MANAGED BY:
SABTU
04 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 22 Oktober 2020 17:29
Thailand Mulai Bungkam Media, Siarkan Demo, Dianggap Informasi Palsu
Demo di Thailand. Pemerintahnya mulai gerah. Bahkan yang menyiarkan demo dianggap penyebar hoaks.

BANGKOK– Pemerintah Thailand terus berusaha menekan gelombang protes prodemokrasi. Kali ini mereka memutuskan satu media untuk berhenti beroperasi. Meski, strategi mereka belum bisa membendung massa untuk berkumpul dan mengacungkan salam tiga jari.

Pengadilan Thailand pada Selasa malam (20/10) memerintahkan pengoperasian Voice TV ditangguhkan. Jubir Kementerian Digital Thailand Putchapong Nodthaisong menegaskan bahwa media TV daring itu melanggar Computer Crime Act dengan mengunggah informasi palsu.

”Kebebasan pers memang penting. Tapi, ada beberapa media yang memang harus ditindak karena mengubah informasi untuk menyulut kerusuhan,” papar Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha sebagaimana yang dilansir Agence France-Presse.

Selain Voice TV, media yang tengah diselidiki pemerintah adalah Prachatai, The Reporters, dan The Standard. ”Kami bersikeras melanjutkan operasi berdasar prinsip jurnalistik sampai surat resmi kami terima,” ujar Pemimpin Redaksi Voice TV Rittikorn Mahakhachabhorn menurut Al Jazeera.

Pakar pun tidak kaget Voice TV mendapatkan perintah penangguhan supercepat. Sebagian kepemilikannya berasal dari keluarga Shinawatra. Mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dan adiknya, Yingluck, adalah rival politik Prayuth. Yingluck tumbang oleh Prayuth saat kudeta militer 2014.

”Kebijakan ini adalah upaya untuk mengubah media sebagai corong propaganda pemerintah,” jelas Direktur Human Rights Watch Wilayah Asia Brad Adams.

Diterbitkannya dekrit darurat tidak berdampak banyak. Pemerintah masih kewalahan menekan aksi massa di berbagai titik Kota Bangkok. Upaya pemerintah saat ini adalah menahan 70 orang, termasuk aktivis kunci. Parit ”Penguin” Chiwarak dan Panusaya ”Rung” Sithijirawattanakul langsung ditangkap atas dakwaan baru setelah pengadilan membebaskan mereka dengan jaminan.

Namun, taktik yang biasanya efektif membungkam aksi protes itu tidak mempan. Demonstran yang didominasi generasi muda tersebut berkomunikasi di dunia maya. Mereka melakukan banyak cara agar aparat tidak bisa menebak langkah selanjutnya.

”Kami sudah membuktikan bahwa demo tanpa pemimpin bisa membuat pemerintah pusing. Tanpa pemimpin pun, aksi akan terus berlanjut,” ungkap Arthitaya Pornprom, salah seorang penyelenggara demo, kepada Bangkok Post.

Hingga kemarin (21/10), massa bermunculan sambil mengacungkan tiga jari. Jari tersebut mewakili tiga permintaan rakyat Thailand. Pembubaran parlemen, termasuk desakan mundur Prayuth, penghentian praktik intimidasi pemerintah, dan perubahan konstitusi atau reformasi kerajaan.

Kubu Prayuth sudah menyetujui untuk mengadakan sesi parlemen darurat pekan depan. Namun, dia menegaskan tidak bakal menyerahkan kursi kekuasaannya. Dia beralasan bahwa penggantinya akan berupaya melemahkan kekuatan kerajaan.

”Tugas pemerintah adalah melindungi kerajaan dan negara. Menghindarkan bangsa ini dari kekacauan dan konflik,” tutur Prayuth. (bil/c14/bay)


BACA JUGA

Jumat, 03 Desember 2021 10:30

Jepang-AS Siap Bantu Taiwan, Antisipasi Invasi oleh Tiongkok

TOKYO– Jika Tiongkok menyerang Taiwan, Jepang dan AS siap memberi…

Jumat, 03 Desember 2021 10:10

WHO Sarankan Kelompok Rentan Hindari Perjalanan

JENEWA – Persebaran Covid-19 menunjukkan bahwa dunia tidak siap menghadapi…

Kamis, 02 Desember 2021 10:24

Bank Dunia Ajukan Proposal Rp 7,2 T Bantu Afghanistan

WASHINGTON DC – Ada harapan baru untuk penduduk Afghanistan. Bank…

Kamis, 02 Desember 2021 10:12

Pasar Saham Dunia Terpengaruh Varian Omicron, Moderna Khawatir, Pfizer Sudah Bersiap

Situasi saat ini diprediksi memunculkan lockdown massal. Yang akan memperburuk…

Rabu, 01 Desember 2021 10:01

Iran Berharap Pencabutan Sanksi, Negosiasi Kesepakatan Nuklir Dibuka Lagi

TEHERAN– Iran bertekad bulat. Negeri para mullah itu ingin membuat…

Selasa, 30 November 2021 12:33

Singapura-Malaysia Buka Akses Lewat VTL

SINGAPURA – Eunice Teoh gembira bukan kepalang. Setelah dua tahun,…

Minggu, 28 November 2021 10:11

WHO Khawatir Terkait Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa

Gelombang penularan baru Covid-19 di Eropa tidak bisa dipandang sebelah…

Minggu, 28 November 2021 10:10

Ferdinand Marcos Jr Negatif Narkoba, Manny Pacquiao Siap Dites

FILIPINA–Kandidat calon presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr ingin membersihkan namanya.…

Rabu, 24 November 2021 09:40

Presiden Tiongkok Xi Jinping Dukung ASEAN Bangun Zona Bebas Nuklir

BEIJING– Presiden Tiongkok Xi Jinping menyatakan dukungannya pada upaya ASEAN…

Rabu, 24 November 2021 09:35

Polisi Israel Tembak Mati Warga Palestina

YERUSALEM - Seorang pria bersenjata Palestina ditembak mati oleh polisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers