MANAGED BY:
SELASA
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Jumat, 30 Oktober 2020 10:55
Imbas Lonjakan Kasus Covid-19, Prancis dan Jerman Lockdown Lagi
Jerman kembali mengalami kenaikan kasus Covid-19.

PROKAL.CO,

PARIS– Prancis dan Jerman mengambil keputusan sulit. Dua negara dengan perekonomian terbesar di Uni Eropa itu terpaksa memberlakukan kembali lockdown nasional. Kebijakan tersebut diambil karena penularan dan kematian akibat Covid-19 yang terus melambung dan sulit terkendali. Gara-gara kebijakan itu, pasar finansial di Benua Biru merosot. ’’Gelombang kedua ini bakal lebih parah daripada yang pertama,’’ ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron Rabu (28/10) seperti dikutip BBC.

Pada hari yang sama dengan pengumuman tersebut, penularan harian bertambah 36.437 kasus dan terjadi 244 kematian. Itu adalah angka kematian tertinggi sejak April. Separo ICU di Prancis diisi pasien Covid-19. Jika lonjakan kasus tetap sama, diperkirakan bulan depan ICU penuh.

Mulai Jumat (30/10), penduduk Prancis yang diizinkan keluar rumah hanya yang memiliki keperluan pekerjaan penting dan alasan medis. Untuk keperluan lain, mereka harus membawa dokumen yang menunjukkan bahwa kegiatan yang mereka lakukan mendesak.

Penduduk hanya diberi waktu 1 jam keluar rumah untuk olahraga. Sekolah-sekolah tetap dibuka, tapi anak-anak berusia 6 tahun ke atas wajib memakai masker di dalam kelas. Sebelumnya yang wajib bermasker adalah mereka yang berusia 11 tahun ke atas.

Restoran, bar, dan berbagai bisnis yang dirasa kurang penting harus tutup hingga 1 Desember nanti. Opsi perpanjangan lockdown juga masih ada. Perusahaan-perusahaan juga diminta untuk menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama 5 hari dalam sepekan.

’’Kami harus bekerja sebanyak mungkin, tapi dengan kondisi kebersihan yang ketat untuk mencegah virus menyebar,’’ ujar Perdana Menteri Prancis Jean Castex seperti dikutip Agence France-Presse (AFP). ’’Itu karena pengangguran dan kemiskinan juga bisa membunuh,’’ tambahnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 24 November 2020 12:11

Elite Partai Republik Mulai Gerah, Manuver Tim Hukum Trump Dinilai Konyol

WASHINGTON DC– Dukungan Partai Republik untuk Presiden AS Donald Trump…

Senin, 23 November 2020 11:50

Hakim Nilai Alat Bukti Dibuat Sembarangan, Gugatan Trump di Pennsylvania Ditolak

WASHINGTON DC– Asa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertahankan…

Senin, 23 November 2020 11:48

Eropa Segera Cabut Hukuman Boeing 737 Max

PARIS– Boeing mendapatkan kabar baik tahun ini. European Union Aviation…

Senin, 23 November 2020 09:09
Biden-Harris dan Jejak Garis Keturunan Mereka

Irlandia Digadang Jadi Kunjungan Luar Negeri Pertama

Joe Biden dan Kamala Harris menjadi simbol multikulturalisme. Presiden dan…

Kamis, 19 November 2020 17:32
Manuver Jelang Lengser

Keputusan Trump Tarik Pasukan AS, Susutkan Kekuatan Militer Timur Tengah

WASHINGTON DC– Manuver Presiden AS Donald Trump menjelang lengser dari…

Kamis, 19 November 2020 17:15

Zeena Ali, Polisi Wanita Pertama di Selandia Baru Berseragam Hijab

WELLINGTON – Kehormatan itu datang dari nurani yang terguncang. Menjadi…

Rabu, 18 November 2020 10:07

Gugatan Pemilu Trump Masih Lemah, Cabut Sebagian Sengketa di Pennsylvania

WASHINGTON DC– Jalan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencari…

Rabu, 18 November 2020 10:03

SpaceX Sukses Luncurkan 4 Astronot

WASHINGTON DC– SpaceX menorehkan sejarah baru. Untuk kali pertama, mereka…

Sabtu, 14 November 2020 11:31

NLD Menang Lagi di Pemilu Myanmar, Raih 368 Kursi di Parlemen

YANGON– Aung San Suu Kyi dipastikan kembali berkuasa di Myanmar.…

Sabtu, 14 November 2020 10:51

Penyelenggara Pemilu Bantah Ada Kecurangan

WASHINGTON DC– Tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers