MANAGED BY:
SABTU
05 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Sabtu, 24 Oktober 2020 13:50
Kebakaran Kejagung Kombinasi Rokok dan Pembersih Bersolar

Tetapkan Delapan Tersangka, Termasuk Dirut PT Arkan dan PPK

Keterangan pers soal kebakaran Gedung Kejagung.

PROKAL.CO,

JAKARTA— Setelah Bareskrim membuka peluang adanya unsur kesengajaan, kini telah dipastikan Kebakaran Gedung Kejagung akibat kelalaian. Lembaga yang dipimpin Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menduga lima pekerja konstruksi atau tukang yang merenovasi aula di lantai enam Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung (Kejagung) lalai karena merokok.

Kebakaran diperparah dengan penggunaan pembersih bersenyawa solar bermerk Top Cleaner. Yang ternyata pembersih yang digunakan Kejagung tidak memiliki izin edar. Lima pekerja konstruksi, Dirut PT Arkan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung menjadi tersangka. Lima pekerja itu berinisial T, H, S, K, dan IS. Lalu, mandor dari lima pekerja berinisial UAM. Lalu, Dirut PT ARM berinisial R dan PPK berinisial NH.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirpidum) Bareskrim Brigjen Ferdy Sambo menuturkan, penyelidikan dan penyidikan telah dilakukan selama 63 hari, serta 64 saksi telah diperiksa dalam masa penyidikan. Selanjutnya, terdapat sejumlah keterangan ahli dan bantuan menggunakan satelit untuk melihat titik api. ”Kesimpulan sementara kebakaran akibat aktivitas lima tukang yang merokok saat bekerja,” tuturnya.

Dalam bekerja atau proses renovasi itu terdapat sejumlah bahan seperti thinner, lem aibon dan lainnya. Kelima pekerja konstruksi juga membuang rokoknya di lokasi yang sama. ”Diduga rokok itu menyulut api yang lebih besar,” terangnya dalam konferensi pers kemarin.

Menurutnya, dalam proses penyidikan ada yang mempertanyakan soal rokok bisakah membuat api yang besar. Dari pertanyaan itu ahli dilibatkan untuk melakukan percobaan apakah rokok bisa menyulut api yang besar. ”dari percobaan itu diketahui rokok itu menjadi bara. Yang memicu api itu ada dua yakni bara dan penyulut api,” ujarnya.

Selanjutnya, sejak awal memang penyidik memastikan bahwa titik mula api dikarenakan open flame, bukan karena korsleting listrik. Karena open flame atau nyala api terbuka itulah penyidik membuka semua kemungkinan dengan penggunaan pasal 187 dan pasal 188 KUHP. Akibat kesengajaan atau kelalaian. ”Yang akhirnya disimpulkan sementara ini karena kelalaian,” jelasnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers