MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 20 Oktober 2020 17:27
Presiden Minta Soal Vaksin Jangan Tergesa-Gesa

Prediksi Persoalan di Lapangan Sangat Komplek

JAKARTA– Urusan vaksinasi Covid-19 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dia meminta persoalan vaksinasi tidak tergesa-gesa. Harus dipersiapkan dengan matang. Sebab dia memperkirakan persoalan vaksinasi di lapangan nanti sangat komplek.

Secara khusus program vaksinasi itu dibahas dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka Jakarta kemarin (19/10). Dia mengatakan informasi soal vaksinasi Covid-19 tidak tergesa-gesa disampaikan di masyarakat. ’’Menyangkut nanti persepsi di masyarakat. Kalau komunikasinya kurang baik, bisa terjadi seperti UU Cipta Kerja,’’ kata Jokowi dalam pidato pengantarnya.

Jokowi meminta persiapan program vaksinasi Covid-19 dipersiapkan dengan baik. Termasuk urusan komunikasi publiknya. Diantaranya menyangkut informasi soal halal dan haram vaksin, harga, kualitas, dan sistem distribusinya seperti apa. Jokowi juga mengingatkan tidak semua informasi soal vaksin itu disampaikan ke publik. Khususnya tentang harga, tidak harus disampaikan ke publik.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, titik kritis vaksinasi Covid-19 adalah pada tahap implementasinya. ’’Jangan anggap mudah implementasinya,’’ kata dia. Penetapan pihak-pihak mana saja yang disuntik vaksin terlebih dahulu harus dipetakan. Kemudian juga wajib disampaikan ke publik kenapa pihak-pihak itu mendapatkan jatah vaksin lebih dahulu.

Kemudian urusan siapa saja yang mendapatkan vaksin secara gratis dan vaksin dengan biaya mandiri, juga harus dijelaskan dengan baik ke masyarakat. Jokowi tidak ingin proses vaksinasi nanti dihantam isu dan dipelintir. ’’(Bisa memicu, Red) Demo lagi. Karena masyarakat dalam masa sulit,’’ jelasnya.

Jokowi menjelaskan program vaksinasi gratis nanti menjadi urusannya Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sedangkan untuk vaksinasi berbayar atau mandiri menjadi urusan Kementerian BUMN dengan perusahaan-perusahaan pelat merah terkait.

Dia meminta persiapan di lapangan harus dimaksimalkan. Untuk mendukung implementasi vaksinasi Covid-19 nanti perlu dipersiapkan program pelatihan atau training mulai sekarang. ’’Jangan anggap enteng (implementasi vaksinasi, Red),’’ kata Jokowi. Dia meminta program pelatihan itu melibatkan perwakilan WHO di Indonesia.

Dia menjelaskan vaksin Covid-19 butuh perlakuan khusus. Bahkan antara satu merek dengan merek lainnya, penanganannya berbeda-beda. Mulai dari penyimpanan, proses distribusi dan lainnya. Seperti selama proses distribusi apakan bisa digoncang-goncang atau tidak. ’’Ini bukan barang gampang. Saya yakin tidak mudah,’’ jelasnya.

Dia juga menyampaikan sudah mendapatkan laporan untuk vaksin Covid-19 dari AstraZeneca diperkirakan tiba pertama kali bulan April tahun depan. Setiap bulannya Indonesia mendapatkan sebelas juta dosis. Dengan total seratus juta dosis.

Pada kesempatan lain, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto memaparkan bahwa penemuan vaksin Covid-19 bukan berarti akhir dari pandemi ini. Vaksinasi menurut Yuri akan membuat seseorang tidak sakit. Namun tidak melindungi penerima vaksin dari paparan virus Covid-19. ”Dalam penanggulangan pandemi ini yang utama adalah melaksanakan protokol kesehatan,” ucapnya kemarin.

Vaksin ditujukan untuk memberikan kekebalan agar ketika terpapar virusnya tidak menjadi sakit. Menurutnya masyarakat harus paham bahwa sekalipun sudah tervaksin harus menjaga agar tidak terpapar virus Covid-19. Jika tidak maka di dalam tubuh akan kebal namun bisa terpapar virus. Lalu bisa jadi virus tersebut bisa menular kepada orang lain yang belum divaksin. ”Bila orang yang tertular ini memiliki faktor risiko seperti ada komorbit maka akan jatuh sakit,” kata Yuri. Dia menegaskan bahwa vaksin tidak boleh dianggap sebagai penyelesaian akhir pandemi ini.

Penelitian vaksin Covid-19 sendiri sudah lebih dari 39 kandidat. Namun tahapannya berbeda. Ada vaksin yang masih uji coba di laboratorium, ada yang sudah uji klinis fase 3. ”Seluruh dunia sedangan mengidentifikasi yang sudah selesai uji klinis fase 3,” kata Yuri.

Pemerintah Indonesia pun mencari vaksin yang sudah siap dan aman digunakan. Untuk itu ada tim yang ditugaskan berkunjung ke beberapa negara yang sedang membuat vaksin Covid-19. Tiongkok salah satunya. Sebab di Negeri Tirai Bambu itu meneliti berbagai jenis vaksin Covid-19. Misalnya saja dari Sinovac dan Sinopharm.

Produk vaksin dari Sinovac yang sudah jadi akan dikirim ke Indonesia dalam dua tahap. Tahap pertama 15 juta dosis dikirim November. Pada Desember akan dikirim lagi 15 juta dosis vaksin Covid-19. Untuk masing-masing pengiriman dapat digunakan 7,5 juta orang. Sebab, untuk vaksin ini diberikan dua kali dalam selang waktu 14 hari.

Selain vaksin dari Sinovac, ada juga dari Sinopharm dan Cansino Biologics. Pemerintah juga menjajagi vaksin dari Inggris. Yakni kerjasama dengan AstraZeneca.

Rencananya vaksinasi akan dimulai pada November. Ini menunggu sertifikasi dari BPOM dan MUI. Vaksinasi tahap pertama akan dilakukan pada 9,1 juta orang. Urutan pertama yang mendapat jatah ini adalah tenaga medis yang melayani pasien Covid-19. Selanjutnya petugas publik yang berisiko seperti Satpol PP, Polri, dan TNI. Lalu peserta BPJS Kesehatan golongan penerima bantuan iuran (PBI). Tahap ini akan dibiayai oleh APBN. ”Untuk skema lainnya tengah dibicarakan namun ada kemungkinan terbuka pembiayaan secara mandiri,” tuturnya.

Untuk mencapai kekebalan komunitas, setidaknya 70 persen masyarakat tervaksin. Artinya sekitar 160 juta masyarakat yang divaksin akan menyebabkan kekebalan secara komunitas.

Usia yang diharapkan mendapatkan vaksin berkisar 18 hingga 59 tahun. ”Di luar usia tersebut belum ada data uji klinisnya,” ucap Yuri. Syarat lainnya adalah tak memiliki penyakit komorbid.

Lalu berapa kali vaksin Covid-19 ini harus diulang, Kemenkes belum memiliki data. Ada beberapa jenis vaksin yang harus diulang dalam tempo tertentu. Misal vaksin meningitis. Namun ada juga vaksin yang bisa menyebabkan kekebalan seumur hidup seperti vaksin polio. ”Kalau secara teori kekebalan akan terjadi pada enam bulan sampai 24 bulan,” katanya.

Pemerintah juga telah menggandeng satgas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Mereka yang akan mengawasi dan mengobservasi kasus ikutan setelah seseorang mendapatkan vaksin Covid-19 ini.

Pencarian vaksin Covid-19 juga dikawal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan (LPPOM) MUI Muti Arintawati menuturkan bahwa saat ini ada tim yang sedang berangkat ke Tiongkok untuk melihat produksi vakasin Covid-19. Tim ini yang nantinya memberikan data kepada Komisi Fatwa MUI untuk mendapatkan keputusan halal atau tidaknya vaksin. ”Kalau misal produksinya tidak halal maka akan diteruskan ke Komisi Fatwa untuk ditentukan penggunaanya,” ucapnya pada kesempatan yang sama. (wan/lyn)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 11:04

Kebun Sawit Rambah Tahura Bukit Soeharto, Program Kemitraan Konservasi Jadi Celah Alasan

TENGGARONG-Selain tambang ilegal, kebun sawit liar juga dituding ikut merusak…

Senin, 20 September 2021 11:01

PI 10 Persen untuk PPU Tunggu Gubernur

PENAJAM-Participating interest (PI) 10 persen pengelolaan blok migas jatah Pemerintah…

Senin, 20 September 2021 11:00

Rosatom Bangun Industri Nuklir, Kerja Sama Batan-Pemprov Kaltim di Buluminung

Perusahaan energi atom Rosatom Rusia bersama Pusat Kajian Sistem Energi…

Minggu, 19 September 2021 14:17

Indeks Keterbukaan Informasi di Kaltim Kategori Sedang

Komisi Informasi Pusat merilis hasil penilaian Indeks Keterbukaan Informasi Publik…

Minggu, 19 September 2021 11:18
TNI-Polri Kejar KKTB Pembunuh Nakes Papua

Satu Korban Masih Hilang, Komandan OPM Tewas

Kekejaman kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB) pimpinan Lamek Taplo harus…

Minggu, 19 September 2021 10:19

Kondisi Jalan Mantap Masih Rendah, Kemantapan Jalan di Kaltim Hanya 75 Persen

PERBAIKAN ruas jalan trans Kalimantan di Kabupaten Berau, segera dilakukan.…

Minggu, 19 September 2021 10:18

Normalisasi Sungai Solusi Banjir di Kariangau

BALIKPAPAN-Persoalan banjir di Jalan Projakal, Km 5,5, Kelurahan Kariangau, Kecamatan…

Minggu, 19 September 2021 10:17

Realisasi APBD Kaltim Rendah, Dari Rp 11 Triliun, Baru Terserap 36 Persen

Pembahasan APBD Perubahan Kaltim dipastikan molor. Seharusnya, rancangan sudah diserahkan…

Sabtu, 18 September 2021 12:32

300 Nakes Ditarik dari 34 Distrik di Papua

JAYAPURA-Sebanyak 300 Tenaga Kesehatan (Nakes) ditarik dari 34 distrik di…

Sabtu, 18 September 2021 10:18

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Provinsi

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim, membuka peluang wacana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers