MANAGED BY:
KAMIS
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Senin, 04 Januari 2021 10:30
Menyikapi Persiapan Belajar Tatap Muka 2021

Makan siang dibawakan pihak kantin sekolah ke kelas masing-masing. Setelah selesai, peralatan dan sebagainya akan dibawa kembali ke luar kelas. Di sekolah, hanya guru dan siswa dan yang berkepentingan di sekolah yang diperkenankan masuk. Orangtua dan pihak luar tidak diizinkan masuk. Penjemputan hanya dilakukan di luar sekolah. Semua pertemuan orangtua dan guru atau rapat-rapat sekolah dilakukan secara daring. Semua peraturan bahwa semua siswa wajib menggunakan masker. Apabila ada yang sakit, mereka harus di rumah mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ), yang  ditetapkan pihak sekolah.

Aktivitas olahraga juga sudah diperbolehkan selama menerapkan protokol kesehatan, sama dengan kegiatan sekolah. Mereka hanya bertemu dengan rekan satu grupnya. Jadi, di saat ada yang terdeteksi infeksi virus corona, penanganannya cepat dan hanya menimpa kelompok tersebut, tidak seluruh pengguna gedung dan klub.

Apabila seseorang terdeteksi positif terkena Covid-19, maka informasi diberikan kepada kelas atau kelompok hobi yang bersangkutan. Guru kelas dan kepala sekolah atau kelompok hobi yang bersangkutan. Guru kelas dan kepala sekolah memberitahu pihak kesehatan dan pihak kesehatan akan menghubungi keluarga (orangtua siswa bersangkutan),  untuk menjalankan karantina mandiri di rumahnya.

Siswa yang bersangkutan juga diberi kesempatan untuk melakukan tes Covid-19 di rumah sakit atau saran kesehatan terdekat. Hasilnya akan keluar dalam waktu maksimal tujuh hari.

Diharapkan semua siswa hanya bertemu dengan teman satu kelasnya saja dan diatur waktu makan, istirahat, dan pulang untuk meminimalkan kontak. Namun, apabila suatu kasus corona terdeteksi, sekolah kembali menerapkan belajar dari rumah atau secara daring.

Pemerintah menyarankan untuk zona hijau dan kuning sudah diperbolehkan tatap muka. Semakin lama pembelajaran tatap muka tidak terjadi, semakin besar dampak negatif yang terjadi pada anak. Anak harus bekerja, anak risiko putus sekolah dikarenakan anak terpaksa bekerja untuk membantu keuangan keluarga di tengah krisis pandemi Covid-19.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 20 Februari 2021 10:59

Kaya Mendadak

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 12 Februari 2021 12:11

Iklan Pernikahan Dini

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Sabtu, 06 Februari 2021 11:24

NU dan Muhammadiyah Elitis?

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Sabtu, 06 Februari 2021 10:56

Membaca Minggu Pertama Kapolri Baru

Oleh: Rudy Mas'ud Tepat seminggu pelantikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia…

Sabtu, 30 Januari 2021 10:30

Kesempatan dalam Kesempitan Bencana

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Kamis, 28 Januari 2021 10:20

Seaglider dan Early Warning System

Oleh: Rudy Mas'ud* Sekira dua pekan lalu, saya menginterupsi Rapat…

Jumat, 22 Januari 2021 12:02

Ramalan Bencana

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda.    …

Rabu, 20 Januari 2021 10:08

Keputusan Akhir Legal Standing Wartawan dan Advokat Sebagai Pemohon Informasi Publik

Oleh : Hendra J Kede Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat…

Senin, 18 Januari 2021 10:34

Apakah Benar Indonesia Dijajah oleh Pemerintah Belanda?

Oleh: Dadang IK Mujiono Mahasiswa S3 Departemen Asia Tenggara National…

Jumat, 15 Januari 2021 13:14

Mengundang dan Mengusir Banjir

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers