MANAGED BY:
MINGGU
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 27 November 2020 14:40
OMG..!! Ditangkap Saat Threesome di Hotel, Dua Artis dan Selebgram Patok Harga Ratusan Juta
Artis ST dan MA menjalani pemeriksaan di Polsek Tanjung Priok. (Istimewa)

PROKAL.CO,

 JAKARTA- Polisi akhirnya merilis kasus dugaan prostitusi online yang menjerat artis dan selebgram ST dan MA. Diketahui keduanya ditangkap saat sedang melakukan hubungan intim threesome. Masing-masing mendapat bayaran Rp30 juta.

Dalam jumpa pers di Polres Jakarta Utara pada Jumat (27/11/2020), Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko menjelaskan, saat penangkapan terhadap artis ST (27) dan MA (26), keduanya tengah melakukan hubungan intim dengan pelanggannya di satu kamar hotel. Sudjarwoko mengatakan masing-masing dari artis tersebut memasang tarif yang cukup besar. ST dan MA menghargai dirinya sebesar Rp 30 juta. Harga itu di luar dari harga yang dipatok oleh mucikari.

“Untuk kegiatan prostitusi ini dua orang wanita mematok harga Rp30 juta, satu orang pelaku wanita memasang tarif Rp30 juta,” kata Sudjarwoko. Kemudian untuk tarif melakukan hubungan threesome ini, Sudjarwoko mengatakan mucikari mematok harga Rp110 juta. Si Pemesan rela merogoh kocek sebesar Rp 110 juta untuk ‘menikmati’ kedua artis tersebut.

“Tarif sebesar Rp110 juta dimana dari Rp110 juta itu tetap kedua wanita ini dapat bayaran Rp30 juta. Kalau dua orang Rp60 juta sisanya Rp50 juta diamankan untuk biaya mucikari,” ungkapnya. Sudjarwoko juga mengatakan sebelum melakukan hubungan pelanggan harus membayarkan uang DP terlebih dahulu sebesar Rp60 juta.

Seperti diketahui sebelumnya, dua orang mucikari digerebek pihak kepolisian pada Kamis (26/11/2020) di sebuah Hotel Sunlight Sunter, Jakarta Utara dengan sejumlah alat bukti seperti alat kontrasepsi dan ponsel.

Atas perbuatannya tersebut, dua orang mucikari berinisial AR dan CA yang sudah berstatus tersangka dan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU 21 tahun 2007, subsider 296 KUHP juncto 506 KUHP tentang perdagangan orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Kedua mucikari pun dihadirkan dalam jumpa pers tersebut. (dhe/pjksatu)


BACA JUGA

Minggu, 17 Januari 2021 11:38

Korban Meninggal Dunia Gempa Sulbar jadi 56 Orang

 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (16/1) pukul…

Minggu, 17 Januari 2021 11:31

Manado Dilanda Banjir dan Longsor, 5 Meninggal

Banjir dan tanah longsor yang terjadi di Manado, Sulawesi Utara,…

Sabtu, 16 Januari 2021 13:29

RUU IKN Masuk Prolegnas Prioritas 2021

BALIKPAPAN–Roda pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim kembali bergerak.…

Sabtu, 16 Januari 2021 13:29

PERINGATAN..!! di Balikpapan, Anak Muda Paling Banyak Terpapar Covid-19

Dari 167 kasus positif Covid-19 di Balikpapan yang dilaporkan Jumat…

Sabtu, 16 Januari 2021 13:27
Ketika ’’Orang-Orang Bloomington’’-nya Budi Darma Tembus Penerbit Penguin Classics

Pertanda Baik bagi Karya Klasik Penulis Indonesia dan Asia

Budi Darma menjadi penulis pertama Indonesia yang karyanya diterbitkan Penguin…

Sabtu, 16 Januari 2021 13:25

Bisa Bepergian Tanpa Rapid, Vaksin Tetap untuk Prioritas

SAMARINDA – Ribuan vaksin sudah datang ke Samarinda dan Kukar.…

Sabtu, 16 Januari 2021 13:25

Kereta Peluru untuk Suhu Minus 40 Derajat

Tahun lalu, Jepang meluncurkan N700S. Yang mampu bertahan dan melindungi…

Sabtu, 16 Januari 2021 12:45

Gempa Susulan 5,0 Skala Richter Kembali Terjadi di Kabupaten Majene

 Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati…

Sabtu, 16 Januari 2021 12:41

Gempa Susulan Bisa Picu Tsunami, 42 Korban Meninggal Akibat Gempa M6,2

JAKARTA- Gempa dengan magnitude M=6,2 yang melanda Kabupaten Majane pada…

Sabtu, 16 Januari 2021 12:38

Akses Darat Putus, RS dan Kantor Gubernur Sulbar Ambruk

JAKARTA– Obet terkejut saat bed yang dia tempati di RS…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers