MANAGED BY:
SABTU
06 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Jumat, 01 Januari 2021 15:04
Mengisi Waktu

Dalam kondisi sehat dan waktu luang, tidak sedikit orang sering menunda beraktivitas ibadah dan berkarya. Harusnya banyak ibadah dan pekerjaan yang bisa dirampungkan, namun karena merasa memiliki waktu yang panjang, hal yang bermanfaat tersebut ditunda-tunda. Toh masih ada hari esok untuk melakukannya. Ketika esok tiba, mantra yang sama diucapkan, “masih ada hari esok lagi”.

Tidak terasa waktu tiba-tiba sudah masuk di injury time dan deadline. Syukur-syukur masih bisa menyempatkan melaksanakan pekerjaan yang ditunda. Dalam banyak kasus, sebagian orang yang tidak sempat merampungkannya karena waktu yang sudah mepet dan kondisi kesehatan yang sudah tidak memungkinkan lagi. Ada pula yang tiba-tiba sekarat dan dipanggil Tuhan lebih cepat dari yang dia perkirakan karena merasa masih muda dan sehat. Ternyata takdir berkata lain.

Begitulah watak waktu. Seperti pedang bermata ganda. Bisa membawa maslahat bagi yang bisa memanfaatkannya. Sisi mata pedang lain, bisa “membunuh” orang yang tidak bisa memanfaatkannya, sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam al-Ghazali. Membunuh dalam pengertian akan menjerumuskan orang yang tidak mengisi waktu untuk kebaikan ke jurang kebatilan. Hidupnya terjebak dalam urusan kesenangan dan kemaksiatan serta memalingkannya untuk ingat Tuhan. Hatinya akan terbunuh dan mati dari kebenaran.

Watak waktu yang lain adalah berjalan cepat seperti awan dan ketika sudah lewat, tidak akan pernah kembali. Banyak pepatah yang menegaskan betapa berharganya waktu dan digambarkan lebih berharga dari harta benda manapun. Uang dan harta benda bisa dicari jika hilang. Namun, waktu yang hilang tidak akan pernah kembali dan ditebus dengan harta apa pun. Berlalunya waktu sering dirasa cepat seperti kelebatan awan yang tertiup angin, tanpa dirasa awan sudah berlalu dari hadapan seseorang.

BERKACA KEPADA ULAMA

Islam mengajarkan betapa berharganya waktu dan memerintahkan untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Rasulullah dan para sahabat adalah contoh-contoh figur terbaik manusia yang memanfaatkan waktu.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 05 Maret 2021 12:02

Legalisasi Minuman Keras

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Senin, 01 Maret 2021 10:57

Merealisasikan Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

Oleh: Aldi Pebrian Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kaltim  …

Sabtu, 27 Februari 2021 09:53

Memantaskan Tuhan

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda   Seorang artis yang…

Sabtu, 20 Februari 2021 10:59

Kaya Mendadak

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 12 Februari 2021 12:11

Iklan Pernikahan Dini

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Sabtu, 06 Februari 2021 11:24

NU dan Muhammadiyah Elitis?

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Sabtu, 06 Februari 2021 10:56

Membaca Minggu Pertama Kapolri Baru

Oleh: Rudy Mas'ud Tepat seminggu pelantikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia…

Sabtu, 30 Januari 2021 10:30

Kesempatan dalam Kesempitan Bencana

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Kamis, 28 Januari 2021 10:20

Seaglider dan Early Warning System

Oleh: Rudy Mas'ud* Sekira dua pekan lalu, saya menginterupsi Rapat…

Jumat, 22 Januari 2021 12:02

Ramalan Bencana

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda.    …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers