MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 01 Januari 2021 12:00
Kebijakan Sudah sesuai Rekomendasi WHO
Wiku Adisasmito

PROKAL.CO,

Dengan ditemukannya strain virus Sars Cov-2 baru atau dinamakan B-117, di South Wales, Inggris, Indonesia telah mengantisipasi dengan pengetatan kedatangan orang dari luar negeri. Bahkan warga negara asing (WNA) bukan utusan diplomatik dilarang memasuki Indonesia mulai 1-14 Januari 2021.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, hal ini dilakukan demi melindungi warga Indonesia dari tertular imported case. Bahkan beberapa negara seperti Australia, Denmark, Italia, Islandia, Belanda, Belgia, Afrika Selatan, dan Singapura telah melaporkan adanya kasus positif mengandung B117.

"Bahwa dalam penanganan pandemi Covid-19 yang dinamis, maka kebijakan yang dibuat pemerintah selalu responsif mengikuti perkembangan yang ada. Hal ini menyesuaikan rekomendasi dari WHO, pembuatan kebijakan yang berbasis kepada tingkat risiko, bukti ilmiah, koheren, proporsional dan memiliki batasan waktu," tegasnya.

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah proaktif terhadap kasus yang melanda  Inggris dan mengancam keamanan global saat ini. Kebijakan pengetatan kedatangan pelaku perjalanan orang dari luar negeri sudah dibahas dalam Rapat Kabinet bersama Presiden Joko Widodo, Senin (28/12) di Istana Kepresidenan Jakarta.

Beberapa pokok hasil rapat terbatas itu, pertama, WNA dari negara manapun dilarang memasuki Indonesia pada 1-14 Januari 2021 kecuali setingkat menteri ke atas dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Ketentuan ini tertuang dalam revisi adendum Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020. Namun terdapat yang dikecualikan di antaranya pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas yaitu dengan jabatan menteri ke atas. Dan pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Kedua, perjalanan WNI dari negara asing tetap diperbolehkan menyesuaikan protokol kesehatan ketat yang sudah tertuang dalam surat edaran sebelumnya yaitu Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Natal dan Tahun Baru 2021. 

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 05 Maret 2021 11:29

Kejar Maling karena HP Miliknya, Miskadi Malah Dikeroyok dan Ditusuk Hingga Tewas

Nasib malang menimpa seorang pria bernama Ahmad Miskadi, 40, asal…

Jumat, 05 Maret 2021 11:19

Politik Uang Mendominasi Sidang Pembuktian MK

Persoalan money politics tampak mendominasi keterangan saksi di sejumlah sidang…

Jumat, 05 Maret 2021 11:18

JPU Tuntut Djoko Tjandra Empat Tahun Penjara

JAKARTA– Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung (JPU Kejagung) sudah menyampaikan…

Jumat, 05 Maret 2021 10:42

Belum Ada Jaminan Vaksin Sinovac Cegah Orang Terinfeksi Varian B117

JAKARTA– Keberadaan mutasi B117 SARS-CoV-2 di Indonesia terus menjadi sorotan.…

Kamis, 04 Maret 2021 11:21

KPK Usut Suap Pajak Puluhan Miliar

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut indikasi suap di…

Kamis, 04 Maret 2021 11:05
DKPP Nilai Sikap KPU Tepat

Eks Koruptor Lolos, Tujuh Penyelenggara Dipecat

JAKARTA– Polemik kelayakan eks terpidana kasus korupsi Yusak Yaluwo yang…

Kamis, 04 Maret 2021 10:37

Disergap saat Patroli, Anggota Brimob Gugur

Di Jawa Timur, Densus 88 Antiteror melakukan serangkaian penangkapan terduga…

Rabu, 03 Maret 2021 14:09

KPU Usul Start Pemilu 2024 di Tahun Ini, Ubah Waktu Tahapan Jadi 30 Bulan

JAKARTA- Tahapan pemilihan umum (pemilu) masih terus digodok untuk mendapat…

Rabu, 03 Maret 2021 13:37

DPT Jadi Basis Data Vaksinasi

JAKARTA– Data daftar pemilih tetap (DPT) akan digunakan sebagai salah…

Rabu, 03 Maret 2021 13:09

Tambah 10 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19

Total pemerintah telah mendatangkan 38 juta dosis vaksin dari Sinovac.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers