MANAGED BY:
SABTU
05 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 27 Oktober 2020 16:00
Dari Sidang Kasus Suap dan Gratifikasi Ismunandar
Sisihkan 10 Persen dari Nilai Proyek untuk Biaya Entertain Pejabat Kutim
Suasana sidang kasus gratifikasi Ismunandar.

PROKAL.CO,

SAMARINDA– Pemberian uang atau barang dari dua rekanan yang jadi terdakwa dalam kasus suap dan gratifikasi Ismunandar (bupati Kutai Timur/Kutim nonaktif) dan Encek Unguria Riarinda Firgasih (ketua DPRD Kutim nonaktif), dilakukan dengan berbagai cara. Selain memberikan langsung ke Ismunandar, Deky Aryanto dan Aditya Maharani Yuono, dua rekanan itu sempat menitipkan bingkisan ke Hafarudin, ajudan Ismunandar.

“Beberapa kali (pemberian itu),” kata Hafarudin ketika bersaksi dalam sidang virtual yang digelar di Pengadilan Tipikor Samarinda, (26/10). Bingkisan dari Aditya (terdakwa dalam kasus ini), diterimanya medio Mei 2020. Jelang Lebaran. Pemberian itu, sambung dia, terjadi ketika Ismunandar bertemu dengan kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim nonaktif; Musyaffa di kantornya.

Kala itu, Aditya menghampirinya dan memberikan sebuah kantong berwarna cerah yang tak diketahui berisi apa. Titipan itu dibawanya hingga Ismunandar meninggalkan Sekretariat Bapenda Kutim. Sesampainya di mobil, barulah bingkisan dari Aditya itu diletakkannya di sebelah tempat Ismunandar duduk. “Saya bilang ke Pak Ismu (Ismunandar), ini ada titipan dari Aditya. Selepas itu, dia hanya bilang oke. Saya enggak berani membuka apa isinya,” ulas dia bersaksi di depan majelis hakim yang dipimpin Agung Sulistiyono bersama Ukar Priyambodo dan Abdul Rahman Karim tersebut.

Terdakwa Deky pun sempat menitipkan amplop lewat Hafarudin dan itu terjadi lebih dari sekali. “Seingat saya lebih dari sekali. Kadang amplop cokelat, kadang putih. Kalau Aditya memang hanya sekali itu, jelang Lebaran Mei lalu,” tuturnya. Disinggung JPU KPK tentang isi dari amplop itu, ajudan Ismunandar itu mengaku tak mengetahui pasti isinya. Namun, menurut dia, biasanya amplop seperti itu berisi uang. Pemberian sempat terjadi medio 2018-2019. Kala itu, ada panggilan seluler dengan nomor tak dikenal di gawai pintar miliknya. Setelah diangkat, diketahui panggilan itu berasal dari Deky.

Dari panggilan suara itu, Deky ajek berujar mengantarkan titipan untuk Ismunandar dari Musyaffa. “Semula saya pikir dia (Deky) staf di Bapenda (Kutim), bawahan Pak Musyaffa. Ketika kasus ini muncul baru tahu kalau dia rekanan,” ucapnya. Keterangannya ini lalu disanggah terdakwa Deky. Menurut direktur CV Nulaza Karya ini, pemberian sejumlah uang dalam amplop itu hanya terjadi sekali. Medio Desember 2019. Mendengar sanggahan itu, saksi menegaskan keterangan sebelumnya. “Lebih dari sekali,” tegasnya.

Selain Hafarudin, ada tiga saksi lain yang dihadirkan JPU KPK dalam persidangan. Yakni, Roma Malau (kepala Dinas Pendidikan Kutim), Sri Wahyuni (adik kandung Ismunandar), dan Sesty (komisaris PT Bulanta). Dalam keterangannya, Roma Malau mengaku tak mengetahui mengapa gelontoran uang daerah yang diplot untuk Disdik Kutim justru dipecah dalam jumlah kecil berbentuk kegiatan penunjukan langsung. Menurut Roma, rencana kerja anggaran Disdik Kutim 2020 senilai Rp 484 miliar sudah diinput dalam Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (Simda).

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 05 Desember 2020 12:17

DPD RI Bertandang ke Kaltim Post, Bahas Perbatasan hingga Pilkada

Keluh kesah masyarakat kerap mencuat ke publik berkat peran media.…

Sabtu, 05 Desember 2020 11:28

Pemprov Kaltim Tegaskan Tak Ada Perayaan Malam Tahun Baru

SAMARINDA - Pemprov Kaltim kembali menerbitkan surat edaran (SE) Gubernur…

Sabtu, 05 Desember 2020 11:00

KPK OTT Pejabat di Kemensos Terkait Dugaan Suap Bansos Covid-19

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT).…

Jumat, 04 Desember 2020 15:36

Kembali Buka, Operasional RSI Samarinda Tidak Mudah

SAMARINDA-Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda tengah bersiap buka kembali. Berbagai…

Jumat, 04 Desember 2020 15:31

Gorong-Gorong Sudah Terpasang, Perbaikan Akses Kutim-Berau Masih Berprogres

BALIKPAPAN-Jalan poros yang menghubungkan Kutim dan Berau, yang ambles Rabu…

Jumat, 04 Desember 2020 15:29
Upaya BNPT Libatkan Perempuan Kaltim Melawan Terorisme

Paham Kekerasan Mulai Menyasar Anak Usia Dini

Dalam riset Setara Institute, tentang kota toleran, Samarinda berada di…

Kamis, 03 Desember 2020 12:41

Kampus Buka, Mahasiswa Boleh Pilih Daring

JAKARTA– Mulai pertengahan Januari 2021, kampus diizinkan kembali buka. Pada…

Kamis, 03 Desember 2020 12:40

Siapkan TPS Khusus bagi Pemilih yang Demam

SEMENTARA itu, sepekan jelang pemungutan suara, logistik Pilkada Balikpapan sudah…

Kamis, 03 Desember 2020 12:39

Sebelum Pilgub, Wagub Optimistis MYC Terwujud

SAMARINDA-Proyek yang dibangun dengan skema kontrak tahun jamak atau multiyears…

Kamis, 03 Desember 2020 12:36
Melawan HIV/AIDS di Tengah Pandemi Covid-19 (3-Habis)

Singkirkan Stigma Negatif, Keputusan “Sembuh” di Tangan ODHA

Global Solidarity, Shared Responsibility menjadi tema peringatan Hari AIDS Sedunia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers