MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 06 Januari 2021 11:17
Terungkap di Sidang Korupsi Perusda PT Agro Kaltim Utama, Bagi Hasil Kerja Sama Masuk Kantong Direksi
-

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Perusahaan Daerah (Perusda) PT Agro Kaltim Utama (AKU) menjadi penyandang dana untuk pengadaan pupuk urea perkebunan sawit di Kalimantan Tengah medio 2006-2009. Bekerja sama dengan PT Formitra Multi Prakarsa (FMP) selaku produsen. Namun, profit dari bagi hasil yang diterima justru beringsut ke mana-mana. Dana yang bergeser justru tercatat sebagai piutang hingga berujung terseretnya Yanuar (Direktur Utama PT AKU) dan Nuriyanto (Direktur Umum PT AKU) jadi terdakwa dalam kasus korupsi penyertaan modal PT AKU di Pengadilan Tipikor Samarinda.

“Sudah dilunasi. Saat itu, Yanuar minta sisa tagihan Rp 519 juta di transfer ke rekening CV Daun Segar. Katanya itu anak usaha perusda,” ucap Direktur PT FMP Agus Irwanto bersaksi, (5/1). Saksi Agus mengaku mengenal Yanuar karena pernah satu almamater di Institut Pertanian Bogor. Pada 2006, ulasnya, dia sempat bertemu dengan Yanuar yang saat itu ditunjuk menjadi direktur utama badan usaha pemerintah, Perusda Perkebunan Kaltim dan menawarkan kerja sama sebagai penyandang dana kegiatan pengadaan pupuk.

Tawaran itu hadir bertepatan dengan pengadaan pupuk perkebunan sawit di Kalimantan Tengah. Lanjut dia, kala itu PT FMP lagi kekurangan modal. Kerja sama pihak ketiga itu dijalin tiga kali, pada 2006, lalu 2008, dan 2009 dengan total ongkos produksi Rp 3,55 miliar. Dengan komposisi Rp 2 miliar PT FMP dan sisanya Perusda Perkebunan Kaltim. “Kesepakatan bagi hasil profit. Perusda dapat untung sekitar Rp 519 juta,” paparnya di depan majelis hakim yang digawangi Hongkun Otoh bersama Abdul Rahman Karim dan Arwin Kusumanta.

Ketika pembayaran piutang medio September 2009, Yanuar memintanya mentransfer pembayaran tersebut ke rekening CV Daun Segar, dengan alasan agar anak usaha perusda memiliki cashflow yang bisa dikelola untuk operasional. Sebelumnya, dana awal yang dikembalikan pun tak semua ditransfer ke rekening perusda. Kata saksi, ada yang ditransfer ke rekening pribadi Yanuar dan rekening PT Dwi Palma Mitra Lestari. Dari beberapa kali perbincangannya dengan kawan satu kampus itu, diketahui jika Perusda Perkebunan Kaltim, sebelum bersulih nama menjadi PT AKU, bukan bergerak di bidang penyandang dana ini.

“Katanya perlu mengamankan operasional perusahaan makanya ambil opsi itu (jadi penyandang dana),” sambungnya. Disinggung ketua majelis hakim Hongkun Otoh apakah dia tahu seluk-beluk CV Daun Segar, dari struktur hingga bergerak di bidang perkebunan apa anak usaha itu, Agus Irwanto mengatakan, “Saya enggak tahu, Pak. Hanya tahu itu anak usaha dari cerita Yanuar”. Selain Agus Irwanto, JPU Zaenurrofiq menghadirkan dua staf PT AKU menjadi saksi. Sri Yuni Yulandari (staf keuangan) dan Dewi Ferlianti (staf administrasi). Dari keterangan keduanya ketika diperiksa, diketahui CV Daun Segar merupakan satu dari sembilan perusahaan yang bekerja sama dengan PT AKU.

“Saya jadi staf keuangan PT AKU selama 2004-2015, tak pernah tahu CV Daun Segar itu anak perusahaan. Setahu saya perusahaan itu salah satu yang bekerja sama dengan perusda. PT AKU selaku penyandang dana untuk trading tandan sawit,” ulasnya. Selama bekerja, perusda milik pemprov ini mendapat beberapa kali penyertaan modal. Di awal pembentukan sebesar Rp 5 miliar, pada 2008 bertepatan dengan berganti bentuk menjadi PT AKU mendapat Rp 7 miliar, dan terakhir pada 2010 Rp 15 miliar. Setiap bulan atau per tahun, dia rutin menyusun laporan keuangan perusda dan laporan sempat dua kali diaudit Inspektorat Wilayah Kaltim pada 2004 dan 2006. Selepas itu diaudit internal lewat kantor akuntan publik.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 04 Maret 2021 11:23

Kemenkes Sayangkan RS Bandrol Vaksin Covid-19

JAKARTA –  Pemerintah telah mengumumkan adanya vaksin Gotong Royong lewat…

Kamis, 04 Maret 2021 11:22
Belum Ada Jaminan Menerima Jamaah dari Luar Saudi

Saudi Wajibkan Jamaah Haji Vaksinasi Covid-19

JAKARTA– Sedikit demi sedikit pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan dalam…

Kamis, 04 Maret 2021 11:15
Dayang Suriani, Guru Terbaik Dunia Berbagi Motivasi via YouTube (2-Habis)

PJJ Harus Inovatif dan Memberi Motivasi

Membangun jembatan komunikasi, setiap guru menceritakan pengalaman belajar-mengajar selama pandemi.…

Kamis, 04 Maret 2021 11:06

Pandemi, 168 Juta Anak Terpaksa Tak Sekolah

NEW YORK– Lockdown akibat pandemi berdampak luar biasa bagi anak…

Kamis, 04 Maret 2021 10:23

Hendak Tes PCR, Speedboat 20 WNA Terbalik di Teluk Balikpapan, Dihantam Badai sebelum Tenggelam

BALIKPAPAN–Kecelakaan speedboat yang melibatkan 20 warga negara Ukraina di perairan…

Rabu, 03 Maret 2021 21:00
Pemilik Merasa Dirugikan, Berawal dari Tunggakan

Hotel Jaringan Bahtera Dilelang Rp 227,6 Miliar

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Merugi karena pandemi, kini aset dilelang…

Rabu, 03 Maret 2021 20:19

BUAYA NGAMUK LAGI..!! Bocah Laki-laki 8 Tahun Diterkam di Sungai Tempakul Bengalon

SAMARINDA - Bocah laki-laki usia 8 tahun atas nama Dimas,…

Rabu, 03 Maret 2021 20:00
RSI yang Akhirnya Lahir Kembali setelah Empat Tahun Vakum

Kamar Operasi Belum Siap, Baru Tiga Dokter Spesialis

Hampir lima tahun vakum membuat pengelola RSI Samarinda bekerja ekstra.…

Rabu, 03 Maret 2021 14:11

Kemenag Mulai Kumpulkan Paspor Calon Jamaah Haji

Beredar surat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag soal…

Rabu, 03 Maret 2021 14:10

Ditemukan Kasus Mutasi Covid-19 dari Inggris B117 di Indonesia, Perlu Tracing dan Isolasi Lebih Ketat

JAKARTA– Mutasi Covid-19 dari Inggris yang disebut B117 (B.1.1.7) akhirnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers