MANAGED BY:
SENIN
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 23 November 2020 12:28
Ada yang Terlalu Menerima Bansos
Koordinator Pendamping PKH Diminta Ikut “Bersih-bersih”
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara segera bersih-bersih data penerima bantuan sosial (bansos) dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ia meminta, koordinator pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) berani ikut “membersihkan” penerima bansos yang sudah terlalu lama menerima bantuan.

Mensos mengaku mendapat kritikan sekaligus masukan, bahwa ada keluarga penerima manfaat (KPM) program PKH yang mendapat bantuan selama 8-10 tahun terus-menerus. Merespon hal tersebut, ia menugaskan kordinator pendamping PKH sebagai petugas lapangan untuk memastikan kualitas DTKS. Coordinator harus melakukan pengecekan data penerima bansos dari mulai tingkat desa/kelurahan.

Setelahnya, berjenjang naik hingga kemudian diserahkan ke Kementerian Sosial (Kemensos). ”Ada yang mengatakan penerima PKH itu semuanya tergantung dari Kemensos. Nah, kan tidak begitu,” ujarnya, kemarin (22/11).

Juliari menyadari, peran pendamping PKH sangat penting sejalan dengan dalam pemutakhiran data. Oleh karenanya, ia menantang mereka untuk berani mengganti nama-nama penerima PKH yang sudah terlalu lama menerima bantuan. Ia meyakini, masih banyak masyarakat yang juga layak menerima bantuan, namun terhalang karena masih bertahannya nama-nama lama.

Juliari bahkan mengancam bagi pendamping yang tidak berani mengambil sikap bakal diganti. Mengingat, jika masalah ini tak segera diatasi maka ada rasa keadilan yang tidak terpenuhi. “Apakah pendamping berani mengganti nama-nama itu? Harus berani. Kalau tidak kita ganti,” tegas pria yang akrab disapa Ari tersebut.

Diakuinya, ada beberapa hal yang menyebabkan penggantian nama-nama ini sulit. Dari laporan yang diterima, salah satu alasannya adalah sudah terjalin hubungan erat antara pendamping dan penerima manfaat PKH. Sehingga sulit mengganti nama-nama yang sudah lama menerima bantuan tersebut. ”Saya dengar begitu,” ungkapnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 Januari 2021 13:27

34 Meninggal, 15 Ribu Orang Mengungsi

JAKARTA–Upaya pencarian dan penyelamatan terhadap korban gempa bumi di Majene,…

Sabtu, 16 Januari 2021 12:46

Kapolda Metro Ditantang Tersangkakan Raffi Ahmad hingga Ahok

 Polda Metro Jaya menolak laporan Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia…

Jumat, 15 Januari 2021 10:28

Gempa Guncang Sulbar, Kantor Gubernur Rusak Berat, Korban Jiwa 3 Orang

Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), ikut diguncang gempa dengan magnitudo…

Jumat, 15 Januari 2021 09:37

Oknum Jaksa Diduga Selingkuhi Istri Bawahannya

PALU – Aparat penegak hukum seharusnya menjadi contoh taat terhadap…

Jumat, 15 Januari 2021 09:00

HPN 2021, SMSI Sumbang Jalan dan Sarana Sanitasi

SERANG - Selain menyelenggarakan Webinar dengan tema “Pemulihan Ekonomi Nasional…

Kamis, 14 Januari 2021 14:20

Gus Menteri dan Bupati Kutai Kartanegara Siapkan Lahan Transmigrasi untuk Ketahanan Pangan

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes…

Kamis, 14 Januari 2021 12:25

Kabar Duka, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

 Ulama besar Indonesia, Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada pukul…

Kamis, 14 Januari 2021 11:36

Temukan Lima Korban, 21 Orang Meninggal Dalam Longsor Sumedang

Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) gabungan menemukan lima orang lagi…

Rabu, 13 Januari 2021 13:18

Dua Provinsi Masih Kesulitan Cold Chain, WNI di Luar Negeri Tetap Dipantau untuk Menerima Vaksin

JAKARTA – Hari ini (13/1) Presiden Joko Widodo dijadwalkan untuk…

Rabu, 13 Januari 2021 13:05

Rumah Ortu Politisi PDIP Digeledah

JAKARTA- Nama politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Ihsan Yunus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers