MANAGED BY:
JUMAT
27 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Jumat, 20 November 2020 11:25
Jasad Korban Tenggelam Diautopsi, Ditemukan 100 Meter dari Titik Jatuh, Kesulitan Cari Pelaku
MENCARI BUKTI: Jasad Gusti, remaja yang ditemukan tenggelam setelah didorong orang tak dikenal menjalani proses autopsi untuk mencari bukti adanya tindakan kriminal yang dialami. DADANG

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Tiga hari upaya pencarian Gusti Dwi Prasojo dilakukan, setelah dikabarkan tenggelam di Sungai Mahakam, kawasan Jalan RE Martadinata, Kecamatan Samarinda Ulu. Jasad remaja 18 tahun yang diduga didorong oleh orang tak dikenal itu ditemukan Kamis (19/11) pukul 00.45 Wita.

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan, yakni Basarnas dan unsur relawan Samarinda menemukan jasad Gusti mengapung sekitar 100 meter dari lokasi titik tenggelamnya. Jenazah yang sudah terbujur kaku itu kemudian dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk proses pemeriksaan. "Korban kami temukan sesuai dengan ciri-ciri terakhir. Menggunakan jaket biru gelap, menggunakan celana kain pendek, tinggi 163 cm dan berambut pendek," kata Kepala Operasi Basarnas Kaltimtara Octavianto, (19/11).

Untuk diketahui, Gusti dikabarkan tenggelam di Sungai Mahakam Selasa (17/11) pukul 00.45 Wita. Sebelum tercebur, Gusti bersama rekannya, yakni Muhammad Zidan Maulana (19) bersantai di tepi sungai. Namun, dua pria yang sebelumnya berdiri tak jauh dari korban menghampiri keduanya. Semula meminta rokok, dan tiba-tiba saja mendorong Zidan ke sungai. Zidan yang kesehariannya sebagai pramusaji di salah satu kafe kawasan Citra Niaga berhasil selamat lantaran berpegangan turap sungai. Namun, nasib berkata lain bagi Gusti. Pemuda itu tak muncul.

Serangkaian proses autopsi dilakukan setelah jenazah Gusti tiba di rumah sakit. Proses autopsi dilakukan pukul 15.45–17.47 Wita. Selain dokter forensik, Unit Inafis Polresta Samarinda serta Polsek Samarinda Ulu ikut terlibat. Mencari bukti tentang adanya tindak kriminal sebelum Gusti dikabarkan tenggelam.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda M Ridwan menuturkan, proses autopsi dimaksudkan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Selain itu, untuk membuktikan ada tidaknya tindakan kriminal yang terjadi. "Jadi dari saksi dinyatakan korban didorong seseorang. Untuk membuktikan itu korban diautopsi. Menentukan kematian korban apakah memang benar jatuh ke air atau tidak," jelas Ridwan. 

Disinggung lebih jauh soal adanya tindakan kriminal, Ridwan enggan berkomentar. Dia masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit pelat merah tersebut. "Keluarga setuju adanya autopsi. Hasil sementara meninggal di dalam air. Untuk lebih lanjut ke dokter aja, karena kami akan terima setelah dikeluarkan dokter," imbuhnya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 26 November 2020 17:52

Ketua KPK Hadiri Rakor Penyelamatan Aset di Kaltara 

SAMARINDA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri hadir…

Kamis, 26 November 2020 15:16

Hindari Penyebaran Corona, Rapat Anggota Digelar Secara Virtual

KONI Kaltim baru saja merampungkan Rapat Anggota Tahun 2020 di…

Kamis, 26 November 2020 13:05

Jaang Terkonfirmasi Covid-19, yang Kontak Segera Melapor

WALI Kota Samarinda Syaharie Jaang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil…

Rabu, 25 November 2020 13:54

Disdik Samarinda Target 4 Januari Sekolah Tatap Muka Bisa Dilaksanakan

Persiapan gelaran sekolah tatap muka yang direncanakan awal 2021 terus…

Rabu, 25 November 2020 13:53

PAS SD Mundur Dua Hari, Migrasi Data dan Tambah Kapasitas Bandwidth

SAMARINDA–Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda menunda jadwal penilaian akhir semester (PAS)…

Rabu, 25 November 2020 13:52

Dorong Swasta Bentuk Angkutan Pelajar

SAMARINDA–Kecelakaan kerap melibatkan anak di bawah umur, yang notabene belum…

Rabu, 25 November 2020 13:50

BEJAT..!! Pria Ini "Genjot" Anak Tiri sampai Hamil

SAMARINDA–Senyum ceria Lili, bukan nama sebenarnya, telah sirna. Remaja 14…

Rabu, 25 November 2020 12:43

Tantangan Ketika Guru Mesti Mengajar di Tengah Pandemi

SAMARINDA - Hampir setahun ini, kerja guru berbeda dengan sebelumnya.…

Rabu, 25 November 2020 10:10

Pemprov-DPRD Sama-sama Keras, Padahal Pembahasan APBD 2021 Tinggal Sepekan

SAMARINDA - Batas waktu pengesahan APBD 2021 tinggal sepekan lagi.…

Selasa, 24 November 2020 11:40

Satgas Enggan Buru-Buru, Dewan Berharap Ada Simulasi Tatap Muka di Sekolah Pinggiran

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Samarinda Syaharie Jaang tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers