MANAGED BY:
SABTU
05 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 23 Oktober 2020 14:11
Jumlah Penyuluh Pertanian Jadi Atensi
ilustrasi

PROKAL.CO,

SAMARINDA- Minimnya jumlah penyuluh pertanian masih menjadi pekerjaan rumah hampir di seluruh daerah di Indonesia termasuk Kaltim. Sebab perannya sangat penting untuk membantu peningkatan produktivitas pertanian, menopang ketahanan pangan nasional dan menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, penyuluh pertanian baik secara personal maupun kelembagaan masih sangat diperlukan. Keberadaan para penyuluh pertanian pun sangat strategis untuk membimbing dan mengarahkan perilaku para petani agar bisa mengembangkan pertanian mereka menjadi lebih produktif dalam kondisi apa pun, termasuk di tengah pandemi virus corona.

“Kehadiran penyuluh pertanian dan kelembagaan yang terkonsolidasi dengan baik akan sangat membantu kerja-kerja pemerintah dalam memberikan jaminan ketahanan pangan secara nasional,” ujarnya, (22/10).

Pemimpin Dewan Perwakilan Pusat Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DPP-Perhiptani) ini menjelaskan, pemerintah pusat telah mendorong penyiapan kawasan pertanian (food estate) di Kalimantan Tengah seluas 168 ribu hektare, untuk menjamin ketersediaan pangan nasional dalam jangka panjang.

Kawasan itu akan menjadi model pengembangan yang selanjutnya diadopsi semua daerah di Indonesia. Pemerintah menyadari kemungkinan terjadinya ancaman krisis pangan di masa depan. Maka dikembangkanlah food estate. Integrasi modernitas dengan kolaborasi pertanian, peternakan dan perikanan itu, selanjutnya dikembangkan di seluruh Indonesia. “Nah, peran para penyuluh pertanian tentu sangat penting di sana,” jelasnya.

Namun saat ini seluruh daerah kekurangan penyuluh pertanian. Untuk pengawalan dan pendampingan capaian sukses pembangunan sektor pertanian diperlukan 74 ribu orang penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Saat ini, baru tersedia 31.500 orang, sehingga masih membutuhkan 42.500 orang. Masalah kekurangan penyuluh tentu juga dirasakan Kaltim.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 22:52

Kondisi Ekonomi Membaik, Inflasi Kaltim Terkendali 0,37% November

SAMARINDA - Provinsi Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi 0,37%…

Selasa, 01 Desember 2020 12:27

Sempat Dihantam Pandemi, Kontribusi UMKM Perlahan Alami Perbaikan

Sempat mengalami penurunan penjualan hingga 90,10 persen pada April lalu,…

Selasa, 01 Desember 2020 12:26

Lirik Potensi Kaltim, Biznet Investasi Rp 30 Miliar

BALIKPAPAN- Perusahaan infrastruktur digital, Biznet berencana memperluas jaringannya ke Kaltim.…

Selasa, 01 Desember 2020 12:25

Aktivitas Bisnis Bergeliat, Kinerja Perhotelan Pulih

BALIKPAPAN- Kondisi perhotelan di Kota Minyak mulai bergairah. Berbeda dengan…

Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Saat Ini, Momen Tepat Beli Rumah

SAMARINDA- Meski turut mendapat tekanan dari virus corona, para pengembang…

Selasa, 01 Desember 2020 12:20

Pengangguran Melonjak, Kritisi Dampak Politik Upah Murah

JAKARTA- Angka pengangguran yang terus bertambah berkorelasi pada banyak faktor.…

Selasa, 01 Desember 2020 09:32

Yamaha Gear 125, Skutik Multifungsi buat Anak Muda

BALIKPAPAN – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja…

Minggu, 29 November 2020 12:47

Tiongkok Sepakat Beli 200 Juta Ton Batubara RI Tahun Depan

JAKARTA - Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor…

Sabtu, 28 November 2020 13:03

Genjot Ekspor Ikan Tuna ke Korsel

JAKARTA–Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan…

Sabtu, 28 November 2020 13:01

Eni Jadi Tumpuan Proyek IDD

Perusahaan minyak asal Italia, Eni, diharapkan bisa menjadi suksesor proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers