MANAGED BY:
SABTU
05 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 21 Oktober 2020 11:41
Sektor Pertanian Serap Tenaga Kerja Terbanyak di Kutim
Pjs Bupati Kutim-Jauhar Efendi.

PROKAL.CO,

SANGATTA–Meski Kutai Timur (Kutim) merupakan daerah merupakan sumber tambang terbesar di Indonesia, rupanya tenaga kerja malah banyak terserap di bidang pertanian.

Faktanya, sektor pertanian menempati urutan pertama dalam hal penyerapan tenaga kerja, sebanyak 52.738 orang, atau 33,97 persen dari total jumlah tenaga kerja yang ada. "Jika dilihat dari kategorinya, yang banyak menyerap tenaga kerja adalah kategori pertanian," ungkap Plt Bupati Kutim Jauhar Efendi. Di sub-sektor tanaman pangan, produksi padi sawah di Kota Tercinta, sebutan Sangatta, diperhitungkan naik dari 15.744 ton pada 2018, menjadi 16.925 ton pada 2019. "Kalau 2020 belum kelihatan, tahun depan baru bisa detail," tambahnya.

Tidak hanya padi sawah, produksi padi ladang juga meningkat dari 9.841 ton pada 2018 menjadi 12.506 ton pada tahun lalu. Dia merasa bersyukur dan berharap tahun mendatang dapat lebih baik. "Pembangunan bidang pertanian dalam arti luas di Kutim memang mumpuni, tapi kita juga perlu banyak evaluasi," tegasnya.

Namun, meski di Kaltim sangat bergantung pada pertambangan dan migas, hal itu tidak dapat dijadikan tolok ukur. Pasalnya, ketika produksi tersebut turun, akan memengaruhi pendapatan daerah. "Penyuluh pertanian itu harus dikembangkan. Kalau pada zaman Orde Baru ada penyuluh pertanian tiap desa," sambungnya.

Idealnya, untuk mendorong sektor pertanian, dibutuhkan dua orang penyuluh setiap desa. Untuk diketahui, di Kutim terbagi atas 18 kecamatan dan 139 desa. "Begitu idealnya, setiap desa biasanya ada dua penyuluh, memang harus ada, karena itu bisa mendorong mereka sebagai ujung tombak," tandasnya.

Sejumlah evaluasi dibeberkan, termasuk jalan usaha tani menurutnya perlu diperhatikan. Hal itu erat kaitannya dengan harga jual agar tetap stabil. "Kalau jalan pertanian baik, pasti harga dari petani juga standar," tutupnya. (*/la/dra/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 05 Desember 2020 09:25

Ayah Jadi Motivasi dan Keyakinan Nakhodai Kutim

SANGATTA - Sosok Awang Faroek Ishak yang berhasil membangun Kutai…

Sabtu, 05 Desember 2020 08:55

Infrastruktur Pertanian Wajib Dikembangkan Melalui Gerdabang Agri

SANGATTA - Urat nadi Kutai Timur (Kutim) bukan hanya di…

Jumat, 04 Desember 2020 22:29

Paslon 02 Haramkan Money Politic

SANGATTA - Politik uang atau dikenal dengan money politic merupakan…

Jumat, 04 Desember 2020 15:46

Kapolda: Kapolres-Dandim Harus Tekan Kasus Covid-19

TANA PASER - Kapolda Kaltim dan jajaran melanjutkan kunjungan kerja…

Jumat, 04 Desember 2020 14:36

Masih Pandemi, Siapkan Surat Edaran Jelang Natal

BONTANG–Umat Kristiani bakal merayakan Natal pada 25 Desember mendatang. Rencananya,…

Jumat, 04 Desember 2020 14:34

Pelaksanaan KBM Tatap Muka Diundur Sepekan, Sekolah Dianjurkan Lakukan Simulasi

Agar sekolah dan orangtua lebih siap menerapkan kegiatan belajar mengajar…

Jumat, 04 Desember 2020 14:33

KBM Tatap Muka di Bontang, Gunakan Skema Berbeda

SELURUH kepala SMP telah melakukan pertemuan dengan Disdikbud pada awal…

Jumat, 04 Desember 2020 14:32

WAH KOK BISA..!! Padahal Masuk Daftar Hitam, Tetap Kerjakan 27 Proyek

BONTANG–Masuk daftar hitam Pemkot Bontang bukan penghalang bagi CV AJ.…

Jumat, 04 Desember 2020 14:00

Disdukcapil Kutim Dibantu Kabupaten Lain

SANGATTA–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Timur telah menyerahkan daftar pemilih tetap…

Jumat, 04 Desember 2020 14:00

Keberadaan Arm Roll Belum Sesuai Tempat

TANJUNG REDEB–Peletakan bak arm rollternyata sering dikeluhkan masyarakat. Hal tersebut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers