MANAGED BY:
KAMIS
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 11 November 2020 10:50
BNPB Sebut Tsunami di IKN Relatif Aman

Efek Perairan Dangkal, Mangrove Jadi Pelindung

Desain IKN.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN-Wilayah Kalimantan disebut relatif aman dari potensi tsunami. Pasalnya, lepas pantai Pulau Kalimantan rata-rata merupakan perairan dangkal. Dengan kedalaman di bawah 50 meter. Sehingga, jika tsunami melanda dari perairan dalam ke perairan dangkal, maka kecepatannya berkurang.

Informasi itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana (PERB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari saat melakukan rapat koordinasi dan kunjungan kerja BNPB dan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional di Hotel Novotel, Balikpapan, Senin (9/11). Dia menjelaskan, ketika tsunami datang memang ada peningkatan pada ketinggiannya. Tapi tidak seperti gelombang tinggi yang pecah kemudian menghantam daratan.

“Jika tsunami terjadi di perairan dangkal, gelombangnya akan pecah. Merambat ke perairan dangkal,” ucap Muhari. Pakar tsunami ini pun menjabarkan rekonstruksi kejadian 19 tanah longsor kuno yang terjadi lebih 2,5 juta tahun lalu di Selat Makassar. Fenomena itu terjadi setiap 160 ribu tahun atau lebih dan berukuran sangat besar. Dengan volume tanah longsor 5-600 kilometer kubik sedimen. Ketika tsunami terjadi di perairan dangkal, maka perairan di sisi Pulau Sulawesi, akan bergerak lebih cepat. Sedangkan, sisi Kalimantan akan bergerak lebih pelan. Karena proses perambatan gelombangnya di perairan dangkal lebih lambat dibandingkan perairan dalam.

“Jadi sebenarnya jika dilihat secara umum, kalau kejadian 2,5 juta tahun lalu itu kita rekonstruksi ulang lagi, bagian terdampaknya lebih banyak di wilayah Sulawesi. Karena perairan sisi Kalimantan rata-rata perairan dangkal di bawah 50 meter. Gelombang ini karena ada gesekan dengan permukaan laut, berjalannya lebih pelan. Tetapi harus kita antisipasi,” papar dia. Karena itu, salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah upaya mitigasi berbasis ekosistem. Mengambil contoh tsunami yang terjadi pada 22 Desember 2018 di Banten.

Yang disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Pantai Tanjung Lesung, Banten. Di mana ada 1 kampung yang tidak terkena dampak yang signifikan karena adanya vegetasi pantai sepanjang 200 meter dari bibir pantai. BNPB melihat jejak tsunami yang menerjang Pantai Tanjung Lesung setinggi 3,66 meter yang ditahan vegetasi. Membuat sebagian wilayah tersebut hancur. Tetapi tidak sampai di permukiman warga dengan ketinggian air hanya 40 sentimeter.

“Jadi tsunami setinggi 3,6 meter di lepas pantai, sampai di permukiman cuma 40 sentimeter. Sudah tidak ada arusnya. Terhalang vegetasi sampai ke permukiman. Cuma seperti banjiran saja. Di wilayah kampungnya, meskipun rumahnya kayu tetapi selamat semua," jabar Muhari. Berkaca dari kasus tersebut, maka konservasi dan rehabilitasi lahan mangrove di kawasan pesisir Kaltim harus menjadi perhatian. Di mana degradasi lahan mangrove masih cukup signifikan. Kemudian penyusunan rencana tata ruang pesisir berbasis mitigasi dengan mengedepankan vegetasi sebagai penahan dampak dari potensi bencana.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 21 Januari 2021 23:07

Berapa Penambahan Penduduk Kaltim Dalam 10 Tahun? Ini Rinciannya

SAMARINDA- SP2020 atau Sensus Penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik…

Kamis, 21 Januari 2021 13:57

Harga Daging Sapi Meroket

BALIKPAPAN – Harga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan di pasar…

Kamis, 21 Januari 2021 13:38

Relief Bersejarah yang ’’Ditemukan” di Tengah Revitalisasi Gedung Sarinah

Kebakaran Gedung Sarinah hampir empat dekade silam, disusul renovasi, membuat…

Kamis, 21 Januari 2021 11:31

Banjir Jadi PR Besar di Hari Jadi Samarinda

Banjir masih menjadi masalah klasik yang ajek terjadi di Samarinda…

Kamis, 21 Januari 2021 11:30

Bimbang Bikin Rumah Sakit Darurat

Selain ketersediaan ruangan dan fasilitas penunjangnya,keberadaanrumah sakit darurat mesti diimbangi…

Kamis, 21 Januari 2021 11:28

Tunjang Pemindahan IKN, Bandara APT Pranoto Diguyur Rp 180 M

BALIKPAPAN–Dua infrastruktur di Kaltim untuk menunjang pemindahan ibu kota negara…

Kamis, 21 Januari 2021 11:26

Motor BWM Adopsi Gaya Mobil

SELAIN mobil, BMW terus menyeriusi memproduksi sepeda motor. Juga, melakukan…

Rabu, 20 Januari 2021 12:06

Di Samarinda, Pelanggar Prokes Diancam lewat Perda

SEMENTARA itu,upaya pencegahan pandemi Covid-19 di Samarinda masih terasa longgar…

Rabu, 20 Januari 2021 11:42

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Mahulu, Kejari Kantongi Nama Tersangka

Korps Adhyaksa terus mengusut dugaan korupsi dana hibah KPU Mahakam…

Rabu, 20 Januari 2021 10:13
Tragedi Sriwijaya Air dan Tugas Kemanusiaan di Dalam Laut (1)

Tiap Angkut Jenazah, Terbayang Kesedihan Keluarga Korban

Dari pagi sampai sore, para penyelam militer dan sipil bahu-membahu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers