020/2021. Tiongkok menjadi pembeli kedelai Amerika Serikat (AS) sebanyak 58 persen dari total ekspor kedelai AS hingga 10 Desember 2020.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 22:52

Kondisi Ekonomi Membaik, Inflasi Kaltim Terkendali 0,37% November

SAMARINDA - Provinsi Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi 0,37%…

Selasa, 01 Desember 2020 12:27

Sempat Dihantam Pandemi, Kontribusi UMKM Perlahan Alami Perbaikan

Sempat mengalami penurunan penjualan hingga 90,10 persen pada April lalu,…

Selasa, 01 Desember 2020 12:26

Lirik Potensi Kaltim, Biznet Investasi Rp 30 Miliar

BALIKPAPAN- Perusahaan infrastruktur digital, Biznet berencana memperluas jaringannya ke Kaltim.…

Selasa, 01 Desember 2020 12:25

Aktivitas Bisnis Bergeliat, Kinerja Perhotelan Pulih

BALIKPAPAN- Kondisi perhotelan di Kota Minyak mulai bergairah. Berbeda dengan…

Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Saat Ini, Momen Tepat Beli Rumah

SAMARINDA- Meski turut mendapat tekanan dari virus corona, para pengembang…

Selasa, 01 Desember 2020 12:20

Pengangguran Melonjak, Kritisi Dampak Politik Upah Murah

JAKARTA- Angka pengangguran yang terus bertambah berkorelasi pada banyak faktor.…

Selasa, 01 Desember 2020 09:32

Yamaha Gear 125, Skutik Multifungsi buat Anak Muda

BALIKPAPAN – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja…

Minggu, 29 November 2020 12:47

Tiongkok Sepakat Beli 200 Juta Ton Batubara RI Tahun Depan

JAKARTA - Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor…

Sabtu, 28 November 2020 13:03

Genjot Ekspor Ikan Tuna ke Korsel

JAKARTA–Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan…

Sabtu, 28 November 2020 13:01

Eni Jadi Tumpuan Proyek IDD

Perusahaan minyak asal Italia, Eni, diharapkan bisa menjadi suksesor proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers