MANAGED BY:
RABU
27 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 28 November 2020 12:18
Daya Beli Tentukan Pemulihan Ekonomi

Dorong Kredit Perbankan, Jangan Bergantung FDI

Kunci memulihkan daya beli adalah menciptakan lapangan pekerjaan.

PROKAL.CO,

JAKARTA– Perekonomian negara-negara di kawasan Asia Timur, termasuk Indonesia, diramalkan pulih pada 2021. International Monetary Fund (IMF) optimistis, pemulihan ekonomi serentak terjadi di banyak negara. Namun, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) terkuat akan terjadi di Asia Timur dan Asia Pasifik.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menyatakan bahwa UNCTAD dan WTO meyakini arus foreign direct investment (FDI) akan membaik. Demikian juga dengan volume perdagangan pasar global. Namun, semuanya akan bergantung pada mampu tidaknya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19. Terutama di negara-negara Asia Timur dan Asia Pasifik.

”Pada 2021, akan terjadi pemulihan arus FDI tingkat global. Kisarannya mencapai USD 1,2 triliun (sekitar Rp 16.935 triliun) hingga 2022,” ujar Shinta dalam diskusi virtual (26/11). Kini tantangan terbesar untuk menuju pemulihan ekonomi adalah mengembalikan daya beli masyarakat yang lumpuh akibat pandemi.

Menurut Shinta, kunci memulihkan daya beli adalah menciptakan lapangan pekerjaan. ”Indonesia harus menciptakan lebih dari 3 juta lapangan kerja untuk mengembalikan daya beli dan konsumsi,” paparnya.

Shinta menyatakan, membaiknya konsumsi masyarakat akan langsung berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi. Sayang, pandemi melahirkan angkatan pengangguran baru akibat pemutusan hubungan kerja (PHK). Mengutip data Kementerian Ketenagakerjaan, ada penambahan 3 juta pengangguran akibat Covid-19. Dengan demikian, total pengangguran saat ini mencapai 9,77 juta orang atau 7 persen pada Agustus lalu.

Sementara itu, Ekonom Senior Indef Faisal Basri memproyeksi bahwa hingga kuartal I 2021, ekonomi masih berada pada zona negatif. Perekonomian baru akan kembali ke zona positif pada kuartal II tahun depan. ”Saya perkirakan ekonomi akan kontraksi relatif lebih lama dari negara peer. Jadi, kita baru positif growth di kuartal II tahun depan,” ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 22:52

Kondisi Ekonomi Membaik, Inflasi Kaltim Terkendali 0,37% November

SAMARINDA - Provinsi Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi 0,37%…

Selasa, 01 Desember 2020 12:27

Sempat Dihantam Pandemi, Kontribusi UMKM Perlahan Alami Perbaikan

Sempat mengalami penurunan penjualan hingga 90,10 persen pada April lalu,…

Selasa, 01 Desember 2020 12:26

Lirik Potensi Kaltim, Biznet Investasi Rp 30 Miliar

BALIKPAPAN- Perusahaan infrastruktur digital, Biznet berencana memperluas jaringannya ke Kaltim.…

Selasa, 01 Desember 2020 12:25

Aktivitas Bisnis Bergeliat, Kinerja Perhotelan Pulih

BALIKPAPAN- Kondisi perhotelan di Kota Minyak mulai bergairah. Berbeda dengan…

Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Saat Ini, Momen Tepat Beli Rumah

SAMARINDA- Meski turut mendapat tekanan dari virus corona, para pengembang…

Selasa, 01 Desember 2020 12:20

Pengangguran Melonjak, Kritisi Dampak Politik Upah Murah

JAKARTA- Angka pengangguran yang terus bertambah berkorelasi pada banyak faktor.…

Selasa, 01 Desember 2020 09:32

Yamaha Gear 125, Skutik Multifungsi buat Anak Muda

BALIKPAPAN – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja…

Minggu, 29 November 2020 12:47

Tiongkok Sepakat Beli 200 Juta Ton Batubara RI Tahun Depan

JAKARTA - Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor…

Sabtu, 28 November 2020 13:03

Genjot Ekspor Ikan Tuna ke Korsel

JAKARTA–Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan…

Sabtu, 28 November 2020 13:01

Eni Jadi Tumpuan Proyek IDD

Perusahaan minyak asal Italia, Eni, diharapkan bisa menjadi suksesor proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers