MANAGED BY:
MINGGU
07 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 16 Desember 2020 11:19
Komnas HAM Sebut Ada Dugaan Pelanggaran, Bareskrim Buka Opsi Rekonstruksi Ulang
SIAP TRANSPARAN: Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada awak media tentang kasus penembakan enam laskar FPI di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (15/12). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

PROKAL.CO,

JAKARTA- Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo memastikan kasus penyerangan terhadap polisi yang mengakibatkan tewasnya enam pengawal Rizieq Syihab belum final. Rekonstruksi kasus masih bisa berubah. Hal itu dapat diakomodasi saat ada temuan atau bukti baru. Pernyataan tersebut disampaikan Kabareskrim setelah Komnas HAM memastikan mendapatkan temuan baru. Komnas HAM juga menekankan bahwa mereka lebih dulu turun ke lapangan untuk mendalami kasus yang diduga terdapat unsur pelanggaran hak asasi manusia (HAM) tersebut.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, rekonstruksi yang digelar Bareskrim merupakan bagian dari proses penyidikan dugaan tindak pidana penyerangan petugas. Karena itu, rekonstruksi tersebut bukan hasil final. ”Nantinya bila ada temuan baru, bisa diakomodasi,” jelasnya. Temuan baru itu bisa berupa penambahan keterangan informasi, saksi, atau bukti lain. Semua itu tidak menutup kemungkinan untuk diakomodasi dalam tahap rekonstruksi lanjutan. ”Yang pasti, kami dalam rekonstruksi selalu bekerja profesional, transparan, dan objektif,” tegasnya. Apalagi, dalam rekonstruksi tersebut, Bareskrim mengundang pengawas eksternal. Antara lain, Komnas HAM, Amnesty International, Kontras, Imparsial, dan Kompolnas. Walau yang datang hanya Kompolnas. ”Polri tetap menghargai independensi pengawas eksternal lainnya,” ujarnya.

Dia menuturkan, sesuai laporan, kasus itu merupakan penyerangan terhadap petugas. Namun, manakala ada pendapat lain, misalnya petugas yang melakukan penyerangan, Bareskrim akan menghargainya. ”Kami akan terus meng-update perkembangan kasus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menegaskan, pihaknya terus melakukan pendalaman dan belum ada kesimpulan terkait kasus tersebut. Yang pasti, dalam kasus itu terdapat dugaan pelanggaran HAM. ”Itu kewenangan Komnas HAM,” jelasnya. Dia menegaskan, muara dari kasus yang ditangani Komnas HAM adalah membuat terang kasus tersebut. Tanpa perlu adanya tim gabungan, Komnas HAM bisa berjalan sendiri. ”Kami bisa merumuskan bagaimana peristiwa terjadi, dari jarak berapa ditembak, dan sebagainya,” tuturnya.

Pada bagian lain, Front Pembela Islam (FPI) menolak rekonstruksi versi polisi. Sekretaris Umum FPI Munarman menjelaskan, bila mengikuti logika kepolisian, penanganan perkara tersebut tak bisa lagi dijalankan karena para tersangka sudah meninggal. Karena itu, dia berharap Komnas HAM menjadi leading sector dalam penanganan kasus tersebut. Sebab, insiden itu merupakan tragedi pembantaian dan pembunuhan enam anggota Laskar FPI. ”Yang diduga merupakan peristiwa pelanggaran HAM berat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis dan Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suryadi kemarin rampung menjalani pemeriksaan. Keduanya dicecar 63 pertanyaan terkait kegiatan Maulid dan pernikahan putri Rizieq Syihab di Petamburan, Jakarta Pusat. Setelah diperiksa, Sobri dan Maman tidak ditahan. Alasannya, ancaman hukuman keduanya di bawah lima tahun. (jpc)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Maret 2021 21:00
Tol Balikpapan-Samarinda dan Penantian Empat Dekade Jasa Marga

Sebelas Tahun Kemudian, Tak Disangka Akan Terhubung Ibu Kota Negara

Jika pembangunan tol tidak dilakukan, infrastruktur di Pulau Kalimantan semakin…

Sabtu, 06 Maret 2021 21:00

Lonjakan Penduduk di Samarinda dan Balikpapan, Layanan KTP Berpotensi Malaadministrasi

SAMARINDA-Risiko lonjakan penduduk di Kota Samarinda dan Balikpapan jadi perhatian…

Sabtu, 06 Maret 2021 11:03

Perbaikan Ekonomi Kaltim Bisa Cepat, Terpacu Perbaikan Ekonomi Global

Perbaikan ekonomi Kaltim tahun ini diprediksi bisa semakin cepat. Selain…

Sabtu, 06 Maret 2021 11:01

Produksi Padi di Kaltim Makin Besar

SAMARINDA–Produksi padi di Kaltim makin besar. Pada 2020, petani di…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:54

Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, AHY Sebut KLB Ilegal, Polri Tak Keluarkan Izin Kongres

Tsunami politik menghantam Partai Demokrat (PD). Sejumlah kader dan mantan…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:51

Skandal Suap Pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Celah Sempit Korupsi Masih Ada

BALIKPAPAN–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut suap puluhan miliar yang…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:51

Kerusakan Jembatan Dondang Diklaim Lebih Parah

SAMARINDA–Jembatan Dondang di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, bukan pertama…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:50

Ilmuwan Kembangkan Drone Lebah

PARA peneliti di Harvard, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:33

Relaksasi setelah Tiga Pekan PPKM Mikro, Objek Wisata Boleh Buka

Zona oranye sudah turun menjadi zona kuning. Karena itu, pemkot…

Jumat, 05 Maret 2021 21:00

Pengawas Lalai, Aktivitas Kapal Seenaknya, Jembatan Dondang Kembali Dihantam Ponton Batu Bara

Perlu tindakan tegas dan konkret. Tak sekadar menerima ganti rugi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers