MANAGED BY:
SENIN
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 01 Desember 2020 23:41
Penyuap Ismunandar “Anak Emas” Pemkab Kutim
ilustrasi

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Perkara suap atau gratifikasi yang menyeret Aditya Maharani Yuono dan Deky Aryanto berakhir kemarin (30/11). Di persidangan terakhir itu, keduanya dinyatakan bersalah telah menyuap Ismunandar Cs untuk memengaruhi kebijakan pelaksanaan proyek infrastruktur di Kutai Timur pada 2019-2020.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim yang digawangi Agung Sulistiyono bersama Joni Kondolele dan Ukar Priyambodo itu langsung diterima kedua terdakwa, tanpa pikir panjang. Aditya Maharani Yuono diadili dengan vonis selama 1 tahun 6 bulan pidana penjara atas ulah memberi sejumlah uang atau barang senilai Rp 6,1 miliar ke Ismunandar (bupati Kutai Timur nonaktif) lewat tiga kepala dinas.

Yakni Musyaffa (kepala Badan Pendapatan Daerah), Suriansyah alias Anto (kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), dan Aswandini (kepala Dinas Pekerjaan Umum). Pemberian awal terjadi sepanjang Oktober–Desember 2019 sebesar Rp 5 miliar lewat Musyaffa secara bertahap. Meski di persidangan, uang itu diklaim sebagai utang-piutang. Namun, menurut majelis dalam amar putusan, hal itu bertentangan dengan fakta yang terungkap sepanjang perkara ini bergulir.

Dari pemberian itu, nyatanya terdakwa dipermudah untuk mendapat 19 proyek penunjukan langsung dan enam proyek lelang dari Pemkab Kutai Timur,” ucap anggota majelis Ukar Priyambodo membacakan putusan. Tak sampai di situ, sepanjang proyek dikerjakan terdakwa, ketika pencairan terdakwa pun mendapat kemudahan pencairan dengan bantuan dari beberapa kepala dinas tersebut hingga Ismunandar sendiri.

Proyek itu dikerjakan, ada uang atau barang yang juga mengalir sepanjang Februari-Juni 2020 dari terdakwa Aditya. Dari pembiayaan pemberangkatan rombongan Ismunandar ke acara keagamaan di Banjarmasin, Kalsel hingga pembiayaan kampanye Ismunandar di Pilkada Kutim 2020. Memang meski beberapa kali pemberian itu tak berwujud langsung diberikan ke Ismunandar tapi lewat beberapa pihak. Namun, majelis menilai, manfaat pemberian terdakwa itu langsung dirasakan Ismunandar, sehingga hal ini bisa dikategorikan sebagai suap,” kata ketua majelis, Agung Sulistiyono.

Dengan demikian, majelis sepakat dengan Pasal 5 Ayat 1 Huruf a UU 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP yang diterapkan JPU KPK dalam tuntutan. Dengan demikian, majelis hakim menuntut terdakwa Aditya Maharani Yuono selama 1 tahun 6 bulan pidana penjara,” lanjut Agung membaca putusan. Selain pidana penjara, majelis juga menetapkan denda sebesar Rp 250 juta yang jika tak diganti paling lambat sebulan selepas perkara ini inkrah, maka diganti pidana kurungan selama 4 bulan.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Januari 2021 11:05
Menakar Kemampuan Vaksin Sinovac Menangkal Covid-19

Dua Kali Suntik Vaksin, Kebalnya Setahun

Vaksin Covid-19 sudah tiba di Kaltim. Juga telah didistribusikan ke…

Senin, 18 Januari 2021 11:02

Terapi Plasma Konvalesen Masih Diperlukan

KEDATANGAN vaksin corona di Indonesia termasuk Kaltim memberikan harapan baru…

Senin, 18 Januari 2021 10:48

Masuk Balikpapan Bakal Diperketat, Pemkot Wacanakan Wajib Rapid Test Antigen

SETELAH jalur udara, akses darat menuju Kota Balikpapan di masa…

Senin, 18 Januari 2021 10:17

37 Gempa Susulan, 73 Orang Meninggal

JAKARTA- Pusdalops BNPB melaporkan 73 orang telah ditemukan meninggal pasca…

Minggu, 17 Januari 2021 11:38

Korban Meninggal Dunia Gempa Sulbar jadi 56 Orang

 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (16/1) pukul…

Minggu, 17 Januari 2021 11:31

Manado Dilanda Banjir dan Longsor, 5 Meninggal

Banjir dan tanah longsor yang terjadi di Manado, Sulawesi Utara,…

Sabtu, 16 Januari 2021 13:29

RUU IKN Masuk Prolegnas Prioritas 2021

BALIKPAPAN–Roda pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim kembali bergerak.…

Sabtu, 16 Januari 2021 13:29

PERINGATAN..!! di Balikpapan, Anak Muda Paling Banyak Terpapar Covid-19

Dari 167 kasus positif Covid-19 di Balikpapan yang dilaporkan Jumat…

Sabtu, 16 Januari 2021 13:27
Ketika ’’Orang-Orang Bloomington’’-nya Budi Darma Tembus Penerbit Penguin Classics

Pertanda Baik bagi Karya Klasik Penulis Indonesia dan Asia

Budi Darma menjadi penulis pertama Indonesia yang karyanya diterbitkan Penguin…

Sabtu, 16 Januari 2021 13:25

Bisa Bepergian Tanpa Rapid, Vaksin Tetap untuk Prioritas

SAMARINDA – Ribuan vaksin sudah datang ke Samarinda dan Kukar.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers