MANAGED BY:
RABU
26 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Minggu, 25 Oktober 2020 13:29
Merayakan Budaya Kalimantan dengan Film
Gelaran Aruh Film Kalimantan pada 2019 lalu.

FESTIVAL sinema bertajuk Aruh Film Kalimantan (AFK) bakal kembali digelar di penghujung tahun 2020 ini. Menginjak usia ke-3 sejak dicetus pertama kali pada 2018 silam di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, helatan tersebut tetap terus dipertahankan meski tengah dihadapkan dengan masa sulit pagebluk Covid-19.

Direktur AFK 2020, Munir Shadikin, mengatakan bahwa pihaknya konsisten mempertahankan festival ini agar kultur sinema di Kalimantan tetap menggeliat meski dihadapkan kondisi apapun.

Maklum saja, budaya perfilman sendiri boleh dikata masih ketinggalan dengan daerah-daerah lain di luar Pulau Kalimantan. Sehingga, kultur sinema lokal juga harus lebih digenjot lagi.

Dia juga mengatakan, festival tersebut dicetus sebagai tolok ukur perfilman secara kuantitas dan kualitas. Maka dari itu, AFK 2020 bakal menerima semua karya dari sineas yang berdomisili di Pulau Kalimantan.

Lebih-lebih, mereka juga ingin memperkenalkan ragam budaya dan rasa syukur mereka terhadap pergerakan sinema yang ada di Borneo lewat ajang ini.

"Dalam bahasa Dayak dan Banjar ‘Aruh’ berarti upacara adat yang identik dengan ritual. Seperti halnya Aruh dalam tradisi adat, Aruh Film Kalimantan tidak hanya sekadar perayaan, namun juga sebagai ungkapan syukur atas pergerakan sinema di tanah Kalimantan," kata Munir.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, AFK 2020 digelar dengan dua program inti. Pertama, ada program kompetisi. Kedua, ada non-kompetisi. Program kompetisi diadakan sebagai wadah apresiasi karya film yang digarap oleh sineas lokal. Proses penerimaan karya sudah dibuka oleh Panitia AFK sejak 16 Oktober hingga berakhir pada 7 Desember 2020 mendatang, melalui laman aruhfilm.org.

Peserta AFK diberi keleluasaan dalam pemilihan tema film pada tahun ini. Peserta hanya perlu mengirimkan karyanya dengan ketentuan sederhana yakni harus digarap di Kalimantan dan menggunakan bahasa daerah masing-masing.

"Ini ditempuh untuk lebih meluaskan pembacaan terhadap karya para sineas dan hubungannya dengan situasi di Kalimantan itu sendiri, " kata Munir.

Adapun program kompetisi AFK 2020 bakal dibagi menjadi dua kategori. Pertama ada kategori 'Mandau Perak' untuk kalangan pelajar. Serta kategori 'Mandau Emas' untuk mahasiswa/umum.

Selanjutnya, untuk program non-kompetisi, AFK 2020 kali ini akan menyajikan pemutaran layar dari sederet karya yang dikirimkan sineas lokal. Minimal, mereka bakal memutarkan karya sineas dari lima provinsi yang ada di Kalimantan masing-masing satu film.

Sajian utama dari program non-kompetisi adalah Bauntung Batuah (film pelajar), Lingkar Kalimantan (film perwakilan dari tiap provinsi di Kalimantan), Lestari (film bertema lingkungan), serta Jamu Tamu (film dari luar daerah Kalimantan).

"Aruh Film Kalimantan tidak ingin hanya menjadi ajang kompetisi semata," tegas Munir. Adapun format penyelenggaraan AFK 2020 kali ini bakal dikemas secara virtual saja. Maklum, Pandemi Covid-19 membuat semua kegiatan jadi harus serba daring. Hal ini pula yang harus ditaati pelaku sinema.

Kendati begitu, Munir mengatakan bahwa pihak AFK masih terus membaca kondisi penyebaran Covid-19. Sehingga, jika ada situasi yang memungkinkan menggelar festival tahun ini secara offline (luring), maka pihaknya boleh jadi mengambil kesempatan tersebut, seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Mengingat Aruh Film Kalimantan punya visi dan misi yang besar maka tidak sepantasnya turut ‘kalah’ dalam pertarungan melawan pandemi," pungkas Munir. (*)


BACA JUGA

Rabu, 26 Januari 2022 13:39

Keluarkan Pernyataan Sikap, PKS Kaltim Dukung Proses Hukum ke Edy Mulyadi 

SAMARINDA - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS)…

Rabu, 26 Januari 2022 09:19

Tilap Dana Ratusan Juta, Eks Karyawan Smart Multi Finance Divonis 3 Tahun Penjara

SAMARINDA- Seorang karyawan perusahaan pembiayaan (leasing) di Kabupaten Kutai Timur…

Selasa, 25 Januari 2022 14:56

Hj Padilah Mante Runa Resmi Dilantik Jadi Ketua PW IWSS Kaltim, Ini Program Kerjanya Songsong IKN

SAMARINDA - Pengurus Wilayah Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PW IWSS)…

Selasa, 25 Januari 2022 12:18

Menangani Masalah Semrawut Antrean BBM dan Antisipasi Pengetap, Menanti Realisasi Kartu Kendali

DENNY SAPUTRA/KP FUAD FAKHRUDDIN       Pemberlakuan kartu kendali…

Selasa, 25 Januari 2022 12:16

Alasan Keterbatasan SDM Jadi Kendala Pengawasan Parkir

SAMARINDA–Maraknya parkir liar di Samarinda, khususnya kendaraan roda 6–12 jadi…

Selasa, 25 Januari 2022 12:13

MPP yang Lebih Hijau dan Kekinian, Dilengkapi Kedai Kopi, Kantor Bersama hingga Pagar Berkonsep Taman Vertikal

Masih dalam rangkaian HUT ke-354 Samarinda dan HUT ke-62 Pemkot…

Senin, 24 Januari 2022 19:13

Polisi Diminta Proses Hukum Edy Mulyadi yang Dianggap Menghina Kalimantan, Wakapolres Samarinda: Jaga Kondusifitas

SAMARINDA - Video yang  berdurasi 57 detik memuat ucapan Edy…

Senin, 24 Januari 2022 10:15

Harga Minyak Rp 14 Ribu Dianggap Sekadar Promo

SAMARINDA–Upaya pemerintah menekan harga minyak goreng di Samarinda sepertinya masih…

Senin, 24 Januari 2022 10:12

Hindari Pengetap lewat Kartu Kendali, Tahap Persiapan Registrasi Data Kendaraan, Wacana Diluncurkan Februari

Pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda tengah melakukan registrasi data…

Senin, 24 Januari 2022 10:11

Resmikan Dua Nama Jalan Baru, Diambil dari Tokoh Penyebaran Islam

Dalam prosesi HUT ke-354 Samarinda, dan HUT ke-62 Pemkot Samarinda,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers