MANAGED BY:
SABTU
06 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 07 Desember 2020 12:24
KPK Masih Kumpulkan Bukti untuk Terapkan Hukuman Mati kepada Mensos Juliari
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengenakan rompi oranye dan tangannya diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PROKAL.CO,

Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara masuk daftar tersangka yang diumumkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri Minggu dini hari (6/12). Dia menjadi menteri kedua di Kabinet Indonesia Maju yang terjerat kasus korupsi setelah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Juliari harus berurusan dengan KPK lantaran diduga menerima duit haram Rp 17 miliar. Uang sebanyak itu berasal dari fee bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang dibagikan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang. ”Sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket bansos,” ungkap Firli. Penerimaan fee oleh Juliari, lanjut dia, tercatat sudah dua kali. Periode pertama Rp 8,2 miliar. Periode kedua Rp 8,8 miliar.

Saat Firli mengumumkan tersangka dalam kasus korupsi bansos tersebut Minggu dini hari, hanya tiga tersangka yang diperlihatkan kepada awak media. Yakni, Matheus Joko Santoso, Ardian I.M., dan Harry Sidabuke. Juliari bersama satu tersangka lain bernama Adi Wahyono tidak diperlihatkan karena sempat menjadi buron. Mereka baru diperlihatkan setelah menjalani pemeriksaan kemarin sore. Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos, Juliari menyerahkan diri kemarin sekitar pukul 03.00. Dia datang ke Gedung Merah Putih KPK dan langsung dibawa ke ruang penyidik. Sekitar enam jam setelah Juliari menyerahkan diri, Adi Wahyono yang bertugas sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos menyusul mendatangi kantor KPK. Dia tiba sekitar pukul 09.00.

Dari total lima tersangka, KPK membagi mereka menjadi dua. Yakni, tersangka penerima yang terdiri atas Juliari, Adi Wahyono, dan Matheus Joko Santoso. Dua tersangka lain, Ardian I.M. dan Harry Sidabuke, menjadi tersangka pemberi. Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, kata Firli, dijerat pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 dan pasal 12 huruf (i) Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Sementara itu, Juliari disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Di sisi lain, tersangka pemberi disangka melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 UU Tipikor. Apakah para tersangka juga akan dikenai pasal dengan ancaman hukuman mati sebagaimana pernah dinyatakan Firli? KPK perlu mendalami lebih dulu.

Firli tidak menampik pasal dengan ancaman hukuman mati memang ada dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor. Yakni, pasal 2 ayat (2). Namun, penyidik masih mencari tahu apakah perbuatan Juliari dan tersangka lain memenuhi unsur pelanggaran pasal tersebut. Dia ingin memastikan bahwa pihaknya benar-benar bisa membuktikan apabila menerapkan pasal itu. ”Tentu nanti kami bekerja berdasar keterangan saksi dan bukti-bukti apakah bisa masuk ke pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999,” tuturnya. Penyidik KPK, lanjut Firli, bakal bekerja keras untuk memastikan hal itu. Sebab, kasus tersebut berkaitan erat dengan upaya penanggulangan Covid-19 di tanah air. Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Presiden Jokowi berkali-kali meminta bansos terdistribusikan secara cepat dan tepat.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 06 Maret 2021 11:03

Perbaikan Ekonomi Kaltim Bisa Cepat, Terpacu Perbaikan Ekonomi Global

Perbaikan ekonomi Kaltim tahun ini diprediksi bisa semakin cepat. Selain…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:54

Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, AHY Sebut KLB Ilegal, Polri Tak Keluarkan Izin Kongres

Tsunami politik menghantam Partai Demokrat (PD). Sejumlah kader dan mantan…

Sabtu, 06 Maret 2021 10:33

Relaksasi setelah Tiga Pekan PPKM Mikro, Objek Wisata Boleh Buka

Zona oranye sudah turun menjadi zona kuning. Karena itu, pemkot…

Jumat, 05 Maret 2021 21:00

Pengawas Lalai, Aktivitas Kapal Seenaknya, Jembatan Dondang Kembali Dihantam Ponton Batu Bara

Perlu tindakan tegas dan konkret. Tak sekadar menerima ganti rugi…

Jumat, 05 Maret 2021 12:01

Imigrasi Cekal Dua Pegawai Ditjen Pajak, Atas Permintaan KPK, Diduga Terlibat Kasus Suap

JAKARTA–Pengusutan kasus suap yang melibatkan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian…

Jumat, 05 Maret 2021 11:58

Jelang Penerimaan CPNS 2021, Ada Formasi Khusus Penyandang Disabilitas

SAMARINDA–Penyandang disabilitas masih harus berjuang. Pemerintah pun idealnya bisa memberikan…

Jumat, 05 Maret 2021 11:53
Kisah Provinsi Kaya Batu Bara Penikmat Tol Pertama di Kalimantan

Menunggu Rangkaian Jalan-Jalan Bebas Hambatan yang Diidamkan

Puluhan tahun merdeka, mulusnya jalan tol baru dirasa. Pembangunan jalan…

Jumat, 05 Maret 2021 11:52

Barang Bukti yang Disita dari Perkara Pungli Komura, Tunggu Fatwa, Baru Kembalikan

SAMARINDA–Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Koperasi Samudera Sejahtera (Komura)…

Jumat, 05 Maret 2021 11:42

Pekerja Migran Indonesia Terinfeksi Mutasi Vidurs Covid-19, Pelacakan Diperluas

BREBES – Pelacakan terhadap kontak erat pekerja migran Indonesia (PMI)…

Jumat, 05 Maret 2021 11:07

Rekrut 1,3 Juta ASN, Wapres Ingatkan Perbaikan Kualitas dan Integritas

JAKARTA – Wapres Ma’ruf Amin memberikan pengarahan di rapat koordinasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers