MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 12 November 2020 17:15
Adu Gagasan Kandidat Wawali Samarinda, Punya Visi Serupa, Teknis Beragam
Dari kiri; Darlis Pattalongi, Rusmadi Wongso, dan Sarwono, pada debat calon wakil wali kota Samarinda, Selasa (10/11) malam lalu. KPU SAMARINDA FOR KP

Urusan infrastruktur hingga pelayanan publik menjadi perhatian. Ide dan teknis penyelesaian masalah pun diuraikan para kandidat. 

 

SAMARINDA – Kualitas kebijakan pemerintahan tak hanya bersumber dari kepala daerah. Ada peran serta sang wakil dalam pengawasan internal pemerintah ,sehingga kebijakan yang diambil bersinergis dengan visi-misi serta program kerja yang diusung.

Dengan begitu, kapabilitas para wakil pun perlu diulik. Di Kota Tepian, tiga kandidat wakil wali kota Samarinda beradu gagasan dalam debat yang tersaji, Selasa (10/11) malam. Infrastruktur, narkotika, serta pelayanan publik jadi tema yang dipilih KPU Samarinda.

TEMA INFRASTRUKTUR

Penanganan banjir dan ruang terbuka hijau (RTH) jadi fokus utama yang bakal dikawal hingga terpilih. Menangani banjir dari merevitalisasi dan memperkuat peran Waduk Benanga dan Sungai Karang Mumus (SKM) mutlak dilakukan ketika terpilih nanti.

Calon wawali Muhammad Darlis misalnya. Pasangan Barkati itu menilai, Samarinda diberkahi dengan air yang berlimpah. Namun, hal itu justru terpatri di benak warga menjadi momok. “Jika bisa dikendalikan dan dikelola maksimal, bisa menyajikan potensi yang menumbuhkan perekonomian lewat wisata air,” ucapnya.

Pengendalian itu bakal tersentral pada Waduk Benanga dan tiga sungai di Kota Tepian. SKM, Sungai Karang Asam Besar, dan Sungai Karang Asam Kecil. Selain itu, Samarinda perlu memperkuat RTH yang bakal tersebar di 10 kecamatan.

“Sehingga ada daya dukung menahan air tak meluber ke jalan. Serta perlu kendali sektor galian, sehingga upaya mengendalikan bisa terjadi di ulu dan ilir persoalan,” sambungnya.

Rusmadi, calon wawali yang berduet dengan Andi Harun, menerangkan hal serupa untuk RTH. Yang jadi pembeda, menurut mantan sekprov Kaltim itu, RTH harus terdistribusikan ke sektor terkecil instrumen pemerintah; kelurahan.

“Perlu merata hingga kelurahan. Masalah semenisasi, drainase, hingga sanitasi bisa turun lebih jauh. Karena itu, kami menawarkan program Rp 100-Rp 300 juta per RT,” ulasnya.

Banjir yang berdampak pada arus lalu lintas menuju Bandara APT Pranoto jadi salah satu titik krusial. Menurut Rusmadi, perlu mengevaluasi secara rinci sejauh mana penanganan jangka panjang dan pendek mengurai persoalan tersebut.

“Membuat jalan alternatif memang bisa dalam jangka pendek. Namun, ini hanya menegasikan masalah. Bukan menuntaskan. Makanya perlu pengendalian kanal dan sungai yang maksimal,” bebernya.

Sementara calon wawali independen Sarwono menganggap daya tampung drainase hingga sungai tak bisa melulu jadi penyebab banjir di Samarinda. Menurut pasangan Zairin Zain itu, perlu pula menyediakan zona penyangga agar air bisa terkendali. “Memperbanyak RTH. Kalau perlu, digalakkan satu warga menanam tiga pohon,” katanya.

Infrastruktur yang dibutuhkan warga tidaklah muluk-muluk menurut dia. Tersedianya penerangan jalan umum (PJU) di setiap jalan protokol dan jalan pemukiman salah satunya. “Warga nyaman tanpa takut. Hal seperti ini terkesan receh, tapi jadi salah satu yang sangat diperlukan warga,” ungkapnya.

TEMA NARKOTIKA

Ketika kandidat wawali ini punya tanggapan yang nyaris serupa untuk urusan penanganan narkotika. Samarinda yang kini jadi daerah nomor satu di antara 10 kabupaten/kota se-Kaltim untuk urusan penyalahgunaan narkotika. Dari merekonstruksi mental dengan pendekatan agama.

“Perlu tersedia kanal yang jelas sebagai wadah ekspresi para pemuda, sehingga peluang mereka terpapar bisa ditekan. Karena itu, perlu diperkuat gugus tugas yang dikomandoi langsung kepala daerah untuk memastikan penanganan dan pencegahan,” ucap Sarwono.

Sementara Darlis menilai, pencegahan bisa ditempuh lewat memakmurkan rumah ibadah yang ada di Samarinda, sehingga minat para pemuda untuk beribadah bisa meningkat. “Selain itu galakkan juga magrib mengaji,” ucapnya.

Rusmadi punya jawaban yang sedikit berbeda. Menurut dia, menangani masalah narkotika ini perlu menekan lewat hulu yang jadi penyebab masifnya penggunaan barang haram tersebut, yakni ekonomi, keluarga, dan lingkungan.

“Dari ekonomi, narkotika justru jadi sumber pendapatan. Karena itu, kita perlu menekan hal itu lewat pemberdayaan masyarakat yang produktif,” tuturnya.

TEMA PELAYANAN PUBLIK

Ribetnya pengurusan administrasi di lingkungan pemerintahan menjadi salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi. Selain mental birokrasi yang lamban.

Menurut Rusmadi, harus tersedia standar yang jelas dalam pengurusan administrasi di Samarinda. Di antaranya, batas waktu hingga biaya pengurusannya. Tak luput, pemberdayaan aplikasi daring yang terintegrasi dengan program Smart City.

Dari aplikasi itu, pendaftaran pengurusan bisa ditempuh dan ditentukan kapan waktu mengurusnya secara langsung di instansi terkait. “Jadi, bisa menekan juga penumpukan antrean. Ini bisa diterapkan dalam pengurusan administrasi kependudukan seperti KTP,” tuturnya.

Sementara Sarwono merasa pemerintah perlu memberikan jaminan yang lebih jelas untuk hal ini. Karena itu, sambung politikus Gelora Kaltim itu, duet paslon independen dirinya bersama Zairin Zain bakal menyediakan program satu hari beres jika terpilih nanti. “Selama syarat lengkap tentu tak perlu lama-lama, sehingga tercipta rasa nyaman di warga,” sambungnya.

Darlis menyebut, hal dasar yang perlu dibenahi saat ini ialah mental birokrasi. Selama ini, menurut politikus PAN Kaltim itu, hal ini masih banyak jadi cibiran di masyarakat. Karena itu, perlu disiapkan program berkala untuk membangun mental melayani maksimal di lingkungan pemerintahan.

“Selain itu, perkuat insentif ke pelayanan publik kesehatan milik pemerintah. Sering kali, ini yang jadi masalah,” tuturnya. (ryu/dwi/k16)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 Oktober 2021 22:35

Komisi II DPRD Samarinda Dukung Langkah Pemkot Kurangi Kebocoran PAD

Terobosan baru yang direncanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terkait sistem…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:32

Afif Minta Antrean di SPBU Segera Ditindaklanjuti

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:27

Markaca Ajak Warga Ramaikan Gerakan Sadar Lingkungan

Reses masa sidang ke III tahun 2021 DPRD Samarinda dimanfaatkan…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:24

Komisi III Mau Bikin Pansus Penanganan Banjir

Komisi III DPRD Kota Samarinda merencanakan akan membentuk Panitia Khusus…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:20

Revisi Raperda RTRW, Komisi III DPRD Samarinda Masih Pastikan Kesesuaian Tata Ruang di Lapangan

Revisi peraturan daerah (Perda) nomor 2 tahun 2014 tentang Rancangan…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:18

Antrean BBM Mengular, Komisi III Akan Panggil Pertamina

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Eko Elyas Moko angkat…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:15

Komisi II Dorong Pemulihan Ekonomi di Sektor UMKM

Komisi II DPRD Kota Samarinda mendorong agar pemulihan ekonomi segera…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:12

Soal PKL, Fuad Dukung Aksi Pemkot

Pembenahan tata kota tentu memiliki banyak dampak bagi masyarakat. Terlebih…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:08

Soal Inventarisasi Aset Daerah, Komisi I DPRD Samarinda Dukung Penuh

Apresiasi kembali mengalir dari anggota DPRD Kota Samarinda, Joni Sinatra…

Rabu, 20 Oktober 2021 21:11

DPRD Samarinda Bahas APBD 2022 Bulan November

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers