MANAGED BY:
SENIN
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 21 November 2020 20:21
Perbedaan Naga Barat dan Naga Timur

PROKAL.CO,

Oleh : FA Yudhistira Yogapratama

Mahasiswa Prodi Sejarah Universitas Airlangga 

 

Dalam perjalanan waktu umat manusia, berkembang juga kebudayaaan dan peradabannya. Setiap bangsa di masing-masing  daerah di dunia memiliki kebudayaannya. Setiap kebudayaan dan peradaban mempunyai tradisi, tata cara, dan kepercayaan yang berbeda. Tetapi dalam peradaban dan budaya manusia, ada satu mahluk yang bisa ditemukan di semua budaya, mahluk itu adalah naga. Naga mempunyai banyak bentuk dan ukuran, mulai dari yang mempunyai sayap, berbentuk seperti ular, atau bentuk lainnya. Digambarkan pula bahwa mereka juga menguasai  lembah atau  menjadi raja di lautan. Kekuatan merekapun beragam, dimana mereka bisa dilihat sebagai mahluk buas yang harus dihancurkan, atau bisa dilihat sebagai mahluk yang sangat bijaksana atau mahluk pengubah wujud.

Kita biasanya melihat atau mendengar naga dari sebuah film, komik, novel dan gim. Kebanyakan naga dilihat sebagai musuh protagonis (suatu peran kebalikan dari antagonis) di media yang kita sedang nikmati, dari media-media tersebut ini contoh-contohnya adalah Smaug dari film dan novel The Hobbit, Alduin dari gim, The Elders Scrolls V : Skyrim dan Forktail dari gim The Witcher 3 :The Wild Hunt dan masih banyak lagi. Tetapi ada naga yang biasanya menjadi salah satu sahabat protagis atau pembantunya, contohnya adalah : Azymondias dari series animasi The Dragon Prince, Toothless dari film How to train your dragon; Drogon, Rhaegal dan Viserion dari drama fantasi Game of Thrones dan dari Novel A Song of Ice and Fire. Kebanyakan naga  berasal dari eropa dan mempunyai struktur dimana mereka mempunyai sayap bagaikan kelelawar.

Di Eropa mereka dilihat dan digambarkan sebagai mahluk buas. Dalam tradisi Kristiani naga disimbolisasikan sebagai  kemurtadan, kejahatan dan pengkhianatan, tetapi juga kemarahan dan iri hati, dan pada akhirnya melambangkan bencana besar. Beberapa kepala melambangkan dekadensi dan penindasan, dan juga bidaah. Salah satu kisah yang terkenal adalah kisah Santo Georgius, seorang kesatria yang menyelamatkan seorang perempuan dari seekor Naga. Negara Georgia dinamakan atas namanya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Januari 2021 10:34

Apakah Benar Indonesia Dijajah oleh Pemerintah Belanda?

Oleh: Dadang IK Mujiono Mahasiswa S3 Departemen Asia Tenggara National…

Jumat, 15 Januari 2021 13:14

Mengundang dan Mengusir Banjir

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 15 Januari 2021 09:24

Media, Raffi Ahmad, dan Pengawalan Vaksinasi Covid-19

Oleh: Amir Machmud NS   KASUS indisipliner protokol kesehatan Raffi…

Kamis, 14 Januari 2021 11:06

Integrasikan Nilai-Nilai Agama dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional

Oleh : Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR RI…

Kamis, 14 Januari 2021 11:02

Legal Standing Wartawan dan Advokat Sebagai Pemohon Informasi Publik

Oleh : Hendra J KedeWakil Ketua Komisi Informasi Publik RI /…

Senin, 11 Januari 2021 10:27

Di Balik Popularitas PNS dan Rencana Gaji Rp 9 Juta

Oleh: Muhamad Fadhol Tamimy Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong…

Sabtu, 09 Januari 2021 12:47

Inilah Peraturan Pelaksana bagi Predator Anak

Oleh: Sandi Dwi Cahyono (Ketua Harian Lembaga Bantuan Hukum Mahakam…

Sabtu, 09 Januari 2021 11:30

Gisel dan Vaksin

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Kamis, 07 Januari 2021 10:12

Evaluasi Sirekap Dalam Pilkada 2020

Oleh :Ferry Kurnia Rizkiyansyah *) Sistem informasi rekapitulasi suara elektronik…

Senin, 04 Januari 2021 14:54

Kami Ada di Layar Ponsel Anda

CATATAN Romdani Wakil Pemimpin Redaksi Kaltim Post      …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers