MANAGED BY:
RABU
02 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 21 November 2020 13:34
Kaltim Pastikan Belum Punya Rencana Utang
M Sa'bani

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Meski bunga pinjamannya 0 persen, Pemprov Kaltim tampaknya belum tertarik mengajukan utang ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Sebab, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di Kaltim dirasa masih cukup.

Kemenkeu mencatat, saat ini ada beberapa daerah telah mengusulkan pinjaman untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satunya DKI Jakarta yang mengajukan pinjaman untuk peningkatan infrastruktur mencapai Rp 4,46 triliun tahun ini dan Rp 8,02 triliun untuk tahun depan. Selain itu, Jawa Barat mengajukan Rp 1,9 triliun tahun ini dan Rp 2,09 triliun untuk tahun depan.

Sekda Kaltim Muhammad Sa'bani mengatakan, pihaknya belum memiliki rencana melakukan tambahan dana dengan meminjam ke pemerintah pusat. Pemprov Kaltim memilih menggunakan dana yang ada saja untuk PEN, anggaran yang sudah disiapkan bukan dari tambahan piutang. “Biarkan saja mereka (provinsi lain) melakukan pinjaman dana. Kaltim belum ada rencana,” jelasnya, (20/11).

Sa’bani menjelaskan, saat ini pihaknya fokus pada percepatan penyerapan anggaran yang ada. Efisiensi, serta percepatan penyerapan menjadi fokus utama, sehingga diperlukan mekanisme yang terarah. Anggaran yang ada harus betul-betul terarah dan tepat sasaran agar bermanfaat bagi masyarakat. Jangan asal mengajukan utang dengan alasan perbaikan ekonomi dan percepatan infrastruktur, tapi nanti malah tidak tepat sasaran.

“Kita rasa, keuangan saat ini masih kuat. Kita tidak memerlukan tambahan utang. Nanti kalau asal utang siapa yang mau membayar, pusing bayarnya. Utangnya gampang saja,” tuturnya.

Apalagi belakangan ini kondisi keuangan tidak stabil, pendapatan menurun. Sehingga perlu perencanaan yang sangat matang, jangan sampai malah berutang. Pihaknya mengakui serapan anggaran sempat tertahan, akibat dari banyaknya proyek yang tertunda karena Covid-19. Namun sampai November serapan mulai membaik.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 22:52

Kondisi Ekonomi Membaik, Inflasi Kaltim Terkendali 0,37% November

SAMARINDA - Provinsi Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi 0,37%…

Selasa, 01 Desember 2020 12:27

Sempat Dihantam Pandemi, Kontribusi UMKM Perlahan Alami Perbaikan

Sempat mengalami penurunan penjualan hingga 90,10 persen pada April lalu,…

Selasa, 01 Desember 2020 12:26

Lirik Potensi Kaltim, Biznet Investasi Rp 30 Miliar

BALIKPAPAN- Perusahaan infrastruktur digital, Biznet berencana memperluas jaringannya ke Kaltim.…

Selasa, 01 Desember 2020 12:25

Aktivitas Bisnis Bergeliat, Kinerja Perhotelan Pulih

BALIKPAPAN- Kondisi perhotelan di Kota Minyak mulai bergairah. Berbeda dengan…

Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Saat Ini, Momen Tepat Beli Rumah

SAMARINDA- Meski turut mendapat tekanan dari virus corona, para pengembang…

Selasa, 01 Desember 2020 12:20

Pengangguran Melonjak, Kritisi Dampak Politik Upah Murah

JAKARTA- Angka pengangguran yang terus bertambah berkorelasi pada banyak faktor.…

Selasa, 01 Desember 2020 09:32

Yamaha Gear 125, Skutik Multifungsi buat Anak Muda

BALIKPAPAN – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja…

Minggu, 29 November 2020 12:47

Tiongkok Sepakat Beli 200 Juta Ton Batubara RI Tahun Depan

JAKARTA - Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor…

Sabtu, 28 November 2020 13:03

Genjot Ekspor Ikan Tuna ke Korsel

JAKARTA–Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan…

Sabtu, 28 November 2020 13:01

Eni Jadi Tumpuan Proyek IDD

Perusahaan minyak asal Italia, Eni, diharapkan bisa menjadi suksesor proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers