MANAGED BY:
JUMAT
27 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 21 November 2020 13:33
Potensi Mencapai Rp 37 Miliar, DJP Kejar Setoran Pengusaha Walet
BAYAR KEWAJIBAN: DJP Kaltimra meminta pelaku usaha sarang walet mau dengan sadar melaporkan omzet usaha dan membayar pajak. Jika tidak, mereka siap mendatangi.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) semakin serius mengejar potensi pajak dari sarang walet. Sebab, kegiatan usaha ini dinilai memiliki potensi cukup besar, mencapai Rp 37 miliar.

Kepala DJP Kaltimra Samon Jaya mengatakan, jumlah transaksi dan transfer walet yang telah diolah pihaknya mengalami kenaikan tiap tahunnya. Pada 2019, jumlah transaksi mencapai 181 ton, naik 34 ton dari tahun sebelumnya yakni 147 ton. Jika diasumsikan dengan harga flat, sarang walet Rp 10 juta per kilogram, maka omzetnya mencapai Rp 1,81 triliun pada 2019, dan Rp 1,47 triliun pada 2018.

Dengan omzet sebesar itu, potensi pajak dari sektor usaha burung walet mencapai Rp 37 miliar. "Sektor usaha sarang walet ini kami kejar, karena termasuk sektor pertanian yang PDRB-nya positif di masa pandemi, namun penerimaan pajaknya justru negatif," ujarnya, Jumat (20/11).

Dia menyampaikan, sejauh ini penerimaan dari sarang walet ini sangat kecil. “Tidak sampai 1 persen mungkin. Dari data kami saja di Kaltim dan Kaltara tidak lebih 10 wajib pajak yang menyetor. Sedangkan transaksi yang dicatat mencapai belasan ribu,” sambungnya.

Pihak DJP Kaltimra sudah mengumpulkan informasi, mengenai para pemilik dan lokasi sarang walet yang menjadi objek pajak. "Kita sudah himpun pemilik nama dan CV rumah walet. Dari data yang kami dapat, banyak pengusaha walet ini yang sudah tidak melaporkan atau menyetor pajak dua tahun lebih," ujar Samon.

Pihaknya berharap, pelaku usaha sarang walet mau dengan sadar melaporkan omzet usaha dan melaporkan pajak. Dari data DJP Kaltimra, jumlah transaksi mencapai 15.406 ribu dengan jumlah 821.484 ton. “Potensi pajak ini akan kami incar. Bersama dengan pajak daerah kami juga melakukan sinkronisasi data. Karena pajak daerah dulu yang maju baru kami pajak penghasilan,” tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 26 November 2020 17:48

Riset Unmul : Gojek Berperan Aktif Edukasi Mitra GO-JEK Samarinda Terkait COVID-19

SAMARINDA - Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan…

Kamis, 26 November 2020 06:28

Membeludak, Yamaha Open Pre Order All New Aerox Connected

BALIKPAPAN- PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. resmi meluncurkan All New…

Selasa, 24 November 2020 12:12

Penerimaan Pajak Jauh dari Target

BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan…

Selasa, 24 November 2020 10:32

Indonesia Masih Butuh Batu Bara Hingga 2040

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan,…

Selasa, 24 November 2020 09:41

Andi M Gamal Ganesha, Antara Bisnis Kopi dan Edukasi

Kini marak kafe atau tempat nongkrong yang menyediakan kopi sebagai…

Selasa, 24 November 2020 09:40

Kuliahnya Desain Interior, Kini Fokus Kembangkan Roastery

DENGAN bekal ilmu desain interior saat kuliah dulu, Andi M…

Senin, 23 November 2020 21:29

Perkuat Maxi Yamaha Series, Varian Baru All New NMAX 155 Connected Resmi Meluncur

Jakarta – Tak pernah berhenti berinovasi untuk menjawab kebutuhan mobilitas…

Senin, 23 November 2020 11:12

Tahun Depan Siapkan Pembiayaan Perumahaan Rp 30 T

JAKARTA- Pemerintah terus melanjutkan program skema penyediaan rumah terjangkau untuk…

Senin, 23 November 2020 11:10

Penuhi Target Produksi Migas

BALIKPAPAN- Kinerja hulu migas Kaltim sepanjang tahun ini masih cukup…

Senin, 23 November 2020 11:08

Bunga Kredit Sulit Turun

Keinginan pengusaha kepada perbankan untuk menurunkan bunga kredit tampaknya bertepuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers