MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Jumat, 23 Oktober 2020 13:57
Santri Pengawal Peradaban

Bambang Iswanto

Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda

 

 

PESANTREN sering dicirikan dengan penanaman nilai agama, kemandirian, kekeluargaan, toleransi, gotong royong, kesantunan, dan kebijaksanaan hidup. Ciri-ciri tersebut dibangun dalam bangunan asrama, sistem pendidikan, dan kurikulum oleh kiai, ustaz, dan santri sebagai subjeknya. Kesemuanya merupakan pilar-pilar pesantren.

Karena itu, tidak disebut pesantren kalau tidak ada asrama, meski ada kurikulum yang dijalankan. Demikian pula, ada sekolah, kurikulum, dan asrama namun tidak ada kiai sebagai pemimpinnya, tidak bisa disebut pesantren. Seluruh pilar menyatu dalam sebuah sistem pesantren.

Dengan pilar-pilar tersebut, pesantren bisa disebut sebagai candradimuka bagi santri yang ingin menjadi orang yang memiliki pengetahuan Islam yang baik, jiwa berdikari yang tidak bergantung hidup kepada orang lain, semangat gotong royong yang tinggi. Pesantren juga membentuk karakter yang anti-egois dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong, toleran kepada orang lain.

Ilmu-ilmu Islam bagian utama yang tidak bisa ditawar. Sejumlah kitab klasik menjadi kitab wajib dalam mendalami ajaran Islam. Dari tauhid, fikih, tafsir, hadis, sampai akhlak. Pesantren tidak menutup diri dari perkembangan zaman dalam menjawab tantangan zaman, dalam mengembangkan materi keilmuannya. Hampir semua pesantren, saat ini mengombinasikan keilmuan agama dengan sains dan teknologi.

Kombinasi keilmuan “dunia” dan “akhirat” tersebut dalam beberapa pesantren dijadikan sebuah keniscayaan. Bahkan, ada pesantren yang memiliki jargon “Berotak London, berhati Masjidilharam (Makkah)”. Jargon yang menggambarkan bahwa pesantren tidak mengenyampingkan ilmu-ilmu yang terkait tuntutan zaman yang dinamis.

Bukan hal yang asing lagi, banyak pesantren yang memiliki kurikulum dan laboratorium sains serta teknologi sebagai penunjang pengembangan keilmuan umum selain agama. Diharapkan, para santri memiliki otak yang pintar dengan kurikulum sains teknologinya, dan berkarakter baik.

Ilmu umum yang dipelajari tidak hanya mencakup teknologi. Namun mencakup pula pendidikan politik, hak asasi manusia, demokrasi, dan ilmu sosial lainnya. Alumnus pesantren yang telah menjalani pembelajaran pesantren yang disiplin sejatinya siap menjadi manusia yang memiliki kontribusi berupa pemikiran dan aksi dalam masyarakat. Sebagai bagian yang terus dijejalkan kepada santri yaitu manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Menjadi manusia yang bermanfaat adalah cita-cita orang yang pernah belajar di pesantren. Ilmu yang dipelajari di pesantren akan menjadi sia-sia jika tidak diamalkan untuk kemaslahatan masyarakat. Karena kata-kata mutiara (mahfuzhat orang pesantren menyebutnya) selalu dihafalkan dan diteriakkan, agar selalu menancap dalam otak dan terpatri dalam hati.

Salah satu wujud kemanfaatan yang bisa disumbangkan oleh santri dan alumnus pesantren adalah menjadi pengawal peradaban.

Santri bisa memberikan andil dalam membahas dan menyelesaikan isu-isu masyarakat serta berperan aktif menjadi pengawal peradaban. Berpartisipasi mewujudkan dan memelihara masyarakat madani.

Kombinasi keilmuan agama dan umum bisa dijadikan modal untuk mengawal pemerintah menjalankan tugasnya sesuai prinsip-prinsip demokrasi yang sudah dijalankan dalam dunia pesantren.

Karakter adil dipakai untuk mengatasi isu ketidakadilan sosial, kezaliman, pelanggaran HAM, dan otoritarianisme. Sifat jujur dijadikan alat untuk menjadwal persoalan kecurangan-kecurangan politik. Karakter moderat dan terbuka dipakai untuk mengatasi masalah konflik sosial, keagamaan, dan radikalisme.

MANUSIA SANTUN

Hal lain, yang paling ditekankan dalam dunia pesantren adalah menjadi manusia-manusia yang santun dan beradab.

Dalam era informasi seperti sekarang, kesantunan menjadi barang langka dan mahal. Dunia pesantren mengajarkan adab (etika) lebih tinggi dibandingkan ilmu. Tidak mengherankan muatan tentang adab mendominasi pelajaran dan sikap di pesantren. Etika terhadap guru, orang tua, bergaul dengan orang lain, dan bermasyarakat diprioritaskan untuk dipelajari.

Pemandangan bagaimana santri memuliakan gurunya dengan mencium tangan, tidak berani mendahului dalam berjalan, melayani mereka dengan sepenuh hati karena ilmu yang diberikan, bukan hal aneh bagi para santri.

Orangtua menjadi orang yang harus paling dimuliakan dalam lingkungan terdekat. Menempati urutan tertinggi setelah ketaatan kepada Allah dan Rasul. Tidak ketinggalan adab atau etika dalam berinteraksi kepada sesama manusia bahkan sampai kepada hewan dan alam.

Jika problem etis saja bisa dihadapi oleh santri, persoalan hukum yang sering menjadi masalah dalam sebuah peradaban akan bisa diatasi dan dikawal oleh santri. Menjadi etis jauh lebih sulit dibandingkan dengan menjadi tidak bersalah dalam hukum. Etika berbicara mengenai hal yang pantas dan tidak pantas, sementara hukum berbicara salah dan benar.

Semakin banyak santri, semakin banyak pengawal peradaban di negeri ini yang akan membawa Indonesia menjadikan pemerintah serta warganya menjadi masyarakat yang beradab. Jangan takut menjadi santri atau memondokkan anak ke pesantren. Santri adalah pengawal-pengawal peradaban. Selamat Hari Santri Nasional 2020! (rom/k8)


BACA JUGA

Kamis, 23 September 2021 13:23

Portal Satu Data Hindari Polemik

Oleh : Maulana Malik Herdianto SSi, MEc Dev (Staf di…

Sabtu, 18 September 2021 10:15

Banjir Memang Bukan Preman

Pernyataan menarik diungkapkan Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika menjadi…

Rabu, 15 September 2021 12:54

Ketika Bupati Menerima Honor Makam Covid-19

Dewi MurniPraktisi Pendidikan di Balikpapan Jagat maya pemberitaan nasional gaduh…

Selasa, 14 September 2021 11:22

Banjir Melanda Benua Etam

HAkhmad Sirodz     Ketua Takmir Masjid Nuruz Zaman Loa Bakung  …

Senin, 13 September 2021 13:43

Kunci Sukses Pembangunan IKN

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Jumat, 10 September 2021 13:13

Sehat, Kuat, dan Olahraga

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 10 September 2021 12:32

Eksistensi Radio di Pusaran Kompetisi

Andi Muhammad Abdi Komisioner KPID Kaltim     Genap 76…

Kamis, 09 September 2021 10:36

Asa Pariwisata Kaltim

Oleh : Siswandi, Statistisi Ahli Muda di BPS Kutai Timur  …

Selasa, 07 September 2021 10:57

Efektivitas Daring yang Dipertanyakan

Mohammad Salehudin Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda   …

Selasa, 07 September 2021 10:29

Hapus Dikotomi Kominfo dan Humas

Oleh: Abd Kadir Sambolangi SS MA, Plt Kabag Protokol dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers