MANAGED BY:
SENIN
30 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 19 Oktober 2020 17:17
Sebuah Resensi Buku Kumpulan Puisi “Aksara Zaman”
Mencari Tuhan di Urat Nadi

PROKAL.CO,

Buku kumpulan puisi berjudul Aksara Zaman ini ditulis Muhammad Huseni Labib. Penulis muda Kaltim kelahiran Lamongan 18 Januari yang merupakan ayah empat anak itu aktif sebagai anggota komunitas Jaring Penulis Kaltim. Labib, panggilannya, juga salah seorang pencetus forum Kopi Tubruk 4/4 sebagai komunitas bagi masyarakat yang bertemu secara periodik dan membicarakan banyak hal termasuk sastra dan ide literasi. Aksara Zaman adalah buku kumpulan puisinya yang kedua setelah Ziarah Cinta.

Setiap akhiran puisi tertera tanggal dan tempat Huseni Labib menorehkan catatan pencarian dalam larik setiap puisinya. Buku kumpulan puisi ini tepat dibaca sebagai bahan renungan diri dalam pasang surut pencarian arti hidup, menjadi penguat dan pengingat, bahwa Tuhan itu selalu dekat. Lekat dalam setiap napas, tidak pernah jauh. Memiliki tema sufistik yang mulai berkembang, buku kumpulan puisi ini memberi ide dan inspirasi bagi pembacanya untuk meluaskan pencarian makna ketuhanan.

Kegaduhan dalam kalbu seorang hamba untuk menemukan Tuhan berada, kumpulan puisi Huseni Labib ini menerangkan dengan benderang perjalanan dalam gema pencarian makna. Tuhan ditemukan dalam berbagai kelok dan tikungan kehidupannya, Huseni Labib menciptakan ruang pengertian akan Tuhan yang mengalir lengkap dalam manis maupun getir.

Puisi-puisi Labib menjelajah jauh dalam berbagai topik dengan Tuhan sebagai muara. Dia diingatkan dalam napas kehidupan berpolitik yang bergurat kepentingan, dalam kehidupan percintaan yang kental mabuk dan gabut, maupun dalam mesranya perenungan sendiri. Puisi-puisi di dalam bab Kupetik Buah Tin mewakili puisi yang bertemakan penemuan Tuhan dalam perenungan kalbu.

Pada bab Khotbah Jalanan, Huseni Labib menuliskan lariknya tentang pergulatan manusia sebagai makhluk sosial, bertarung dalam kepentingan, saat ulah manusia menjejalkan pendapat maupun saat bersantai dalam niaga. Titip Salam adalah bab yang berisi keributan hati yang jatuh hati, rindu, dan patah asa. Kemabukan seorang pencinta yang diombang-ambing maupun yang telah tenang dengan berhentinya kapal penantian di tujuannya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 07:40

Curah Hujan Tinggi Ancam Pengadaan Beras

<div> <div> <strong>PENAJAM </strong>- Curah hujan tinggi yang diperkirakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers