MANAGED BY:
KAMIS
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 30 November 2020 10:59
Stop Eksploitasi Hutan, Delta Mahakam hingga Mangrove, Calon Ibu Kota Negara Terancam Krisis Air
Kawasan IKN. Dari Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), potensi sumber air baku di daerah tersebut sangat minim, sehingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengusulkan sistem pemanenan air hujan atau rainwater harvesting. Dibutuhkan infrastruktur tampungan air untuk mencegah kekurangan air di kemudian hari.

PROKAL.CO,

Jaringan drainase terintegrasi yang dapat menampung curah hujan tinggi saat musim hujan diharapkan jadi solusi mengantisipasi defisit air baku di IKN baru.

BALIKPAPAN-Calon lokasi ibu kota negara baru (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terancam krisis sumber air baku. Dari Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), potensi sumber air baku di daerah tersebut sangat minim, sehingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengusulkan sistem pemanenan air hujan atau rainwater harvesting. Dibutuhkan infrastruktur tampungan air untuk mencegah kekurangan air di kemudian hari.

Wilayah IKN baru yang dicanangkan berada di sebagian wilayah Kabupaten PPU dan Kutai Kartanegara (Kukar), sebenarnya dikelilingi 38 daerah aliran sungai (DAS). Hanya, area tangkapannya kecil. Sebab, kebanyakan merupakan sungai pasang surut. Serta morfologi yang berbukit-bukit dengan curah hujan tinggi, menyebabkan harus dilakukan pengelolaan hulu-hilir secara integratif. Wakil Menteri LHK Alue Dohong mengungkapkan, melihat kondisi tersebut, penting untuk menginisiasi rain water harvesting di IKN baru. Melalui pembangunan sistem jaringan drainase yang dapat menampung curah hujan yang tinggi saat musim hujan.

“Sebagai air baku,” kata dia dalam webinar nasional Eco Infrastructure Festival bertema “New Capital City for New Smart Generation”, Minggu (29/11). Lanjut dia, membangun jaringan ruang terbuka berbasis air (blue space) juga perlu dilakukan. Yang berfungsi menjaga tata air dan mencegah longsor dan banjir. Di mana nantinya ada banyak sungai, danau, embung, waduk, teluk, termasuk infrastruktur tampungan air lainnya. Salah satu infrastruktur tampungan air itu adalah sistem jaringan rain water harvesting.

“Kalau di luar negeri, Australia dan Amerika Serikat sudah menerapkan itu. Bagaimana drainase terintegrasi sekaligus menampung curah hujan yang tinggi. Untuk disalurkan ke giant tanks atau water tanks sebagai bahan baku air ke depan,” ungkapnya.  Tokoh Dayak ini melanjutkan, dengan adanya sistem rain water harvesting, air hujan yang turun tidak terbuang percuma. Apalagi di saat memasuki musim hujan seperti saat ini. “Misalnya kalau di Jakarta, kita mengeluh hujan karena banjir. Karena itu air tawar yang terbuang percuma. Kalau kita bangun rainfall harvesting masuk ke super giant tanks adalah bahan baku air yang lebih murah,” imbuh mantan deputi Bidang Konstruksi dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut (BRG) ini.

Dengan demikian, ada potensi air tawar yang sangat besar untuk dimanfaatkan. Tetapi banyak kendala yang merintanginya, sehingga perlu dipikirkan perencanaan mengenai pengelolaan sumber air tersebut, agar pemanfaatan air pada calon IKN bisa lebih efektif dan tidak boros. Menurutnya, tidak hanya Kaltim, tapi seluruh Kalimantan adalah buffer zone air. Karena wilayahnya merupakan tutupan hutan. “Kita harus jaga, dan tidak boleh dieksploitasi supaya airnya tetap dapat terjamin ketersediaan ke depan. Jadi, ruang hutan di utara, termasuk di selatan, delta Mahakam ada mangrove sangat penting karena dia buffer dari intrusi air laut,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 21 Januari 2021 23:07

Berapa Penambahan Penduduk Kaltim Dalam 10 Tahun? Ini Rinciannya

SAMARINDA- SP2020 atau Sensus Penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik…

Kamis, 21 Januari 2021 13:57

Harga Daging Sapi Meroket

BALIKPAPAN – Harga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan di pasar…

Kamis, 21 Januari 2021 13:38

Relief Bersejarah yang ’’Ditemukan” di Tengah Revitalisasi Gedung Sarinah

Kebakaran Gedung Sarinah hampir empat dekade silam, disusul renovasi, membuat…

Kamis, 21 Januari 2021 11:31

Banjir Jadi PR Besar di Hari Jadi Samarinda

Banjir masih menjadi masalah klasik yang ajek terjadi di Samarinda…

Kamis, 21 Januari 2021 11:30

Bimbang Bikin Rumah Sakit Darurat

Selain ketersediaan ruangan dan fasilitas penunjangnya,keberadaanrumah sakit darurat mesti diimbangi…

Kamis, 21 Januari 2021 11:28

Tunjang Pemindahan IKN, Bandara APT Pranoto Diguyur Rp 180 M

BALIKPAPAN–Dua infrastruktur di Kaltim untuk menunjang pemindahan ibu kota negara…

Kamis, 21 Januari 2021 11:26

Motor BWM Adopsi Gaya Mobil

SELAIN mobil, BMW terus menyeriusi memproduksi sepeda motor. Juga, melakukan…

Rabu, 20 Januari 2021 12:06

Di Samarinda, Pelanggar Prokes Diancam lewat Perda

SEMENTARA itu,upaya pencegahan pandemi Covid-19 di Samarinda masih terasa longgar…

Rabu, 20 Januari 2021 11:42

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Mahulu, Kejari Kantongi Nama Tersangka

Korps Adhyaksa terus mengusut dugaan korupsi dana hibah KPU Mahakam…

Rabu, 20 Januari 2021 10:13
Tragedi Sriwijaya Air dan Tugas Kemanusiaan di Dalam Laut (1)

Tiap Angkut Jenazah, Terbayang Kesedihan Keluarga Korban

Dari pagi sampai sore, para penyelam militer dan sipil bahu-membahu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers