MANAGED BY:
RABU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 24 November 2020 11:40
Satgas Enggan Buru-Buru, Dewan Berharap Ada Simulasi Tatap Muka di Sekolah Pinggiran
MINTA KAJIAN: Terkait pembelajaran tatap muka yang telah disetujui kementerian terkait, Satgas Covid-19 Samarinda tidak ingin cepat-cepat mengaktifkan tanpa ada kajian.

PROKAL.CO,

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Samarinda Syaharie Jaang tak ingin terburu-buru memutuskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Samarinda. Meski sudah ada “lampu hijau” dari kementerian terkait memperbolehkan kabupaten atau kota menggelar sekolah offline, 2021 mendatang. Tak ingin keputusan yang dibuat malah bertentangan dengan keinginan masyarakat Samarinda.

 

SAMARINDA–Jaang yang juga masih menjabat wali kota Samarinda itu menuturkan, akan meminta kajian dari instansi terkait seperti Dinas Kesehatan (Diskes) dan Dinas Pendidikan (Disdik). Hal itu menanggapi rapat terakhir pembahasan atas surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang panduan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19, Jumat (20/11) lalu.

"Kami belum lihat petunjuk pelaksanaannya (juklak), tetapi jika memang daerah tersebut banyak terdapat pasien terkonfirmasi, kami larang untuk dibuka (sekolah tatap muka)," singkatnya kemarin.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda dr Sri Puji Astuti menjelaskan, hari ini pihaknya memanggil Disdik Samarinda untuk hearing terkait persiapan pembelajaran tatap muka. Dalam rangka mengetahui kebijakan pemerintah atas kesiapan fasilitas protokol kesehatan. Termasuk sistem pengelolaan jam pelajaran dan teknis menjaga jarak antarsiswa, berdasarkan SKB empat menteri, untuk tingkat SD-SMP satu kelas maksimal hanya boleh diisi 18 siswa, dan tingkat PAUD hanya lima siswa. "Jangan sampai mengorbankan anak-anak, semuanya harus dipersiapkan dengan matang lewat kajian-kajian," ucapnya.

Dia menerangkan, saat reses di lima titik beberapa waktu lalu, telah menerima banyak keluhan dari warga terkait pelaksanaan pembelajaran daring. Misalnya, tidak punya smartphone atau ponsel yang dimiliki tak menunjang, tidak punya pulsa serta minimnya informasi mendapat kuota dari Kemendikbud, termasuk keterbatasan waktu orangtua mendampingi anak saat pelajaran. "Apalagi sasaran kami adalah masyarakat menengah ke bawah yang bekerja non-formal seperti berjualan di pasar. Semua terdampak," ucapnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 23:34

Samarinda Terancam Tenggelam, Kawasan Utara Mulai Tergenang, Persiapan Bangun Dapur Umum

Hujan yang mengguyur sejak Ahad (29/11), membuat beberapa kawasan langganan…

Selasa, 01 Desember 2020 23:30

Kejati Diminta Telusuri Dugaan Korupsi

SAMARINDA–Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan dari Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan…

Selasa, 01 Desember 2020 23:25
Reka Adegan Kasus Perampokan di Tepian Sungai Mahakam Syarat Emosi

Terkuak dari Saksi Kunci di Sekitar Lokasi

Gusti Dwi Prasojo (18), korban yang tenggelam di Sungai Mahakam…

Selasa, 01 Desember 2020 23:22

Gara-Gara Kasus Bikin Pil Koplo di Gudang Sekolah, Disdik Surati Seluruh Sekolah

SAMARINDA–Pengungkapan praktik bisnis haram yang dilakukan Satuan Resnarkoba Polresta Samarinda…

Selasa, 01 Desember 2020 23:19

APBD 2021 Samarinda Sebesar Rp 2,57 Triliun

SAMARINDA–Delapan fraksi DPRD Samarinda akhirnya menyetujui APBD 2021 sebesar Rp…

Selasa, 01 Desember 2020 12:03

Kaltim Post Dinobatkan Pers Peduli Pendidikan

Berbagai informasi tentang sekolah tertinggal dan terpencil sering kali dimunculkan…

Selasa, 01 Desember 2020 11:22

Diler Dukung Penggolongan SIM C

SEBAGAI salah satu diler motor dengan pangsa pasar penggemar motor…

Selasa, 01 Desember 2020 11:21

Wacana Penggolongan SIM C, Sesuaikan Keterampilan dan Kapasitas Motor

Bergulir wacana apabila surat izin mengemudi (SIM) C yakni untuk…

Senin, 30 November 2020 18:56

Waspada, Ketinggian Air Waduk Benanga di Level Kuning

SAMARINDA - Ketinggian air di waduk Benanga Samarinda Utara berada…

Senin, 30 November 2020 16:13

27 Adegan Diperagakan, Rekonstruksi Korban Gusti Tewas Didorong ke Sungai Mahakam

SAMARINDA - Sebanyak 27 adegan diperagakan dua pelaku Jusman (22)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers