MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 21 November 2020 13:34
Kaltim Pastikan Belum Punya Rencana Utang
M Sa'bani

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Meski bunga pinjamannya 0 persen, Pemprov Kaltim tampaknya belum tertarik mengajukan utang ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Sebab, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di Kaltim dirasa masih cukup.

Kemenkeu mencatat, saat ini ada beberapa daerah telah mengusulkan pinjaman untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satunya DKI Jakarta yang mengajukan pinjaman untuk peningkatan infrastruktur mencapai Rp 4,46 triliun tahun ini dan Rp 8,02 triliun untuk tahun depan. Selain itu, Jawa Barat mengajukan Rp 1,9 triliun tahun ini dan Rp 2,09 triliun untuk tahun depan.

Sekda Kaltim Muhammad Sa'bani mengatakan, pihaknya belum memiliki rencana melakukan tambahan dana dengan meminjam ke pemerintah pusat. Pemprov Kaltim memilih menggunakan dana yang ada saja untuk PEN, anggaran yang sudah disiapkan bukan dari tambahan piutang. “Biarkan saja mereka (provinsi lain) melakukan pinjaman dana. Kaltim belum ada rencana,” jelasnya, (20/11).

Sa’bani menjelaskan, saat ini pihaknya fokus pada percepatan penyerapan anggaran yang ada. Efisiensi, serta percepatan penyerapan menjadi fokus utama, sehingga diperlukan mekanisme yang terarah. Anggaran yang ada harus betul-betul terarah dan tepat sasaran agar bermanfaat bagi masyarakat. Jangan asal mengajukan utang dengan alasan perbaikan ekonomi dan percepatan infrastruktur, tapi nanti malah tidak tepat sasaran.

“Kita rasa, keuangan saat ini masih kuat. Kita tidak memerlukan tambahan utang. Nanti kalau asal utang siapa yang mau membayar, pusing bayarnya. Utangnya gampang saja,” tuturnya.

Apalagi belakangan ini kondisi keuangan tidak stabil, pendapatan menurun. Sehingga perlu perencanaan yang sangat matang, jangan sampai malah berutang. Pihaknya mengakui serapan anggaran sempat tertahan, akibat dari banyaknya proyek yang tertunda karena Covid-19. Namun sampai November serapan mulai membaik.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 07 Mei 2021 17:21

Tidak Latah Turunkan Bunga Kredit

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19-20 April…

Jumat, 07 Mei 2021 17:11

Jumlah Pengangguran Kaltim Menurun

SAMARINDA - Jumlah pengangguran di Kaltim terus mengalami penurunan. Hal…

Kamis, 06 Mei 2021 16:26

PHI Catatkan Kinerja Positif, Produksi Gas dan Minyak Lampaui Target

BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mencatat kinerja positif…

Kamis, 06 Mei 2021 16:25

Kepatuhan Wajib Pajak di Kaltim Ditarget 76 Persen

BALIKPAPAN - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara…

Kamis, 06 Mei 2021 15:18

Stok Cabai Perlu Cold Storage

JAKARTA– Sebagai komoditas yang pasokan dan harganya fluktuatif, cabai perlu…

Kamis, 06 Mei 2021 15:12

Indonesia di Jurang Resesi, Pertumbuhan Kuartal I Minus Lagi

JAKARTA– Meski mulai memasuki tahap pemulihan ekonomi, faktanya Indonesia masih…

Kamis, 06 Mei 2021 10:21

Berharap Tempat Rekreasi Boleh Beroperasi

Liburan Idulfitri menjadi asa bagi bisnis rekreasi. Larangan mudik diprediksi…

Kamis, 06 Mei 2021 10:20

Musim Panen Bikin Daya Beli Petani Kaltim Melejit

SAMARINDA – Daya beli petani Kaltim terus menunjukkan peningkatan. Pada…

Kamis, 06 Mei 2021 10:19

Lifting Migas Kalsul Belum Capai Target, Tunggu Kontribusi Lapangan Merakes

BALIKPAPAN- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan…

Kamis, 06 Mei 2021 08:48

King Koil Luncurkan Koleksi Matras Terbaru Signature Gold Response Series

Pertama di Indonesia matras dilengkapi dengan teknologi Auto Body Zoning…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers